BeritaSeo: pilkada

Rachmawati : SAYA TERSINGGUNG BERAT Megawati Bawa si AHOK ke Makam Bung Karno

Rachmawati : SAYA TERSINGGUNG BERAT Megawati Bawa si AHOK ke Makam Bung Karno

Beritahangat5 - Rachmawati : SAYA TERSINGGUNG BERAT Megawati Bawa si AHOK ke Makam Bung Karno

Beritahangat5, JAKARTA - Rachmawati Soekarnoputri mengutarakan kekecewaannya untuk kakaknya, Megawati Soekarnoputri, yg menggandeng Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok ke makam ayah mereka di Blitar, Jawa Timur, Senin (10/10/2016).

"Saya tersinggung berat. Orang kayak demikian kok diajak aja. Ngapain diajak?" kata Rachmawati di rumahnya di jalan Jati Padang Raya, Jakarta Selatan, Rabu (12/10/2016).

Rachmawati mengucapkan, telah jadi wawasan luas bahwa dirinya senantiasa berseberangan dengan Megawati.

Dalam Pilkada DKI 2017, Megawati pilih untuk usung Ahok, tokoh yg kerap dikritik keras oleh Rachmawati.

Rachmawati tertawa saat ditanya apakah ia kembali akan menggandeng Anies-Sandiaga ke makam ayahnya.

Ia mengemukakan hal itu pun mesti dibicarakan, termasuk juga pertanyaan apakah Rachmawati akan menjadi bagian dari tim pemenangan Anies-Sandiaga.

Ketua umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Megawati Soekarnoputri menggandeng sejumlah pasangan calon gubernur dan calon gubernur yg diusung partainya untuk pilkada serentak 2017 berziarah ke makam Presiden pertama RI, Soekarno, di Blitar, Jawa Timur, Senin lalu.

Pasangan cagub dan cawagub tersebut merupakan Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat (DKI Jakarta), Rano Karno-Embay Mulya (Banten), Hana Hasanah-Tony Yunus (Gorontalo), Rustam-Irwansyah (Babel), Ali Baal Masdar (Sulbar), dan Dominggus Mandacan (Papua Barat).


 Bandar Togel Terpercaya - www.Sakuratoto.com


Bandar Togel Terpercaya - www.Sakuratoto2.com

Viral FB! Utang Janji Mulyono Pada Anak Di Lunaskan oleh Ahok di Pernikahan Warga Jabar

Viral FB! Utang Janji Mulyono Pada Anak Di Lunaskan oleh Ahok di Pernikahan Warga Jabar

Beritahangat5 - Viral FB! Utang Janji Mulyono Pada Anak Di Lunaskan oleh Ahok di Pernikahan Warga Jabar

Beritahangat5, DEPOK - Kisah Mulyono beredar dengan sangat cepat di Fb. Ia berhasil menepati janji utk hadirkan Ahok di pernikahan anaknya, Sabtu (3/10/2016).

Kisah ini menjadi viral di Facebook macam mana pusingnya orang tua yg mau bahagiakan anaknya.

Ia pusing sebab bukan KTP Jakarta melainkan Depok Jawa Barat.

Namun permintaan anaknya mesti dia upayakan.

Seperti ini status Mulyono

"Anak gw mao nikah tanggal 1 Oktober 2016."

"Minta kado dari gw cuman "ahok datang kepernikahannye"

"Gw bilang," Ayah bukan Allah. Bukan Tuhan. Jadi ayah cuman mengupayakan dgn cara Ngundang Ahok"

"Dia bilang "Gpp....yang paling penting ayah bisa buktiin. Kasih undangan langsung ke Tangan Pak Ahok"

"Yahhh..."

"Pagi pagi cepat gw ke Balaikota kasih undangan."

"Mudah mudahan Ahok ade waktu untuk dateng ke DEPOK."

"Aamiiinnn...."

"Hehehe."

