BeritaSeo: nusantara

Padahal Sudah Keluar IMB-nya, Pembangunan Masjid Malah Harus Ikuti Syarat Persekutuan Gereja-gereja Jayawijaya! HAM... Mana Dirimu? Mandul Kalau Islam Yang Dirugikan

ilustrasi


Semua pihak akhirnya bersepakat untuk meneruskan rencana pembangunan Masjid Agung Baiturahman Wamena. Kesepatakan menjadi hasil dari Pertemuan Bupati dan Wakil Bupati Jayawijaya dengan beberapa tokoh pada Kamis (03/03) di ruang kerja Bupati.

Pertemuan digelar menyikapi tuntutan dari Persekutuan Gereja-gereja Jayawijaya (PGGJ) agar rencana itu tidak dilanjutkan pada Kamis (25/02) lalu. Hadir dalam kesempatan ini, forum komunikasi pimpinan daerah Jayawijaya, Majelis Ulama Indonesia (MUI), panitia pembangunan masjid, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Jayawijaya, Persekutuan Gereja-Gereja Jayawijaya (PGGJ), pimpinan 15 denominasi gereja dengan seluruh komponen, serta pihak Kementerian Agama dan DPR Papua.

Dalam pertemuan itu, disepakati  bahwa pembangunan Masjid Baitur Rachman Wamena akan dilanjutkan dengan sedikit perubahan pada luas bangunan dan tinggi menara.  Rencana awal panitia pembangunan masjid adalah dua lantai dengan ukuran 40×40 M2. 

“Dari pertemuan itu diputuskan pembangunan masjid tetap akan dilanjutkan, dengan catatan jika awalnya tinggi kubah dan menara masjid 20 meter, akhirnya diturunkan jadi 15 meter,” kata Bupati Jayawijaya, John Wempi Wetipo sembari mengatakan bahwa IMB yang sudah dikeluarkan akan disesuaikan.

Bangunan yang awalnya dua lantai juga diubah menjadi satu lantai saja. Luas bangunannya yang semula 40 meter persegi, disepakati menjadi 25 meter persegi, tidak termasuk sayap kiri kanan, masing-masing 6 meter. Totalnya luas bangunan kurang lebih 38 meter. 

“Keputusan ini kita sepakati bersama, dan kita akan jalani. Saya meminta kepada panitia pembangunan Masjid, untuk revisi kembali gambar yang sudah disampaikan pada pemerintah dan disampaikan lagi untuk kita menerbitkan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) pengganti yang sudah kita terbitkan sebelumnya,” katanya.

 Adapun tuntutan PGJJ terkait jilbab, TOA, musolla tanpa izin, dan lainnya tidak dibahas Bupati karena poin-poin tersebut udah dicabut oleh PGJJ dihadapan Kapolda di Jayapura.  John Wempi berharap masalah ini tidak dilebih-lebihkan. Sebab, poin-poin tuntutan PGGJ kepada pemerintah sudah selesai dan dicabut yang ditandai penandatanganan kesepakatan.

“Sembilan poin tuntutan itu sudah selesai di Polda beberapa waktu lalu. Semua menandatangani surat, sudah dicabut. Jadi, masing-masing pihak, baik tuntutan dari umat muslim Pegunungan Tengah Papua yang telah menyampaikan tuntutan maupun dari PGGJ, masing-masing telah mencabut. Itu sudah tidak lagi,” katanya.

 “Dengan adanya putusan ini, saya harap semua masyarakat menerimanya. Saya rasa masyarakat di lembah ini tahu adat dan budaya. Kalau ada masalah kita bisa bicarakan di Honai Adat. Di Polda juga saya sampaikan bahwa kembalikan hal ini kepada saya karena saya orang adat, saya orang budaya, kita akan putuskan di Honai kita sendiri. Jadi, hari ini kita putuskan dan saya kira akan diterima semua pihak dan ini keputusan yang terbaik,” lanjutnya.

Ketua PGGJ, Pendeta Abraham Ungirwalu mengakui bahwa setelah dilakukan perundingan bersama di Polda, semua pihak sepakat untuk tidak saling menuntut. Soal perubahan dan perkembangan pembangunan masjid, PGGJ menyerahkan sepenuhnya kepada pemerintah daerah untuk diputuskan secara bijak.

“Kami sudah saling memahami dan menerima satu dengan yang lain sebagai bagian dari satu kesatuan yang tidak terpisahkan. Kami tetap memiliki komitmen untuk tetap membangun kebersamaan dan cinta kasih dalam keberagaman,” katanya.

Pihaknya mengharapkan agar terus meningkatkan perdamaian dan kerukunan serta membangun relasi yang baik antara semua pihak.

“Kami juga akan menyampaikan semua kesepakatan ini kepada jemaat-jemaat dari 15 denominasi Gereja di Jayawijaya, sehingga menjadi ketentuan dan kesepakatan bersama yang bisa mencapai arus bawah. Dengan demikian suasana kondusif dirindukan bersama terpelihara dengan baik,” katanya.

Sementara itu, Ketua MUI Jayawijaya, Solehudin mengatakan kesepakatan bersama ini sangat bijak. “Dengan adanya kesepakatan ini, saya mengimbau kepada seluruh umat Islam di Jayawijaya dan lebih umum di pegunungan tengah untuk menerima dan mengetahui serta melaksanakan sebaik-baiknya,” katanya.

Dirjen Bimas Kristen Kementerian Agama RI, Oditha R Hutabarat mengharapkan keputusan bersama itu menguntungkan semua pihak, baik pihak muslim maupun pihak kristen.

“Dari panitia pembangunan Masjid, maupun FKUB dan PGGJ juga menerima apa yang bupati akan putuskan,” katanya.

