BeritaSeo: Pariwisata

Pemprov Maluku Rencana Gelar Tour Seram

Ilustrasi
BERITA MALUKU. Tahun 2017 mendatang, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku merencanakan melaksanakan tour Seram untuk mengembangkan dan mengenalkan parawisata Maluku di mata dunia.

Kepala Bagian (Kabag) Humas, Biro Umum Provinsi Maluku, Bobby Palapia mengatakan, ada sejumlah kegiatan yang dilakukan dalam tour Seram, diantaranya lomba balap sepeda bertaraf international.

“Jadi tour Seram ini menjadi sarana strategis untuk mengangkat parawisata Maluku ke pentas dunia, Karena dengan tour Seram kita dapat mengekspos parawisata, budaya, kuliner yang ada di bumi raja-raja ini ke pentas dunia,” kata Palapia, Selasa (19/4/2016). 

Dijelaskan, etape balap sepeda dibagi menjadi beberapa rute, yakni dari kota Ambon – Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur, melalui Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) dan Maluku Tengah.

Menurutnya, lomba balap sepeda tersebut tentu harus didukung dengan infrastruktur jalan yang bagus. Untuk itu pihaknya akan berkoordinasi dengan Balai Jalan wilayah XI Maluku dan Maluku serta Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Maluku untuk memperbaiki jalan-jalan yang rusak.

“Kedepan kita akan koordinasikan hal ini untuk diperbaiki sesuai status jalan yang ditangani,” ucapnya.

Pemda Maluku Libatkan Unpatti Desain Kapal Parawisata

BERITA MALUKU. Pemerintah Daerah Provinsi Maluku melibatkan Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon untuk mendesain kapal parawisata. Kapal tersebut akan digunakan untuk melayari teluk Ambon.

“Jadi kita sudah melakukan pertemuan dengan pihak Unpatti. Mereka sudah bersedia dan mendesain kapal parawisata,” kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan (Bappeda) Maluku, Anthonius Sihaloho akhir pekan kemarin.

Sihaloho menjelaskan, untuk tahapan pertama akan melakukan studi kelayakan untuk pembuatan kapal parawisata yang memerlukan waktu empat bulan. Dimana anggaran studi kelayakan akan diusulkan dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P).

“Selain mendesain, Unpatti juga bersedia untuk membuat kapal parawisata dengan melibatkan pihak swasta. Dimana untuk pembangunannya berlangsung di Ambon dengan memanfaatkan lokasi penggalangan kapal Dok Wayame,” ucapnya.

Menurutnya, pembuatan kapal parawisata adalah untuk mendukung parawisata khususnya di Teluk Ambon. Ini akibat tidak beroperasinya feri Galala-Poka.

Kapal parawisata akan melayari sejumlah spot di teluk Ambon, yakni daerah Amahusu, Air Aalobar, Hallong dan Passo. Setiap spot akan dijual sejumlah produk khas Maluku.

“Jadi parawisata ini didalamnya terdapat tempat musik dan restorant yang semua bernuansa Maluku,” tuturnya.

Dirinya berharap dengan keberadaan kapal parawisata dan Jembatan Merah Putih akan mendukung parawisata Ambon, dan dapat menarik wisatawan dari Indonesia dan macan negara.

AMDAL Parawisata Banda Masuk APBD-P 2016

BERITA MALUKU. Salah satu indikator penunjang untuk menjadikan Banda sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) parawisata adalah Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL). Namun proses AMDAL sedikit mengalami terhambat akibat kekurangan anggaran.

“Olehnya itu, dalam tahun ini kita mengusulkan AMDAL masuk dalam APBD- Perubahan,” kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Maluku Anthinius, Sihaloho, Selasa (12/4/2016). 

Selain terkendala AMDAL, kata Sihaloho pihaknya sementara ini menyusun master plan, kajian ekonomi, lahan serta rekomendasi dari Bupati dan Gubernur untuk disampaikan ke Menko Perekonomian.