Dan akhirnya Mulyono sukses wujudkan kemauan anaknya Ahok untuk menghadiri acara pernikahan anak Mulyono sesudah upacara Hari Kesaktian Pancasila.

Keberhasilan Mulyono diupload oleh akun Facebook bernama Mohamad Guntur Romli.

"Namanya orangtua mau bahagiakan anak, si anak nikah minta kado: "Ahok datang", Si Ortu sampe pusing: "keluarganya bukan KTP DKI, tetapi Depok"."

"Tapi lantaran permintaan anak, bertolak aja ke Balai Kota, antar undangan sekalian dapat selfie sama Ahok. Ini 26 September."

"1 Oktober, sesudah ikut Upacara Kesaktian Pancasila, di Lubang Buaya, Ahok meluncur ke Sawangan."

"Hadir di program Pernikahan anak Pak Mulyono. Kehadiran Ahok menunaikan janji orang tua ke anaknya, Ahok membayar hutang janji Pak Mulyono ke anaknya, & barangkali dapat menjadi kado paling indah dalam hidupnya."

"Semoga jadi pasangan yg sakinah, penuh mawaddah & rahmah. Barakallahu lakuma, wa jama'a kuma fi khair... Amiinn.."

Diposting pada Sabtu (01/10/2016) lalu, sampai kabar ini diupload mendapat respon netizen dgn 2 ribu likes, 169 shares & 304 komentar.

Ratusan komentar berisi pujian buat Mulyono yg berjuang demi anak dan juga utk Ahok.

Bandar Togel Terpercaya - www.Sakuratoto.com


Bandar Togel Terpercaya - www.Sakuratoto2.com

Kompak, DPR dan Pemerintah Tolak keras permintaan cuti masa kampanye Ahok



Senin siang sidang ke 3 uji materi undang-undang PILKADA mengenai cuti petahana di gelar dengan agenda mendengar tanggapan Pemerintah dan DPR tanggapan Pemerintah di Wakili Kemenkumham dan Kemendagri sementara DPR di wakili anggota Komisi II Arteria Dahlan dan Sufmi Dasko Ahmad baik pemerintah maupun DPR menolak permohonan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama potensi penyalah gunakan

Hendrawan Supratikno : Peluang Dukungan PDIP Terhadap Ahok masih Terbuka



PDI Perjuangan masih membuka kemungkinan mendukung pasangan petahana Basuki tjahaja purnama dan djarot Syaeful hidayat pada pilkada DKI 2017 mendatang dukungan PDI Perjuangan selama ini akan berlanjut jika kinerja keduanya di nilai baik di sisa periode

Ketua DPP PDI Perjuangan Prof. Dr. Hendrawan Supratikno menyatakan saat ini PDI Perjuangan tengah fokus mendukung pasangan petahana ahok djarot

Setelah Pastikan Usung Sandiaga Uno, Partai Gerindra Tunjuk Dr. H. Saefullah Sebagai Cawagub



Kabar rencana Gerindra untuk menduetkan sandiaga uno dengan Sekretaris Daerah DKI jakarta Dr. H. Saefullah, M.Pd dalam pilkada tahun depan semakin kuat terdengar ketua DPD partai Gerindra Jakarta Muhammad taufik membenarkan rencana itu taufik menyebut saefullah akan di duetkan dengan sandiaga jika PDI Perjuangan tidak lagi menyokong koalisi kekeluargaan dan memilih mendukung pasangan Basuki

Baswaslu Peringati Pihak Yang Menggunakan Isu Sara Dalam Pilkada DKI 2017



Salah satu tim sukses dalam Pilkada DKI Jakarta 2017 mengkhawatirkan kemungkinan isu sara yang di gunakan lawan politik maju dalam pemilihan gubernur menanggapi hal ini ketua badan pengawas pemilu Prof. Dr. Muhammad, S.IP, M.Si menyatakan akan menindak tegas jika ada pihak yang menyerang lawan politik dengan menggunakan isu sara sanksi yang di berikan dapat berupa sanksi pidana dan