Sumber: mimbarumat

Selamat Atas Penghargaan KONI Award Wali Kota Solo


Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo menerima penghargaan KONI Award dalam Rapat Anggota Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Tahun 2016 di Gedung Serbaguna Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Senin (7/3).

Penghargaan diserahkan langsung oleh Ketua Umum KONI Pusat, Mayjen TNI (Purn), Tono Suratman di hadapan para peserta dan undangan perhelatan akbar olahraga nasional itu.

“Dengan penghargaan ini saya diberikan beban oleh KONI Pusat agar pembinaan olahraga di Solo makin meningkat. Selama ini pembinaan olahraga di Solo berjalan dengan baik karena sepenuhnya diserahkan kepada KONI. Kami di eksekutif hanya menggelontorkan dana,” kata FX. Rudyatmo usai menerima Anugerah KONI Pusat sebagai Pelopor Bidang Pengembangan Olahraga.

Menurutnya, ada empat cabang olahraga yang dikelola mandiri. Namun dia merasakan betapa beratnya mengurus olahraga itu. Untuk itu dia berharap pemerintah memberikan perhatian terhadap olahraga.

Bukan hanya dengan menambah dana olahraga namun juga memberikan jaminan kepastian masa depan terhadap atlet berprestasi. Bisa ada jaminan nantinya atlet diterima sebagai PNS, pegawai BUMN/BUMD, TNI dan Polri.

“Di Solo para atlet ada yang disekolahkan kemudian diberi pekerjaan,” jelas dia

Sumber: beritasatu

Baru Kelar, Riau Tetapkan Status Siaga Darurat Kebakaran Hutan Lagi

ilustrasi


Pemerintah Provinsi Riau menetapkan status siaga darurat kebakaran lahan dan hutan sebagai upaya untuk mempercepat pencegahan dan penanggulangan kebakaran.

"Beberapa kabupaten/kota di Riau sudah menetapkan siaga darurat kebakaran lahan, maka kita mengakomodirnya untuk disampaikan ke pusat," kata Pelaksana Tugas Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman di Posko Kebakaran Lahan dan Hutan Pangkalan Udara Roesmin Nurjadi Pekanbaru, Senin.

Selain itu, status siaga darurat ini juga untuk mempercepat penanggulangan dan pencegahan kebakaran lahan.

Sebelumnya sebanyak enam daerah telah menetapkan status siaga darurat kebakaran lahan dan hutan. Keenam daerah itu adalah Meranti, Bengkalis, Dumai, Rokan Hilir, Siak dan Pelalawan. Sementara itu, khusus untuk status siaga darurat kebakaran lahan dan hutan Riau akan diberlakukan selama tiga bulan mendatang.

Menurutnya, langkah tersebut diambil setelah mempertimbangkan sejumlah hal seperti prediksi Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika Stasiun Pekanbaru yang menyatakan bahwa curah hujan wilayah utara Riau terus menipis.

Lebih lanjut, ia mengatakan dengan ditetapkannya status tersebut, selain memaksimalkan proses pemadaman juga dapat memaksimalkan upaya pencegahan termasuk sosialisasi ke masyarakat.

Menurutnya, kebakaran lahan dan hutan yang terjadi pada 2016 ini akibat dari minimnya sosialisasi ke masyarakat. Hal tersebut diamini oleh Panglima Daerah Militer I/Bukit Barisan Mayor Jenderal TNI Lodewyk Pusung yang turut hadir dalam penetapan status siaga tersebut.

"Tidak ada titik api yang muncul karena terbakar. Pasti karena dibakar," tegasnya.

sumber: covesia

Di Hari Nyepi, Bandara Ngurah Rai Tutup Selama 24 Jam

ilustrasi


Bandar Udara Internasional Ngurah Rai, Bali, tutup selama 24 jam pada Hari Raya Nyepi pada Rabu, 9 Maret 2016.

"Untuk menghormati umat Hindu yang melaksanakan Nyepi, Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai akan menghentikan seluruh pelayanan di bandara," kata Pelaksana Tugas Sementara General Manajer PT Angkasa Pura I Ngurah Rai, Subakir, di Kuta, Kabupaten Badung, Senin.

Operasional salah satu bandara tersibuk di Tanah Air itu berhenti mulai Rabu (9/3) pukul 06.00 Wita hingga Kamis (10/3) pukuk 06.00 Wita.

Penutupan bandara tersebut telah diinformasikan kepada seluruh pelaku penerbangan di dunia dengan dikeluarkannya surat peringatan kepada pelaku penerbangan atau "Notice to Airmen" (Notamn) bernomor A-0087/16 yang dipublikasikan sejak 15 Januari 2016, diterbitkan oleh AirNav Indonesia bekerja sama dengan Angkasa Pura Ngurah Rai.

Selama 24 jam penutupan bandara itu, sebanyak 387 jadwal penerbangan reguler tidak beroperasi yang terdiri dari 229 penerbangan domestik dan 158 penerbangan internasional.

Penerbangan domestik yang tidak beroperasi tersebut di antaranya dilayani Garuda Indonesia sebanyak 80 jadwal, Lion Air (55), AirAsia Indonesia (25), Citilink (23), dan Wings Air (32).

Sedangkan penerbangan internasional yakni Garuda Indonesia sebanyak 24 penerbangan tujuan Singapura, Perth, Melbourne, Sydney, Incheon, Kansai, Narita dan Hong Kong.