"Master plan sendiri sudah selesai disusun. Penyusunan master plan kami libatkan Badan Pengkajian Penerapan Teknologi (BPPT). Dan ditargetkan dalam tahun 2016 ini, seluruh proses persyaratan sudah selesai dirampungkan," katanya.

Selain menjadikan Banda sebagai KEK Parawisata, Pemerintah Provinsi Maluku dalam hal ini Bappeda Maluku, bekerjasama dengan Dinas Parawisata dan Ekonomi Kreatif menjadikan Banda sebagai salah satu destinasi kawasan parawisata nasional.

“Selama ini dari semua destinasi parawisata yang ada di Maluku, belum satupun masuk dalam destinasi parawisata nasional. Untuk itu, kita mengusulkan Banda tahun ini,” ucapnya.

Untuk prosesnya, Jelas Sihaloho sementara ini pihaknya sementara melakukan review dan profil parawisata Banda, sehingga harapan menjadikan Banda untuk masuk dalam salah satu destinasi parawisata nasional bisa terwujud. 

Lima Istana Paling Angker di Dunia


Istana merupakan sebuah bangunan besar atau mewah yang biasanya didiami oleh keluarga kerajaan, keluarga konglomerat, keluraga kepala negara atau petinggi lainnya. Dengan bangunan yang menjulang tinggi dan sangat luas sekali menjadikan istana sebagai tempat yang paling sempurna, terlebih biasanya arsitektur dan juga furniture yang ada dalam istana adalah barang mewah dan kelas dunia.



Di dunia

Visit Blora 2016 : Asyiknya Berburu Cahaya Surga di Goa Terawang Todanan

Beberapa pengunjung Goa Terawang sedang hunting foto di bawah sinar matahari seperti cahaya surga. (foto: munir)
BLORA. Goa Terawang yang merupakan salah satu pesona wisata alam Kabupaten Blora di Kecamatan Todanan ternyata memiliki potensi keindahan tersendiri disaat sinar matahari pagi menembus dinding goa. Banyak yang mengatakan masuknya sinar matahari ke dalam goa layaknya pancaran sinar surga menuju bumi.

M Taufiq (37) salah satu wisatawan sekaligus penghobi fotografi asal Randublatung mengaku sengaja jauh-jauh ke Todanan untuk berburu siluet cahaya matahari yang masuk ke celah dinding goa saat pagi hari.

“Goa Terawang yang berada di bawah hutan jati ini memang sangat bagus digunakan sebagai lokasi hunting foto terutama saat pagi hari sekitar jam 08.00 WIB hingga 10.00 WIB. Sinar matahari pagi yang menyinari hutan diatasnya tembuh masuk ke dalam goa menciptakan suasana khas yang kami sebut sinar surga. Paling cocok untuk pre wedding,” kata Taufiq, Minggu (14/2).

Keindahan Goa Terawang di Desa Kedungwungu Kecamatan Todanan yang
unggul dengan potensi sinar surganya. (foto: teg-infoblora)
Begitu juga dengan Diarta (25) penyuka fotografi lainnya. Ia bahkan ingin melakukan sesi pre wedding di dalam Goa Terawang yang berada di Desa Kedungwungu ini. “Berada di bawah pancaran sinar matahari yang tembus ke dalam goa itu seperti malaikat yang turun dari surga, bagus mas,” ucapnya.

Berdasarkan keterangan yang berhasil dihimpun dari warga sekitar, memang banyak penghobi foto yang berdatangan untuk berburu sinar pagi matahari di dalam Goa Terawang. Beberapa waktu lalu komunitas dokter penggemar fotografi dari Bandung juga pernah hunting bersama di dalam goa.

Untuk diketahui, Goa Terawang yang berada di kawasan hutan Perhutani KPH Blora ini terbentuk karena adanya endapan batu kapur yang berumur kurang lebih 10 juta tahun yang lalu. Lokasi goa berada di lahan Perhutani seluas 13 hektar, jadi satu dengan kompleks goa lainnya seperti goa bebek, goa macan, goa banyu, dll.