Pernyataan Ahok Yang Langsung Menuai Reaksi Keras Dari Tri Rismaharini



Semakin kuatnya nama walikota Tri Rismaharini di bursa pencalonan Pilkada DKI Jakarta 2017 disambut baik oleh calon petahana yaitu gubernur Ahok, Ahok justru semakin merasa tertantang dengan calon lainnya yang memiliki pengalaman sebagai kepala daerah

Menurut mantan Bupati Belitung timur ini banyaknya calon Gubernur dengan latar belakang kepala daerah dapat menjadi pelajaran bagi warga Ibukota

Wakil Sekjen PDIP : Kami Akan Usung AHOK dalam Pilgub DKI 2017 Apabila tidak ada Pilihan Lain



PDI Perjuangan belum pastikan mengusung gubernur petahana Basuki Tjahja Purnama dalam pilkada DKI 2017 mendatang meski begitu partai banteng moncong putih ini memiliki 3 skenario untuk mengusung bakal calon gubernur DKI Jakarta mengusung ahok justru menjadi pilihan terakhirnya
"Dari PDI Perjuangan sendiri menyiapkan 3 skenario dalam hal ini skenario pertama yaitu kita yang sudah menjalani Fit

Dinilai Memiliki Visi dan Misi yang jelas, Gerindra Akan Usung Sandiaga Uno Pada Pilkada DKI



Partai Indonesia Raya (Parindra) memutuskan akan mengusung kadernya Sandiaga Uno sebagai calon gubernur DKI Jakarta pada pilkada serentak 2017 mendatang, Sosok Sandiaga Uno dinilai mampu menarik dukungan dari masyarakat Jakarta melalui program kerja yang ia tawarkanKetua tim penjaringan calon gubernur partai Gerindra Syarif menyatakan bahwa ada dua pertimbangan kuat dipilih nya Sandiaga Uno

Pilkada DKI 2017, Ahok yakin Akan mendapatkan Dukungan PDIP



Pasca putuskan maju pilkada DKI 2017 melalui partai politik Basuki Tjahaja Purnama yakin akan mendapat tambahan dukungan dari partai demokrasi Indonesia perjuangan menurut Basuki kepastian telah di sampaikan ketua umum PDI Perjuangan Megawati Soekarno putri jauh sebelum ia merencanakan maju melalui jalur independen.
"ya dari dulu ibu megawati juga pasti mau calonin saya sudah pasti oke dari

Lawan AHOK di Pilgub DKI 2017, Partai PDIP Segera Kerucutkan Nama Bakal Cagub



Meski tahapan pendaftaran pilkada DKI Jakarta semakin dekat PDI perjuangan hingga kini belum menentukan calon kepala daerah yang akan di dukungnya partai politik pemegang kursi terbanyak di Jakarta ini baru akan mematangkan rencana dukungannya pada pekan ini. Menurut sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, PDI Perjuangan baru akan mematangkan dukungannya pada hari Kamis nanti hingga saat ini

Sohibul iman beri ucapan selamat kepada Teman Ahok



Presiden partai keadilan sejahtera (PKS) Sohibul iman mengaku bersyukur atau keberhasilan komunitas relawan teman Ahok yang telah berhasil mengumpulkan 1 juta KTP. PKS sendiri belum mengambil sikap politik terkait PILKADA DKI 2017 mendatang

Menurut Sohibul iman,Ahok memiliki sisi positif dan negatif di mata masyarakat, sohibul mnegaku telah didatangi beberapa calon gubernur DKI Jakarta yang

Aburizal Bakrie Tolak Dukung Ahok Di Pilgub DKI 2017

Ketua Dewan Pembina Partai Golkar Aburizal Bakrie menegaskan dukungan DRPD DKI Jakarta dari Fraksi Golkar terhadap Ahok bisa saja dicabut, Aburizal Bakrie menyebutkan bahwa semua keputusan strategis harus melalui persetujuan DPP Golkar Dan dewan Pembina Partai Golkar