Selain itu juga di antaranya Jet Star Australia sebanyak 18 penerbangan, Virgin Australia (9), AirAsia Indonesia (22), AirAsia Berhad (6), Air Asia Extra (3), Emirates Airways (1), Qatar Airlines (5), Royal Brunei (2), China Southern (4), Cathay Pasific (2), Hong Kong Airlines (6), Tiger Air (4), Xiamen Airlines (2), Korean Air (4), Malaysia Airlines (7), Malindo Air (4), Silk Air (2), Singapore Airlines (8), Thai Airways (2) yang menuju kota-kota besar di seluruh dunia.

Meski ditutup 24 jam baik penerbangan reguler maupun carter, namun pengelola tetap menyiapkan 218 petugas operasional di bandara itu untuk berjaga selama masa penutupan termasuk mengantisipasi adanya penerbangan darurat mengingat bandara itu merupakan bandara alternatif.

"Apabila memang terjadi pendaratan karena alasan teknis, mengacu kepada edaran Gubernur Bali, maka para awak pesawat dan penumpang akan dikondisikan untuk tetap berada di dalam wilayah bandara," ucapnya.

Bandar Udara Internasional Ngurah Rai untuk pertama kalinya ditutup pada tahun 2000 untuk menghormati umat Hindu menyambut Hari Raya Nyepi mengacu pada Surat Dirjen Perhubungan Udara Nomor AU/2696/ DAU/1796/99 pada 1 September 1999.

Umat Hindu melakanakan Catur Brata Penyepian, yakni empat pantangan (larangan) yang wajib dilaksanakan dan dipatuhi yakni tidak melakukan kegiatan/bekerja (amati karya), tidak menyalakan lampu atau api (amati geni), tidak bepergian (amati lelungan) serta tidak mengadakan rekreasi, bersenang-senang atau hura-hura (amati lelanguan).

Sumber: antara

Saat GMT, Ini yang Diyakini Masyarakat Dayak

ilustrasi


MENYAMBUT fenomena alam Gerhana Matahari Total (GMT) yang diyakini terjadi setiap 375 tahun sekali, ada beragam cara dan keyakinan yang dilakukan masyarakat saat fenomena tersebut terjadi.

Salah satunya masyarakat Suku Dayak Ngaju di Kalteng, yang meyakini saat terjadinya GMT, maka di saat itu pula matahari sedang ditelan Bulan atau Taluh (Makhluk) atau disebut Rahu, begitu pula sebaliknya ketika terjadi Gerhana Bulan.

Ada beberapa cerita dan ritual unik yang berkembang berdasarkan kisah para orang tua terdahulu, seperti yang dicerikatakan oleh salah seorang Tokoh Masyarakat Suku Dayak Ngaju, yang juga sebagai Ketua Majelis Daerah Agama Hindu Kaharingan Palangkaraya Parada L KDR.

Dikisahkannya, pada masyarakat Dayak yang sering dilakukan ritual adalah Gerhana Bulan. Dalam keyakinan suku Dayak Ngaju, khususnya masyarakat Hindu Kaharingan di Kalteng ada suatu cerita. Untuk gerhana bulan, ada cerita tentang Tatu Asun Bulan (salah satu leluhur suku Dayak Ngaju) dari pertama dia dikandung oleh ibunya sampai pada saat dia dilahirkan, ada yang namanya Puput Harung Kiang (alat untuk menempa pisau).

Puput Harung Kiang ini, kalau Tatu Asun Bulan muput (memompa alat kompa untuk menempa pisau) dengan kuat, maka terjadilah bulan purnama.

Namun jika dia lemah dalam muput, maka bulan agak redup, dan kalau dia berhenti muput, itulah Orang Dayak Ngaju menyebut Rahu Nawan Bulan (makhluk menelan bulan). Namun demikian dia mengakui, cerita dan sebutan serupa juga berkembang di suku Dayak lainnya di Kalteng, tapi intinya hampir sama.

“Sedangkan untuk Gerhana Matahari yang jarang terjadi, bagi orang Dayak matahari menyebutnya dengan nama Jangkarang Matan Andau. Masyarakat kita, khususnya orang Dayak Ngaju ketika terjadi gerhana matahari akan mengadakan Balian Ba Ampar-ampar yang dipimpin oleh 3 orang Basir (pemuka Adat Dayak Ngaju),” kata Parada ketika ditemui awak MK.

Maksudnya, karena matahari sebagai sumber kehidupan, maka supaya sumber kehidupan itu tidak hilang. Jadi pada saat matahari terlindung oleh bulan, Balian ini dilakukan supaya sumber kehidupan cepat keluar dan memberikan cahayanya kembali.

Setelah dilakukan Balian, lantas masyarakat Dayak akan Menukiu (teriakan khas suku Dayak) yang berbeda dengan Malahap (teriakan suku Dayak ketika ada saudara yang meninggal dunia). Jadi teriakan itu, uuuuu...kuiii!!! untuk memohon kepada Yang Maha Kuasa agar pintu langit terbuka.

Dalam ritual Balian Ba Ampar-ampar, suku Dayak Ngaju bermohon kepada Sahur Parapah Antang Patahu Ijin Tumbang Kahayan (leluhur Kalteng), supaya melindungi seluruh warga masyarakat. Melindungi itu, supaya masyarakat terhindar dari hal-hal yang tidak baik akibat terjadinya gerhana matahari.

Apalagi dengan fenomena yang terjadi 375 tahun sekali, hal tersebut juga dinilai menjadi peluang bagi masyarakat suku Dayak Ngaju untuk mengingat kembali bagaimana leluhur Dayak dulu melakukan sebuah ritual saat terjadi gerhana matahari.

“Cuma kita, apabila ada sesuatu yang jarang terjadi, kita menjaga kemungkinan itu. Karena fenomen ini, bisa membawa pengaruh baik dan juga bisa membawa pengaruh buruk. Jadi pengaruh yang tidak baik itulah yang kita hilangkan dengan doa-doa kita kepada yang Maha Kuasa,” kisahnya.

