BeritaSeo: kematian

Rachmawati : SAYA TERSINGGUNG BERAT Megawati Bawa si AHOK ke Makam Bung Karno

Rachmawati : SAYA TERSINGGUNG BERAT Megawati Bawa si AHOK ke Makam Bung Karno

Beritahangat5 - Rachmawati : SAYA TERSINGGUNG BERAT Megawati Bawa si AHOK ke Makam Bung Karno

Beritahangat5, JAKARTA - Rachmawati Soekarnoputri mengutarakan kekecewaannya untuk kakaknya, Megawati Soekarnoputri, yg menggandeng Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok ke makam ayah mereka di Blitar, Jawa Timur, Senin (10/10/2016).

"Saya tersinggung berat. Orang kayak demikian kok diajak aja. Ngapain diajak?" kata Rachmawati di rumahnya di jalan Jati Padang Raya, Jakarta Selatan, Rabu (12/10/2016).

Rachmawati mengucapkan, telah jadi wawasan luas bahwa dirinya senantiasa berseberangan dengan Megawati.

Dalam Pilkada DKI 2017, Megawati pilih untuk usung Ahok, tokoh yg kerap dikritik keras oleh Rachmawati.

Rachmawati tertawa saat ditanya apakah ia kembali akan menggandeng Anies-Sandiaga ke makam ayahnya.

Ia mengemukakan hal itu pun mesti dibicarakan, termasuk juga pertanyaan apakah Rachmawati akan menjadi bagian dari tim pemenangan Anies-Sandiaga.

Ketua umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Megawati Soekarnoputri menggandeng sejumlah pasangan calon gubernur dan calon gubernur yg diusung partainya untuk pilkada serentak 2017 berziarah ke makam Presiden pertama RI, Soekarno, di Blitar, Jawa Timur, Senin lalu.

Pasangan cagub dan cawagub tersebut merupakan Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat (DKI Jakarta), Rano Karno-Embay Mulya (Banten), Hana Hasanah-Tony Yunus (Gorontalo), Rustam-Irwansyah (Babel), Ali Baal Masdar (Sulbar), dan Dominggus Mandacan (Papua Barat).


 Bandar Togel Terpercaya - www.Sakuratoto.com


Bandar Togel Terpercaya - www.Sakuratoto2.com

Asisten Rumah Tangga Bunuh Diri Usai Dapat Bisikan Gaib Tengah Malam

Asisten Rumah Tangga Bunuh Diri Usai Dapat Bisikan Gaib Tengah Malam

Beritahangat5 - Asisten Rumah Tangga Bunuh Diri Usai Dapat Bisikan Gaib Tengah Malam

Beritahangat5, JAKARTA - seorang asisten rumah tangga bernama Wayan Wati, masyarakat Lampung Selatan ditemukan tewas gantung diri, Sabtu (8/10/2016) pukul 07.35 WIB di kamar Apartemen Taman Rasuna Tower 10 lantai 9 satuan 9A.

Atas tewasnya korban, Polsek Setiabudi langsung lakukan olah TKP, dan membawa jenazah korban ke RSCM juga periksa kaum saksi.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Awi Setiyono membuktikan� adanya peristiwa tertera. Sejauh ini ada tiga saksi yg diperiksa.

"Tiga saksi yg diperiksa adalah NK, yg menjadi asisten rumah tangga dan suami istri majikan dari korban," tutur Awi Setiyono.

Dari hasil pemeriksaan tiga saksi diketahui, permasalahan awal pukul 05.30 WIB, saksi NK
melihat korban bangun tidur dan langsung mandi.

Selanjutnya sesudah mandi saksi NK melihat korban masuk ruang kamar tidur.

Sementara saksi NK sedang cuci piring.

Pukul 06.15 WIB, majikan korban memanggil saksi NK dan menyuruh saksi NK membangunkan korban yg biasanya tidur di ruang kamar tidur dgn anak majikannya.

Saat saksi NK buka pintu, saksi menemukan korban telah tergantung dengan posisi terikat tali hordeng jendela.