Aburizal Bakrie Pun menegaskan bahwa dukungan dari partai golkar di DPD DKI belum Final dan partai Golkar dalam anggaran dasar

Partai Golkar Secara Resmi Deklarasikan Dukungan terhadap Ahok pada Pilgub DKI 2017

Partai Golkar secara resmi mendeklarasikan dukungannya terhadap basuki tjahaja purnama dalam pemilihan kepala daerah DKI Jakarta 2017 mendatang. Deklarasi dukungan dibacakan oleh PLT Ketua DPD Golkar DKI Jakarta Yorrys Raweyai,



Menurut Yorrys Raweyai dukungan tersebut merupakan keputusan DPD Partai Golkar dan akan disosialisasikan kepada seluruh Kader pada musyawarah daerah DPD Golkar DKI

Teman ahok tanggapi Perihal dukungan PDIP

Revisi undang undang PILKADA yang menetapkan Verifikasi Faktual atas dukungan untuk calon perseorangan pada pemilihan gubernur 2017 tidak lantas membuat Basuki Tjahaja Purnama mundur setelah bertemu dengan ketua PDIP perjuangan Megawati Soekarno Putri pada 8 Juni lalu, Banyak pihak menduga Ahok akan merapat ke partai berlambang banteng itu

Namun begitu para pendukung Ahok yang tergabung Dalam

DAGELAN POLITIK! Suka Tinggal Di Tempat Kumuh Pilih Yusril, Suka Miskin Terus, Pilih Farhat Abbas...

Jakarta, Lensaberita.Net - Pengacara Farhat Abbasmengatakan ia menilai saat ini terjadi krisis etika di kalangan pemimpin di Indonesia.  Ia merasa prihatin atas hal itu. Hal itulah yang menjadi mendorongnya untuk mendaftarkan diri menjadi bakal calon gubernur untuk Pilkada DKI Jakarta 2017.


Farhat melihat selama ini ada kejanggalan di Jakarta. Menurut dia, itu dilihat dari lambannya perkembangan yang terjadi di Jakarta.

Suka Ditempat Kumuh Pilih Yusril Izha Mahendra

Menurut Ahok, membiarkan mereka tinggal di tempat yang kotor, kumuh, rawan kebakaran, dan penyakit membuat pemerintah tidak manusiawi.

Ketika warga permukiman kumuh dipindahkan ke rumah susun, kata Ahok, mereka mendapatkan kehidupan yang lebih baik. "Sekarang kita pindahkan ke rumah susun, yang mandi airnya baik, anaknya dapat KJP, dijemput bus sekolah, KTP rumah susun naik bus kagak bayar, ada dokter, ada perawat, ada bidan, mana yang lebih manusiawi?" ucap Ahok.

"Jadi kalau orang Jakarta yang demen enggak digusur, tetap tinggal di tempat yang kumuh, ya pilihlah Pak Yusril. Kalau pilih saya, pasti saya pindahkan mereka ke rumah susun," ujarnya.

Suka Jadi Pengangguran Terus dan Miskin Pilih Farhat Abbas

Farhat sudah menyiapkan sejumlah program yang akan ia terapkan jika dipercaya warga Jakarta untuk memimpin. "Kan ada beberapa program. Buat per kelurahan itu Rp 5 miliar, itu untuk pemanfaatkan mereka mandiri," kata Farhat saat dihubungi Kompas.com, Minggu (24/4/2016).

Farhat mengatakan ia tidak ingin wilayah Jakarta kalah dengan daerah lain yang membagikan Rp 1 miliar per desa. Bagi dia, setiap kelurahan di Jakarta harus mendapatkan lebih dari itu. "Kalau di luar aja kan satu desa sekitar Rp 1 miliar kan? Ini Jakarta minimal Rp 5 miliarlah," lanjut Farhat.