Sumber: media kalimantan

Gerhana Matahari, Masyarakat Siap Menikmati 'Hiburan' Lama

ilustrasi

Masyarakat Kalimantan Selatan antusias menanti fenomena Gerhana Matahari Total (GMT) 2016 yang diperkirakan akan terjadi pada 9 Maret 2016 di Indonesia.

Pejabat pemerintahan Kalimantan Selatan, Saniah, Senin, mengungkapkan, beberapa kabupaten yang bisa menyaksikan langsung GMT di antaranya, Kabupaten Balangan, Tabalong, dan Hulu Sungai Tengah, dan Hulu Sungai Utara.

"Warga Balangan harus bersyukur, karena Kabupaten Balangan salah satu wilayah yang bisa menyaksikan langsung GMT 2016, selain Kabupaten Tabalong, Hulu Sungai Tengah, dan Hulu Sungai Utara," kata Saniah, di Balangan.

GMT ini, tambah Saniah, tidak terjadi tiap tahun, beberapa tahun lalu terjadi pada 1983, dan setelah 2016 diperkirakan akan kembali terjadi pada tahun 2046.

Waktu GMT terjadi ini diperkirakan antara pukul 07.00 hingga 09.30 WITA selama satu sampai tiga menit.

Fenomena ini dapat disaksikan di wilayah-wilayah kota di Indonesia, di antaranya Palembang, Bangka, Belitung, Palangkaraya, Balikpapan, Sampit, Luwuk, Ternate, Tidore, Palu, Poso, Halmahera, Jakarta, Padang, Bandung, Surabaya, Pontianak, Denpasar, Makasar, Kupang, Manado, Ambon, dan Banjarmasin.

Sumber: antara

Miris! Gara-gara Usir Murid, Guru Ini Dikroyok sampai Pingsan

ilustrasi


Seorang guru SD di Musirawas, Sumatera Selatan pingsan setelah dikeroyok oleh keluarga siswa.

Warsito (43), guru SDN Desa SP3 Temuansari, Kecamatan Muarakelingi, dianiaya oleh Suawandi (24) dan kakaknya, Suhardi (30) pada Sabtu (5/3/2016).

Korban dikeroyok karena mengusir keponakan kedua pelaku, Harza (7), siswa kelas I. Diketahui, Harza dikeluarkan karena berkelahi dengan temannya dan itu sudah terjadi tiga kali.

Warsito dipukuli oleh Suwandi dan Suhardi di depan siswa lainnya dan guru-guru rekan korban. Aksi dua pelaku hendak dihentikan oleh dua guru rekan korban, Maesaroh dan Kurnaini. Namun gagal.


Akhirnya, Kurnaini memanggil suaminya yang merupakan kepala desa SP3. Sang kades datang setelah korban pingsan. Korban kemdian dilarikan ke rumah sakit terdekat.

"Saat Kades datang, korban sudah pingsan. Sementara pelaku kemudian kabur dari lokasi," kata Kapolsek Muarakelingi AKP Dedi Rahmad Hidayat, Minggu (6/3/2016), dikutip Sriwijaya Post, Senin (7/3/2016).

Hingga kini kasus tersebut ditangani Polsek Muarakelingi.

sumber: bangkapos

2019 Bebas Prostitusi, PSK Ini Akan Tobat Jika Tabungannya Sudah Rp. 150 Juta

ilustrasi


Pemerintah telah menargetkan Indonesia bebas dari prostitusi pada 2019 mendatang.

Secara bertahap, pemerintah akan mulai menutup tempat-tempat yang dijadikan praktik prostitusi di berbagai daerah.

Wacana itu muncul ketika Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa menetapkan Indonesia Bebas Lokalisasi pada 2019. Targetnya 99 lokalisasi di Indonesia akan ditutup. Di Kota Semarang masih terdapat Resosialisasi Argorejo atau yang dikenal dengan lokalisasi Sunan Kuning (SK).

Rencana penutupan lokalisasi sudah diantisipasi para pekerja seks komersial (PSK) yang menggantungkan hidup dari jasa esek-esek tersebut.


Para PSK di kawasan SK telah menyadari bahwa mereka tidak akan selamanya menjajakan diri demi memuaskan pria hidung belang. Seiring bertambah waktu, mereka pun akan menua dan tidak diminati lagi.

"Saya sadar, suatu saat harus berhenti. Tidak selamanya disini. Makanya saya menabung," kata seorang PSK, sebut saja Intan (32), kepada Tribun Jateng, Kamis (3/3/2016).

Saat ditemui, Intan sedang menyerahkan uang hasil jerih payahnya selama beberapa hari kepada seorang wanita yang merupakan pengurus kawasan SK, untuk ditabung. Dari buku tabungannya itu, terlihat angka saldo yang cukup lumayan yaitu Rp 32 juta.

"Targetnya tabungan saya harus sampai Rp 150 juta, baru pulang dan berhenti dari sini. Uang itu saya pakai modal usaha," tutur wanita yang mengaku berasal dari Kabupaten Semarang ini.

Ketika dirinya memutuskan untuk pulang dan berhenti sebagai PSK, Intan ingin membuka usaha salon kecantikan. Untuk mewujudkan keinginannya itu, dirinya telah mengikuti beberapa pelatihan baik yang dilakukan di dalam SK maupun belajar dari temannya yang sudah memiliki usaha salon.

Modal tersebut, lanjutnya, sudah diperhitungkan. Intan yang sudah memiliki tempat dimana salon itu akan dibuka, hanya membutuhkan modal untuk membeli perlengkapan dan peralatan saja. Diperkirakan, hal itu akan menghabiskan biaya sekitar Rp 50 juta sampai Rp 80 juta.