Kemudian saksi NK menceritakan peristiwa itu kepada majikannya. lalu diteruskan ke keamananan apartemen.

"Dari hasil pemeriksaan sementara, ada bengkak lebam di mata kiri korban. bagian lidah korban tergigit. Korban mengenakan ‎kaos hitam, celana pendek. Tali hordeng jendela juga sebagai alat gantung diri, disita polisi," kata Awi Setiyono.

Awi Setiyono menambahkan menurut keterangan majikan korban yg juga pemilik apartemen, tempo hari tengah malam, korban mengaku mendapat bisikan.

Namun narasi korban tak ditanggapi betul-betul oleh sang majikan.

"Polsek Setiabudi masih mendalami motif bunuh diri yg dilakukan korban," ucap mantan Kabid Humas Polda Jawa Timur itu.


Bandar Togel Terpercaya - www.Sakuratoto.com


Bandar Togel Terpercaya - www.Sakuratoto2.com

TERIAKAN AYAH MIRNA KEPADA SAKSI AHLI!!!


BeritaHangat5 - Ayah Wayan Mirna Salihin, Darmawan Salihin meneriaki ahli patologi forensik asal Australia Prof Beng Beng Ong. Dirinya menakut-nakuti saksi dari kubu Jessica dengan ancaman penjara seandainya kesaksian yang dia berikan bohong.

"Seven years, go to jail," ucap Darmawan Salihin di Pengadilan Negara Jakarta Pusat, Senin (5/9/2016) malam.

Pada Awal Mulanya, Prof Beng Beng Ong menyebut bahwa kematian Mirna bukanlah lantaran sianida. Beliau menyebutkan, sensor pada jasad Mirna tidak kumplit.

Ahli Patologi Forensik dari Kampus Queensland, Brisbane, Australia itu, membeberkan analisisnya yang berdasarkan pada penelitian & data yg dirinya kumpulkan, menyimpulkan bahwa Mirna tidak mati sebab sianida.

Waktu hakim tanya, apa ringkasan saksi ahli kepada kematian Mirna. Dirinya menyebutkan dengan percaya bahwa anak entrepreneur itu mati sebab factor lain.

"Saya bakal mengatakan bahwa sangat besar kemungkinannya kematian (Mirna) ini tak disebabkan sianida," tutur Beng Ong dalam kesaksiannya memakai bahasa Inggris yg diterjemahkan penerjemah dalam sidang terdakwa Jessica Wongso di Pengadilan Negara Jakarta Pusat, Senin (5/9/2016).

"Seven years, go to jail," kata Darmawan menimpali.

Sidang sempat terjadi riuh, kala jaksa penuntut umum mempertanyakan visa, dimana Beng Beng Ong tinggal, apa yg Beng Beng makan, & apakah ia dibayar oleh pihak Jessica buat kesaksiannya.

"Ini sudah tak etis," protes Otto Hasibuan.

Kericuhan itu berlanjut, sampai persoalan apakah Beng melanggar pasal keimigrasian saat memberikan saksi.

Hakim segera menengahi perseteruan itu. Binsar menyatakan, bila jaksa keberatan atas saksi yg dihadirkan, mestinya sedari awal telah ajukan keberatan, bukan ketika persidangan.

"Kalau jaksa ingin memperkarakan soal visanya, mari sesudah sidang ini, dikarenakan saksi ini telah kita dengar, sehingga sidang kita teruskan," ucap Binsar.

Wayan Mirna Salihin tewas usai menyeruput es kopi Vietnam mengandung sianida di Kafe Olivier, Grand Indonesia, Jakarta Pusat terhadap 6 Januari 2016. Sahabat Mirna, Jessica Wongso waktu ini jadi terdakwa dalam kasus dugaan pembunuhan berencana ini.



Pada Sidang Yang Ke-17, Jessica Kumala Wongso Menangis. Kenapa??



BeritaHangat5 - Drama sempat berlangsung terhadap sidang lanjutan kasus kopi bersianida di Pengadilan Negara Jakarta Pusat, Kamis (1/9/2016).