Farhat juga berencana memberikan tunjangan kepada warga miskin di Jakarta. "Tunjangannya itu mereka harus mendapatkan gaji. Tunjangan makan, pengangguraan juga diberikan," kata dia. Rencananya Farhat akan mengembalikan formulir dan berkas pendaftaran ke PDI-P pada Senin (25/4/2016).

KOMPAS

Fakta Ahok Fokus Kerja, Dia Tetap Lakukan Penggusuran, Walau Pilkada DKI Sudah Dekat...

Jakarta, Lensaberita.Net - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menanggapi santai pernyataan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo kemarin tentang ramainya pemberitaan seputar Pilkada tahun depan. Saat itu Tjahjo mengingatkan Ahok untuk tetap fokus menyelesaikan tugasnya hingga 2017.


Dan Ahok pun mengucapkan terima kasih atas nasihat tersebut.

“Saya ucapkan terima kasih. Memang saya mau fokus sampai 2017,” ujar Ahok di Balai Kota, Kamis (21/4/2016).

Ahok mengaku bahwa ia memang masih fokus menjalankan tugas. Program-program yang sudah direncanakannya jauh-jauh hari tetap dilanjutkan, meskipun menimbulkan pro-kontra semisal penertiban di beberapa tempat. Program yang rawan konflik dan bisa menjadi ‘sasaran tembak’ lawan politik, apalagi di masa menjelang Pilkada yang sudah mulai memanas. Namun bagi Ahok tidak masalah selama itu sudah menjadi bagian program yang sudah direncanakannya.

Kepada wartawan, Ahok pun menghimbau dan sempat melontarkan candaan agar para wartawan tak lagi mewancarainya terkait hal-hal yang bukan program Pemerintah Provinsi DKI. “Makanya jangan tanya saya soal yang lain-lain,” kata Ahok.

Sebelumnya, Tjahjo mengingatkan Ahok untuk tetap fokus menjalankan tugas sebagai Gubernur DKI Jakarta.

“Saya yakin tugas dia (Ahok) adalah menyelesaikan tugas pokok sebagai kepala daerah sampai akhir masa jabatan. Jangan malah fokus ke Pilkada,” ujar Tjahjo di Bidakara, Jakarta Selatan, Rabu (20/4/2016).

Pernyataan itu disampaikannya menyusul ramainya pemberitaan Ahok yang lebih terkait dengan Pilkada 2017.

“Saya kira semua kepala daerah, mau maju lagi atau tidak dan terpilih lagi atau tidak, dia harus fokus terus sampai akhir masa jabatan,” tambahTjahjo.

Tjahjo mengaku khawatir urusan Pilkada mengganggu kinerja Ahok sebagai orang nomor satu di Ibu Kota. Meski demikian, Tjahjo sendiri menilai bahwa Ahok masih fokus menyelesaikan persoalan Ibu Kota. Hal itu dilihat saat Tjahjo mengunjungi Balaikota beberapa waktu yang lalu.

“Beliau sudah punya perencanaan. Menyangkut limbah, permukiman dan lain-lain, ya kami dukung. Silakan jalankan,” ujar Tjahjo. (jurnalpolitik)

Kebodohan Anti-Ahok Terungkap, Menyedihkan dan Memalukan! Begini Ceritanya...

Jakarta, Lensaberita.Net - Gubernur DKI Jakarta Ahok akan maju kembali di Pilkada DKI 2017. Namun, dua kasus hukum di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yaitu pembelian lahan RS Sumber Waras dan reklamasi Teluk Jakarta selalu dikaitkan kepada mantan Bupati Belitung Timur itu, khususnya bagi kelompok yang anti-Ahok.

Ilustrasi Penantang Petahana
Direktur Eksekutif Saiful Mujani Research and Consulting (SRMC) Djayadi Hanan mengatakan, ada kelemahan dari mereka yang anti-Ahok.

"Masih ada kelemahan bagi anti-Ahok. Mereka belum punya pemimpin yang jelas. Lawan Ahok belum jelas, maju dari partai belum ada. Dari independen belum ada selain Ahok, karena memang tak mudah maju di jalur independen," ujar Djayadi di kantornya, Jakarta, Minggu (17/4/16).