"Sisanya saya pakai modal cadangan untuk persiapan atau untuk jaga-jaga. Misal ada barang yang kurang atau ada produk terbaru, maka bisa beli pakai modal cadangan itu ," jelasnya.

Saat ditanya sampai kapan mampu mengumpulkan uang Rp 150 juta itu, Intan mengatakan, dirinya menargetkan akhir 2017 harus sudah terkumpul. Sehingga, di awal 2018 dirinya sudah bisa memulai usaha barunya itu untuk hidup mandiri dan meninggalkan praktik prostitusi.

Perputaran uang di tempat hiburan terlihat dari banyaknya pengunjung yang datang. Begitu pula yang terjadi di kawasan resosialisasi Argorejo atau Sunan Kuning. Setiap malamnya, puluhan hingga ratusan orang mendatangi kafe dan rumah yang menjadi tempat bekerja para wanita pekerja seks di sana.


sumber: bangkapos

Syukurlah, Sisa KMP Rafelia II Tidak Mengganggu Alur Pelayaran Di Pelabuhan


Kepala Syahbandar Pelabuhan Ketapang di Banyuwangi, Ispriyanto, mengatakan sejauh ini sisa KMP Rafelia II yang tenggelam di dasar laut tidak mengganggu alur pelayaran di Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk.

"Bangkai kapal berada di dasar laut, sehingga tidak memengaruhi arus lalu lintas pelayaran di Pelabuhan Ketapang maupun Gilimanuk," kata dia, di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Senin.

KMP Rafelia II jenis Landing Craft Tank (LCT) yang membawa penumpang 81 orang dan 27 kendaraan tenggelam di hanya sekitar 250 meter dari bibir Pantai Banyuwangi, sekitar pukul 13.09 WIB Jumat (4/3).

"Pengangkatan bangkai KMP Rafelia II diserahkan sepenuhnya kepada pemilik kapal, namun sejauh ini lokasi tenggelamnya kapal sudah diberi tanda oleh petugas," katanya.

Sementara itu, Kepala Kantor Badan SAR Nasional Denpasar, Didi Hamzar, yang ditunjuk sebagai koordinator misi SAR (SMC/SAR Mission Coordinator) KMP Rafelia II, fokus pada pencarian korban kapal tenggelam.

Lima jenazah korban yang sudah ditemukan yakni mualim kapal, Puji Purwono, sopir truk, Agus Tia, ibu beserta anaknya, Masruroh dan M Romlan (18 bulan), serta I Gusti Made Suana yang tidak masuk dalam manifest KMP Rafelia II, sedangkan jenazah nakhoda kapal, Bambang SA, belum ditemukan.

Sumber: antaranews

Muncul Gerakan Jakarta Tanpa Ahok, Minta Tangkap & Penjarakan Karena Kasus RS Sumber Waras! Tapi Jangan Gerakan Anti Etnis Tertentu Yah!!!



Ketua Badan Relawan Jakarta (BRJ) Eqi Edysa mengungkapkan kekecewaannya terhadap sejumlah kebijakan dan kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

"Rumah susun mematikan perekonomian Kampung Pulo. Jadi Ahok Gubernurnya siapa? Bukan rumah warga Jakarta saja yang digusur, tapi tempat cari ekonominya juga digusur," ujar Eqi dalam Aksi Mimbar Rakyat Jakarta Tanpa Ahok di depan Tugu Proklamasi, Jakarta, Selasa 17 November 2015.

Ia menambahkan kritiknya terhadap Ahok bukan karena etnis atau agamanya. Tapi lebih pada perilaku dan ucapannya. Misalnya dalam kepemimpinan Ahok, yang terlihat menurutnya bukan kewibawaan, kesopanan, dan etika kepemimpinan tapi malah sikap arogansi.

Lalu ia juga menilai dengan kepemimpinan Ahok muncul rasa pesimistis terhadap penyelesaian masalah yang terjadi di DKI Jakarta. Ia mencontohkan sikap Ahok saat menertibkan rumah rakyat untuk pembangunan tanpa ganti rugi di Kampung Pulo dan Rawajati. Penertiban rumah dilakukan dengan mengerahkan Satpol PP, polisi, bahkan tentara.

Permasalahan lain yang dihadapi warga Jakarta yaitu soal penerbitan reklamasi Teluk Jakarta oleh Ahok untuk PT Muara Wisesa Samudra. Reklamasi ini menurutnya berdampak pada kerusakan lingkungan dan ekosistem di Teluk Jakarta. Tak hanya itu, program itu juga mengakibatkan hilangnya budaya dan mata pencaharian rakyat Jakarta sebagai nelayan.


"Maka melalui mimbar rakyat ini kami menyatakan bahwa Basuki Purnama telah melanggar amanat konstitusi, melanggar HAM, membuat resah warga Jakarta, memiskin rakyat Jakarta dan lebih memihak pada pengusaha dalam menjalankan pembangunan. Sudah saatnya Jakarta tanpa Basuki," ujar Eqi.

Sumber: portamelayu

Misteri Kulit Kabel... Digorong-gorong Diduga Ada Tanda-tanda Kehidupan! Apakah Itu???



Penemuan kulit kabel di saluran air dekat Istana Negara mengundang banyak kecurigaan.

Terlebih gorong-gorong tersebut memiliki banyak cabang dan rongga sehingga sejumlah orang bisa melakukan aktivitas di dalamnya.

Hasil penelusuran beberapa hari ini yang dilakukan kepolisian serta petugas Dinas Tata Air DKI Jakarta menemukan barang-barang yang terbilang ganjil.

Seseorang seperti sudah tinggal digorong-gorong tersebut dalam beberapa waktu.