Terdakwa Jessica Kumala Wongso sempat menangis kala mendengar keterangan ahli kriminologi UI, Profesor Ronny Nitibaskara.

Kenapa begitu?

Jessica Wongso pernah menangis sebab Ronny, berdasarkan keahliannya, menyimpulkan bahwa Jessica berpotensi terbesar yang merupakan peracun Mirna Salihin.

Ronny menyambung bahwa Jessica miliki sifat pendendam.

Pernyataan ahli soal gestur pendendam dipertanyakan kuasa hukum Jessica.

Di akhir persidangan, Jessica membantah keterangan ahli yang serta ditanggapi lagi oleh ahli sebelum selanjutnya dilerai hakim.



Ternyata Inilah Pembunuh Mirna Versi Pengacara Jessica!!


BeritaHangat5 - Kuasa Hukum Jessica Kumala Wongso, Otto Hasibuan tiba-tiba melempar bola panas dalam persidangan pembunuhan Wayan Mirna Salihin. Dia menyatakan Barista Cafe, Rangga, pernah menerima uang Rp 140 juta untuk membunuh Mirna.

“Dalam BAP bahwa Anda pernah didatangi seseorang bahwa menerima uang Rp 140 juta dari Arief (suami Mirna) untuk membunuh Mirna,” kata Otto dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (17/8).

Mendengar itu, Rangga mengaku memang sempat didatangi seseorang ke kafe lalu menuduhnya menerima uang Rp 140 juta dari Arief. Saat itu belum jam operasional, pria yang tak dikenali identitasnya bicara dengan n>comada tinggi.

Rangga mengaku ada seseorang dengan pakaian loreng-loreng, namun dirinya tak mau menyimpulkan kalau itu dari aparat kepolisian. Menurutnya, semua kejadian itu sudah dilaporkannya ke Polda Metro Jaya.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ardhito, menegaskan, Rangga tak pernah menerima imbalan dalam bentuk apapun termasuk uang.

“Di mana saat membuat BAP, psikolog itu ada kesimpulannya bahwa Rangga salah satunya tidak memiliki potensi melakukan tindak kekerasan. Katanya dapat uang tapi setelah dicek tidak ada,” kata Ardhito

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Krishna Murti membantah bila dalam BAP ada keterangan yang menyebut Rangga mendapat aliran uang 140 juta. Krishna pun berusaha meluruskan pemberitaan seputar aliran dana tersebut.

Krishna menjelaskan, saat itu ada wartawan yang mendatangi Rangga, bukan polisi seperti yang disampaikan Otto Hasibuan. Wartawan tersebut tiba-tiba bertanya kepada Rangga apakah benar dia menerima uang Rp 140 juta untuk upah meracuni Wayan Mirna Salihin.

Pertanyaan wartawan itu membuat Rangga tertekan karena dia seolah-olah dituduh sebagai pembunuh Mirna.

“Saat itu Rangga curhat ke psikiater ada wartawan yang menuduh dia, datengi dia dan bilang Rangga dapat transferan dari Arief (Suami Mirna), jadi itu curhatan Rangga di psikiater. Itu catatan medis dari psikiater,” tegasnya.

Krishna mengungkapkan bahwa pemeriksaan psikiater itu bukan hanya kepada Rangga, semua potensial suspect dalam kasus tersebut juga diperiksa.

“Jadi itu bukan hanya Rangga yang kami bawa ke psikiater, yang lain juga kami periksa, kami profile, supaya untuk mencari tahu keterangan itu valid atau tidak,” pungkas Krishna.

Namun bila diperlukan untuk meluruskan salah persepsi di persidangan Rabu kemarin, wartawan yang bertanya itu bukan tidak mungkin akan dihadirkan ke persidangan. Hal itu dilakukan untuk meluruskan dugaan aliran duit kepada Rangga sebagai upah meracuni Mirna.

“Enggak ada kok sampai sekarang uangnya jadi ya sudah. Enggak terbukti dikirim. Tapi kalau hakim minta dihadirkan, maka akan diurus,” tegasnya.