Menurut dia, untuk kasus RS Sumber Waras dan reklamasi tersebut bukan hanya menjadi isu hukum semata, tapi sudah menjadi isu politik.

"Bisa dilihat, Sumber Waras dan reklamasi bukan hanya hukum saja, tapi sudah jadi isu politik. Saya melihat dan menilai, sudah terjadi pembelahan yang tajam antara yang pro-Ahok dan anti-Ahok," ungkap Djayadi.

Karena itu, isu tersebut menjadi sangat penting untuk kedua kubu, terutama untuk kepentingan politik. Meski demikian, menurut dia satu kelompok lagi yaitu yang belum memihak, masih bimbang untuk masuk ke mana.

"Tetapi jangan lupa, ada kelompok pemilih yang masih cukup dingin dan belum memutuskan. Karena itu penting untuk mengelola isu ini, bagi anti-Ahok maupun pendukung Ahok," tandas Djayadi.

Src/liputan6

Ahok Makin Diserang, Makin Dicintai Rakyat! Fakta dan Bukti Ini Bikin Penantang Kejang - Kejang...

Lensaberita.Net - PANGGUNG politik jelang Pilkada DKI 2017 mulai tegang. Kasus pembelian lahan Rumah Sakit Sumber Waras, dan reklamasi pantai Utara Jakarta, semakin menaikkan tensi. 


Sejumlah tokoh bahkan berani berikrar melakukan hal-hal di luar akal sehat, hanya untuk mengomentari sosok Ahok, pemilik nama asli Basuki Tjahaja Purnama.

Misalnya Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Abraham Lunggana, berjanji akan memotong telinganya jika Ahok, berani menggugat BPK ke pengadilan terkait hasil audit pembelian sebagian lahan RS Sumber Waras. 

Selain itu, Kepala Bidang Advokasi DPP Partai Gerindra Habiburokhman, juga berkomentar lewat akun twitternya.

Ia berjanji terjun dari Monas apabila kelompok relawan "Teman Ahok", berhasil mengumpulkan 1 juta data KTP warga, sebagai syarat Ahok maju lewat jalur independen.

Meski serangan bertubi-tubi dialami, tingkat popularitas Ahok hingga saat ini masih tetap tinggi. Apa penyebab hal tersebut sampai terjadi? Berikut pandangan Pengamat Politik dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Arie Sudjito kepada wartawan JPNN.com, Ken Girsang, Jumat (15/4):

Apakah popularitas Ahok akan menurun dengan goyangan kasus Sumber Waras dan reklamasi pantai?

Tergantung, kalau Ahok digoncang ternyata dia enggak ada masalah, pasti cukup kuat (popularitas tetap tinggi,red). Memang pasti banyak yang akan menyerang Ahok dengan posisinya saat ini. Kalau misalnya Sunny (staf khusus Ahok Sunny Tanuwidjaja,red) kena (terbukti terlibat kasus suap anggota DPRD Mohammad Sanusi,red), popularitasnya (Ahok,red) pasti menurun. 

Jadi nanti kita lihat, kalau cuma begitu-begitu saja dan dia bukan menjadi bagian korupsi, its ok. Kalau diseret ke hukum dan sampai melibatkan banyak hal, pasti akan terpengaruh. Pasti ada kaitan, strategi bermanuver hukum dengan pencalonan ini. Kalau bersih, pasti akan diterima di publik. 

Sebenarnya apa yang disukai masyarakat dari figur Ahok?

Secara umum, ketegasan, integritas dan keberanian Ahok. Karena selama ini banyak kandidat atau katakanlah kepala daerah lain, tidak berani membuat langkah yang memang membutuhkan peran besar. Kelebihan Ahok itu, ia mampu menunjukkan ke publik bahwa dia berani dan konsisten. 

Apakah ada tokoh yang mampu mengimbangi popularitas Ahok?

Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mungkin juga lumayan bersih, tapi tak sekeras Ahok, karena kompleksitas (permasalahan di Bandung,red) tak sekeras di Jakarta. Risma juga berani. Sekarang ini yang dibutuhkan berani dan bersih. itu saja sebenarnya. Kalau soal program, bisa memanggil ahli, biasa saja sebetulnya. Ahok ini bersih dan berani.

Jadi sebenarnya yang didambakan masyarakat itu tokoh harus bersih dan berani?

Iya, selama ini masyarakat tak disodorkan tokoh bersih dan berani. Kalau ini terpenuhi, pasti akan dipilih. Kandidat juga harus nekat. Selain itu punya stragegi tim yang dahsyat. Rakyat itu tidak bodoh. Selama ini kan banyak yang masih berpikir hanya dengan memberikan uang, masyarakat akan memilih. 

Jadi intinya, kandidat harus tokoh fenomenal dan memang harus dikampanyekan dengan cara-cara yang bagus juga. Itu kuncinya. Sekarang ini model kepemimpinan itu berani dan bersih. Kalau cuma bersih, enggak bisa. Cuma pamer kebaikan enggak bisa. Harus berani. Karena berani itu bisa mengubah keadaan. kalau cuma bersih, belum tentu dapat mensejahterakan masyarakat. Banyak kasus di daerah, itu kepala daerahnya orangnya baik. Tapi enggak mengubah apa-apa. Jadi rakyatnya enggak ada perubahan.

Apakah sikap para tokoh menyerang Ahok mampu mengurangi elektabilitasnya?

Itu keliru, harusnya jangan menyerang. Sekarang ini yang bisa menghentikan orang jujur dan berani, hanya proses hukum. Itu baru rakyat mikir. Tapi kalau enggak, enggak bisa. Diumpan apapun tak bisa. Terutama kalau itu (kasusnya ditangani,red) KPK, itu masih memungkinkan (dapat menurunkan elektabilitas Ahok,red).

Bagaimana dengan kasus penggusuran Luar Batang, apakah tak akan mempengaruhi tingkat popularitas Ahok?

Kalau terkait rakyat, pasti rakyat akan marah. Cuma pertanyaannya, apakah (dalam mlakukan itu,red) dia buat konsesi. Misalnya solusi bagi mereka yang digusur. Kalau itu diberikan, tak terlalu berpengaruh. 

Saya kira Ahok saat ini sedang membangun sistem, cuma kadang-kadang dianggap keras. Tapi inilah tantangannya, karena banyak konflik kepentingan. Seperti kasus (penggusuran,red) Kalijodo, Ahok sebetulnya menghadapi pelaku bisnis, tak berhadapan dengan rakyat. Jadi karena Ahok sedang bangun sistem, tak akan senangkan semua pihak. Nah yang penting Ahok berpikir adil dan menjawab masalah. Jangan sampai berpikir liberal.

Apakah kandidat seperti Yusril Ihza Mahendra dan Sandiaga Uno bisa menyaingi popularitas Ahok?

Susah, berat itu. Karena enggak punya track record keberanian. Yusril kan pernah jadi menteri, tapi enggak terlihat terobosan yag dilakukan. Demikian juga Sandiaga, reputasinya belum terlihat luarbiasa. Tapi untuk tampil (sebagai kandidat bakal calon gubernur,red), ya bisa-bisa saja

Dilansir dari Laman JPNN

Sejumlah selebritis ikut terjun dalam pilkada



Raih 55% suara dalam hitungan cepat sejumlah lembaga survei pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jambi Zumi Zola dan Fachrori Umar sukses ungguli Hasan Basri dan Edi Purwanto yang memperoleh 40% suara. Di kota Palu Sulawesi Tengah Pasangan Hidayat dan Sigit Purnomo Said alias Pasha Ungu juga raih suara terbanyak dalam calon Wali kota dan Wakil Walikota raih 37% suara pasangan ini berhasil