Aki motor, linggis, pacul, gergaji, senter headlamp, dan sendok makan alumunium ditemukan dari dalam gorong-gorong.

Bahkan yang lebih mengherankan lagi ada jemuran sederhana dimana celana pendek dan celana dalam tergantung.

"Kami juga menemukan jemuran pakaian, ada dua kolor (celana pendek), dua celana dalam laki-laki yang dijemur di celah dinding gorong-gorong," kata seorang petugas Suku Dinas Tata Air Jakarta Pusat, Yusuf di lokasi temuan, Jalan Medan Merdeka Selatan, tepat depan kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Sabtu (5/3/2016).

Bukan hanya itu, ditemukan juga sebuah terpal berukuran 2 meter yang nasih layak digunakan.
Aki motor yang ditemukan pun masih dalam keadaan layak pakai.

"Aki motornya saat dicoba juga masih bisa, masih hidup atau belum soak," ungkapnya.

Begitu juga senter, ditemukan masih dalam keadaan cukup baik dan bisa menyala.

Semua barang tersebut diletakan di celah antara gorong-gorong sehingga tidak akan terkena air saat permukaan air meningkat.

"Barang-barang itu ditemukan di celah atas. Jadi, memang pintar meletakkannya," ucap Yusuf.

Keyakinan ada kehidupan di dalam gorong-gorong dekat Istana Negara, diperkuat dengan keterangan satpam yang pernah mendengar suara seperti orang sedang mengerjakan sesuatu.

"Ada petugas satpam gedung dekat sini yang mengaku pernah mendengar suara, 'Duk, duk, duk. Srek, srek, srek', pas malam hari sekitar lima bulan lalu," katanya.

Menurut Yusuf, barang-barang tersebut ditemukan setelah petugas dari Polda Metro Jaya bersama petugas suku Dinas Tata Air melakukan penyisiran sepanjang 20 meter ke arah kawasan Monas.

Kini barang-barang tersebut diamankan petugas Ditreskrimsus untuk penyelidikan lebih lanjut.

Diberitakan, masyarakat ibukota hingga Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dikejutkan dengan temuan sampah kulit di beberapa titik saluran air kawasan Jalan Medan Merdeka Selatan.

Hingga berita ini diturunkan, petugas sudah mengangkut sebanyak 22 truk sampah kabel dari tiga titik saluran air Jalan Medan Merdeka Selatan yang merupakan Ring 1 kawasan Istana Negara.

Sampah atau limbah yang memenuhi gorong-gorong saluran air itu diduga menjadi satu penyebab tersendatnya aliran air kala turun hujan dan mengakibatkan genangan air di jalan-jalan.

Kini, kepolisian tengah menyelidiki temuan sampah kabel ini.

Sejumlah dugaan bermunculan, di antaranya sabotase pihak tertentu.

Sumber: tribunnews

Siap-siap! Cek Saldo dan Tarik Tunai di ATM BCA Akan Dikenakan Biaya

ilustrasi


Bank Central Asia (BCA) akan mengenakan penarikan uang tunai yang dilakukan melalui ATM. Bahkan, untuk setiap pengecekan saldo lewat ATM juga akan dikenakan biaya.

Menurut Direktur Utama BCA Jahja Setiaatmadja, hal itu terpaksa dilakukan karena tingginya biaya operasional mesin ATM yang dioperasikan perusahaannya. Setiap kali seorang nasabah melakukan transaksi melalui ATM, terang Jahja, maka BCA harus menanggung biaya sekitar Rp2 ribu-Rp2.500 di luar biaya pengoperasian mesin.

"Biaya operasional satu mesin ATM bisa lebih dari Rp144 juta per tahun. Itu termasuk biaya pemeliharaan mesin, kertas, AC, listrik, asuransi dan lain-lain," ujar Jahja di Jakarta, Kamis (3/3/2016) seperti dikutip CNN.

Jahja menambahkan, nantinya nasabah hanya bisa melakukan lima sampai tujuh kali transaksi melalui ATM per hari. Untuk transaksi berikutnya, akan dikenakan biaya tambahan. Rencana itu akan mulai diterapkan tiga sampai enam bulan ke depan.

Lebih lanjut Jahja mengatakan, kebijakan ini diharapkan bisa membuat nasabah beralih ke internet banking dan mobile banking.

Demi alasan efisiensi, pihaknya juga akan mengurangi jumlah mesin ATM.

sumber: Tarbiyah

Pakar Sejarah Menilai Ahok Telah Bunuh Budaya Betawi Secara Terstruktur dan Sistematis........Siapa Dulu Temannya?

ilustrasi


Rezim Gubernur Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dinilai tidak berpihak pada masyarakat Betawi. Bahkan ada yang menganggap sang gubernur berusaha membunuh budaya masyarakat asli Jakarta.

"Gubernur yang sekarang lebih sibuk membunuh aspek budaya Betawi. Dibunuhnya secara terstruktur, sistematis dan masif," kata pakar sejarah JJ Rizal dalam diskusi di Jakarta, Minggu (6/3).

Rizal mencontohkan kebijakan reklamasi pantai Jakarta yang menurutnya bakal mematikan komunitas Betawi pesisir dan juga budaya mereka. Hal tersebut menunjukkan bahwa Ahok melupakan nasib warga Betawi di wilayah pesisir.

Dia menambahkan, sebetulnya tidak perlu memiliki gubernur yang latar belakangnya dari etnis Betawi demi melestarikan kebudayaan itu. Siapapun gubernurnya asalkan memiliki kepedulian terhadap budaya maka tidak menjadi persoalan.