Akses menuju Goa Terawang bisa ditempuh melalui Jl.Blora-Purwodadi. Sesampainya di Tugu Tani Desa Gagakan depan Puskesmas Kunduran, para wisatawan bisa belok kanan arah utara ke Kecamatan Todanan dengan jarak sekitar 8 km. (tio-infoblora)

Air Terjun Kedung Mansur, Potensi Wisata Alam Blora Milik Perhutani Terbengkalai

Salah satu warga Blora yang mengunjungi air terjun Kedung Mansur, kemarin.
(foto: tio-ib)
BLORA. Jika menjelajah ke pedalaman hutan Kabupaten Blora, sebenarnya ada banyak potensi wisata alam yang bisa dikembangkan menjadi objek wisata alternatif untuk menghilangkan rasa penat dikala akhir pekan datang. Namun sayangnya potensi wisata alam milik beberapa KPH Perhutani di Blora ini banyak yang belum tergarap dengan baik.

Seperti yang dijumpai oleh Info Blora saat berkunjung ke air terjun Kedung Mansur yang berada di wilayah BKPH Temanjang, Perhutani KPH Randublatung, Minggu (31/1). Dimana secara administratif masuk wilayah Desa Jatisari Kecamatan Banjarejo Blora. Ternyata keadaan air terjun jauh dari kesan pengelolaan yang bagus, bisa dikatakan terbengkalai. Luput dari perhatian Perhutani selaku pemilik lahan.

Akses untuk menuju lokasi air terjun setinggi 10 meter ini pun harus ditempuh dengan waktu 1 jam melewati jalan Perhutani yang berbatuan, membelah hutan KPH Randublatung untuk menuju Desa Jatisari. Lokasinya berada di selatan Kota Blora berjarak sekitar 20 km.

Paling mudah melewati Jl.Blora-Randublatung km 10, setibanya di pertigaan pos hutan Semenggah belok kanan masuk jalan Perhutani yang kondisinya berbatuan sejauh 5 km. Sesampainya di pertigaan pos perhutani, ambil kiri arah Desa Jatiklampok dan Desa Jatisari. Disini akses jalan sudah lumayan bagus berupa blok beton 2 lajur, sedangkan jalan di dalam desa sudah beraspal.

Air terjun Kedung Mansur sendiri berada di selatan Desa Jatisari, tepatnya di selatan Pos Perhutani BKPH Temanjang. Berdekatan dengan Wisma Temanjang, sebuah komplek agrowisata milik perseorangan yang di dalamnya juga terdapat sebuah sendang atau sumur tua.

Menurut Warso (65) salah satu penjaga Wisma Agro Wisata Temanjang milik Sumindar seorang pengusaha sukses asal Blora yang kini berada di Surabaya, mengatakan bahwa air terjun Kedung Mansur merupakan aset milik Perhutani KPH Randublatung.

“Air terjun ini milik Perhutani. Dahulu banyak dikunjungi warga untuk menikmati suasana alam bahkan tak jarang pengunjung menyempatkan mandi di bawah air terjun. Namun hingga saat ini tidak ada penataan dan pengelolaan yang serius dari Perhutani. Minim fasilitas sehingga semakin sepi. Akses menuju air terjun pun harus lewat komplek Wisma Agro Wisata Temanjang milik Pak Mindar ini,” ucap Warso.

Sementara itu, Riyo (24) salah satu pengunjung yang saat itu berada di air terjun Kedung Mansur berharap agar kedepan Perhutani KPH Randublatung bisa mengelola potensi wisata alam ini dengan baik.

“Kalau tidak bisa mengelola sendiri, ya dikerjasamakan dengan Dinas Periwisata milik Pemkab sehingga bisa menjadi alternatif wisata alam kehutanan. Apalagi lokasi air terjun ini juga tidak jauh dengan situs budaya Jati Gong dan Jati Denok yang dikenal sebagai situs pohon jati raksasa berusia ratusan tahun,” harapnya. (tio-infoblora)