Arief Soemarko, suami Mirna membantah telah memberikan imbalan Rp 140 juta untuk barista kafe, Rangga. Dia menduga ada orang yang tidak suka dengan Kafe Olivier dan membuat kabar tersebut.

“Saya rasa itu ingin memeras kepada pihak Olivier dan ada pihak yang tidak suka dengan Olivier,” kata Arief usai menyaksikan sidang di PN Pusat, Kamis (28/8).

Arief menjelaskan tidak ada yang ditutupi dari hasil penyelidikan. “Itu kan ada di BAP Rangga dan di BAP Saya. Semua akun saya diambil, HP saya diambil dan diperiksa tidak ada apa-apa,” ungkap dia.

Arief juga membantah telah meracuni istrinya. “Tidak ada, polisi sudah profesional,” jelas dia.

Darmawan Salihin, ayah mendiang Wayan meyakini barista Olivier Cafe, Rangga, tidak pernah menerima uang Rp 140 juta. Darmawan mengatakan dalam rekening Rangga tidak ada bukti transfer uang sejumlah itu.

“Buktinya juga sudah saya print lengkap. Alamat orangnya juga udah ada lengkap, mau dibawa ke sini,” kata Darmawan di PN Pusat, Jakarta, Kamis (28/7).

Dia menuturkan, pihak Bank yang memeriksa rekening Rangga akan dihadirkan dalam persidangan untuk dikonfirmasi terkait kabar transfer Rp 140 juta untuk Rangga. “Bentar lagi orang Bank bakal dateng,” ungkap dia.

Resmiati resepsionis Olivier Cafe, menceritakan sosok Rangga. Dia tidak percaya jika Rangga menerima uang Rp 140 juta untuk membunuh Mirna. Menurutnya, Rangga adalah sosok yang baik hati.

“Rangga itu kayak anak kecil, baik lagi orangnya,” ungkap Resmiyati saat menjadi saksi dengan terdakwa Jessica yang diduga meracuni Mirna Salihin, di PN Pusat, Jakarta, Kamis (28/8).

Sosok Rangga juga dikenal ramah dan ringan tangan. “Dia itu kalo saya sedang meeting suka nawarin kopi,baik deh orangnya,” ungkap Resmiati.

Mengerika!!!! KUPJ VS Avanza, 6 Tewas di Tempat, Ini Fotonya


BeritaHangat5 - Kecelakaan maut hingga memakan korban jiwa kembali terjadi. Enam orang tewas di tempat kejadian akibat tabrakan hebat antara mobil jenis Avanza dan Bus KUPJ, Rabu (10/8/2016).

Kecelakaan yang terjadi sekitar pukul 10:45 WIB itu persis terjadi di Jalan Lintas Sumatera, Medan – Kisaran KM 126-127, Desa Kwala Gunung, Kabupaten Batubara, Sumatera Utara.

Sejumlah saksi mata menjelaskan, mobil Avanza BK 1718 ZK yang berpenumpang 9 orang datang dari arah Medan menuju arah Kisaran dengan kecepatan tinggi.

Namun, karena sopir mobil Avanza, Budianto (30) kurang konsentrasi, laju mobil jadi berjalan oleng dan terlalu ke bagian kanan jalan.

Akibatnya, Avanza menabrak Bus CV KUPJ berpenumpang 10 orang yang dikemudikan Suharyanto Aritonang (24) yang datang dari arah berlawanan.

Akibat tabrakan kuat itu, empat orang tewas di lokasi kejadian. Sedangkan dua orang tewas saat dirawat di rumah sakit. Sedangkan penumpang lainnya mengalami luka ringan dan berat.

“Petugas langsung membawa korban ke rumah sakit terdekat. Petugas juga mengatur arus lalu lintas. Penyebab pasti masih diselidiki. Enam orang meninggal dunia akibat kecelakaan itu,” jelas Kabid Humas Polda Sumut, Rina Sari Ginting.