"Justru ketika gubernurnya bukan orang betawi seperti bang Ali itu dia serius mengelola orang Betawi. Dan butuh kesadaran bahwa jakarta butuh identitas kultural," tambahnya.

sumber: rmoljakarta

Walah... PLN Menduka Kulit Kabel Itu Sudah Dipakai Tahun 1970, Lah Kok Nggak Ketahuan Pak Jokowi Saat Masuk Gorong-gorong Dulu?



PT PLN (Persero) menduga spesifikasi pelindung kabel yang ditemukan di gorong-gorong Jalan Medan Merdeka, Jakarta Pusat, serupa dengan pelindung yang pernah dipakai BUMN tersebut pada akhir 1970-an.

General Manager PLN Distribusi Jakarta Raya Syamsul Huda dalam siaran pers di Jakarta, Sabtu (5/3), mengatakan bahwa kabel yang dipasang dalam 20 tahun terakhir berjenis XLPE 3 x 240 mm2 dengan diameter pelindung (armour) 10 cm. Sedangkan pelindung kabel yang ditemukan di selokan atau gorong-gorong berdiameter 3-5 cm.

"Kalau menurut spesifikasi kabel yang ditemukan, kabel tersebut karakteristiknya menyerupai kabel berisolasi kertas atau minyak yang kami pernah gunakan pada akhir 70-an," kata Syamsul seperti dikutip dari Antara.

Menurut Syamsul, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan kepolisian untuk menginvestigasi temuan pelindung kabel sebanyak 22 truk itu. Pihak kepolisian juga sudah melihat kabel yang saat ini digunakan PLN di tempat penyimpanan material di gudang Pulomas, Jakarta Timur.

"Meskipun ada perbedaan jenis dan diameter kabel yang saat ini kami gunakan dengan kabel yang ditemukan, PLN akan terus membantu penyelidikan kepolisian," katanya.

Syamsul Huda menambahkan, kabel PLN selalu ditanam sesuai dengan standar, yakni di dalam tanah. Kabel tanah 20KV yang sudah tidak terpakai, menurut dia, seharusnya tetap di bawah tanah dan tidak terkelupas.

PLN tidak pernah memindahkan dengan pertimbangan biaya dan perizinan. "Jadi, seharusnya posisi kabel tetap di dalam tanah dan tidak dalam kondisi terkelupas," ujarnya.

Akan tetapi, lanjut dia, dalam perkembangannya dengan ada perluasan gorong-gorong, bisa saja posisi kabel tersebut menjadi di gorong-gorong dan bukan lagi di dalam tanah.

Hal inilah yang saat ini sedang dikoordinasikan dengan pihak kepolisian dan suku dinas terkait.

"Kami berharap polisi dapat mengungkapkan pelaku di balik pelindung kabel bertumpuk di gorong-gorong yang menyebabkan saluran air terhambat. Kami akan membantu aparat kepolisian semaksimal mungkin," ujar Huda.

Sumber: cnnindonesia

Apa! Buwas Sebut Ada Oknum Santri Pakai Ekstasi Agar Kuat Dzikir Sampai Malam.......Berarti Bukan Santri Pak?

ilustrasi



Narkotik dan obat-obatan terlarang telah menyerang berbagai kalangan. Kini, narkoba telah memasuki pondok-pondok pesantren. Di Jawa Timur, sejumlah santri mengonsumsi ekstasi agar dapat zikir dari pagi hingga malam hari.

“Saya lihat santri itu mengonsumsi ekstasi sebagai doping agar tahan berzikir dari pagi hingga malam hari. Ini betul, saya tidak bohong,” kata Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komisaris Jenderal Budi Waseso saat bertemu Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Zulkifli Hasan, di Kantor BNN, Cawang, Jakarta Timur, Jumat, 4 Maret 2016.

Dilansir viva. Menurut pria yang akrab disapa Buwas tersebut, temuan ini dapat menjadi indikasi bahwa kesadaran masyarakat terhadap narkoba masih sangat rendah. Pada kalangan santri misalnya, memiliki persepsi bahwa ekstasi yang mereka konsumsi itu merupakan vitamin agar tubuhnya kuat.

Bahkan di kampung-kampung terpencil, lanjut Buwas, warga tanpa merasa bersalah memperdagangkan narkoba karena tak mengetahui dampak buruk dari penggunaan narkoba.



“Pengetahuan narkoba di kalangan masyarakat ini perlu terus digalakkan agar peredaran narkoba dapat dicegah,” ujar mantan Kabareskrim Polri itu.

Menurut Buwas, saat ini peredaran narkoba di Indonesia sudah hampir menyasar semua kalangan. Mulai dari level atas sampai bawah, birokrasi, aparat, hingga rohaniwan.

Di tengah kondisi Indonesia yang berada dalam ancaman darurat narkoba, menurut dia, dibutuhkan sinergi yang kuat antar-lembaga negara. “Kerja sama secara simultan mulai dari pencegahan hingga pemberantasan narkoba,” kata Buwas.

sumber: panjimas

Jombang Geger Penemuan 2 Mayat Bayi, Ternyata si Pelaku Lupa Namanya Masih Nyangkut di Gelang Bayi

ilustrasi


Pasukan Katak TNI AL menemukan terowongan bawah tanah yang tembus ke dalam Istana Presiden saat mencari bungkusan kabel di dalam gorong-gorong yang ada di Jalan Medan Merdeka, Jakarta Pusat.

Penemuan lorong bawah tanah ini berawal ketika belasan anggota pasukan Kopaska Koarmabar dikerahkan menyusuri gorong-gorong di Jalan Medan Merdeka Utara, mencari bungkus-bungkus kabel yang mengakibatkan banjir.

Penyusuran dimulai dari saluran Penghubung (Phb) Abdul Muis. Dari sana, pasukan Katak masuk dan menemui tiga gorong-gorong berdiameter satu meter.

Namun bukan bungkus-bungkus kabel yang ditemukan Pasukan khusus TNI AL tersebut melainkan tumpukan lumpur.

Setelah diamati, ada salah satu gorong-gorong yang berasal dari arah Istana yang kondisinya lumpuh karena lumpur keras.



Mengetahui ada terowongan tersebut, dengan berbekal lampu senter, beberapa anggota Pasukan Katak terus mengamati gorong-gorong yang tersumbat hampir 80 persen diameter gorong-gorong tersebut.

Di belakang lumpur keras itu tidak terlihat air, hanya tanah sejauh mata memandang. Tidak diketahui sejak kapan saluran air dari arah Istana itu mampet.

Kemudian, dua gorong-gorong di depan Gedung Berdikari disusuri. Lorong ini juga mempunyai cabang ke arah Istana. Dari 12 orang, hanya tiga orang yang masuk.

Setelah beberapa menit, tiga anggota Pasukan Katak keluar. Laporan pandangan mata mereka ternyata menemukan lumpur yang sama seperti yang dilihat di salah satu gorong-gorong arah Istana, yang lumpuh akibat lumpur keras.

“Keluarnya di depan Istana karena yang ke arah Istana mentok ada lumpur keras. Sudah ditutupi sekitar 80 persen, makanya kita langsung naik,” kata seorang anggota Pasukan Katak.

Ia mengatakan, masuk ke gorong-gorong dapat dilakukan dengan cara merayap seperti berenang. Kondisi gorong-gorong di depan Gedung Berdikari juga setengahnya digenangi air.

Ia mengaku tak menemukan benda asing yang menyumbat gorong-gorong selain lumpur dan sampah.

“Benda asing enggak ada,” kata dia.

Sementara itu, Komandan Detasemen IV Kopaska Koarmabar, Kapten (P) Edy Tirtayasa, mengatakan, dari 6 saluran air di sekitar istana, diketahui ada 2 saluran air yang bisa membawa seseorang masuk ke dalam Istana Presiden.

Sayangnya Edy enggan menjelaskan daerah mana di dalam istana yang bisa ditembus lewat saluran air itu. Yang pasti saluran air yang tembus ke dalam istana itu cukup besar dan bisa dimasuki tubuh orang dewasa.

“Orang yang punya badan seperti saya saja bisa masuk ke dalam,” kata Edy.

Dilain pihak, Walikota Jakarta Pusat, Mangara Pardede mengakui memang ada beberapa saluran dari beberapa zaman berbeda yang ada di bawah istana. Saluran itu sudah saling bertumpuk-tumpuk. Makanya pihaknya ingin memetakan lagi saluran air tersebut.

Termasuk soal kerawanan adanya saluran air yang bisa menembus ke Istana Presiden tersebut.

“Ini sudah dari zaman dulu ada dan ini sudah berlapis-lapis, makanya petanya harus disesuaikan lagi, dipastikan kembali. Makanya kita minta bantuan Pasukan katak menyusuri kembali atas seizin Setneg,” kata Mangara.

Sebanyak 54 genangan air di lima wilayah DKI Jakarta membuat Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) gerah.

Masih banyaknya genangan salah satu faktornya juga karena terdapat hambatan di saluran. Hal itu, menurut Ahok akibat adanya ulah orang tak bertanggungjawab.

Seperti yang terjadi di Jalan Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat. Genangan terjadi karena ada banyak bungkus kabel yang dibuang ke dalam saluran air. Padahal, kata Ahok, seharusnya genangan itu tidak perlu terjadi. Jika saja hambatan tersebut tidak ada.

Petugas Suku Dinas Tata Air Jakarta Pusat telah mencari sampah bungkus kabel sejak Rabu 24 Februari. Total hingga hari ini ada 17 truk berisi sampah bungkus kabel yang ditemukan di got Jalan Medan Merdeka Selatan.

sumber: lensaindonesia

Gerhana Matahari Total 2016, BMKG Sebut Akan Terjadi Gangguan Medan Maknet Bumi

ilustrasi


Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Manado akan melakukan pemantauan medan magnet bumi pada 3 hari sebelum dan sesudah fenomena gerhana matahari total (GMT) terjadi pada Rabu, 9 Maret 2016. Pemantauan dilakukan meski di Sulawesi Utara hanya akan menikmati gerhana matahari sebagian.

"Sejak tiga hari sebelum gerhana matahari sebagian di Sulut hingga tiga hari sesudahnya, atau mulai tanggal 6 hingga 12 Maret, kami akan akan melakukan pemantauan medan magnet bumi," kata Kepala Stasiun Geofisika Manado, Robert Owen Wahyu, Minggu (6/3/2016).

Robert menduga aktivitas gerhana matahari total itu akan menyebabkan perubahan temperatur pada ionosfer sehingga dapat menyebabkan gangguan medan magnet bumi. Tapi kata dia, pengaruh tersebut tak berdampak besar pada kehidupan manusia.

"Biasanya bila terjadi gangguan medan magnet, berpengaruh ke jaringan komunikasi saja," katanya.



Dia menambahkan, gangguan medan magnet bumi biasanya sangat berpengaruh bila terjadi badai matahari. Karena itu akan dilihat sebelum dan sesudah gerhana matahari terjadi.

"Nanti kita akan lihat apakah akan berpengaruh atau tidak, barangkali lebih lancar karena panas matahari terhalang," ujarnya.

Fenomena alam di tempat yang sama ini akan berulang kembali pada 350 tahun ke depan. Artinya kejadian ini sangat jarang terjadi. Di Manado, magnitudo luasan matahari yang tertutupi bulan di langit Sulawesi Utara diperkirakan bervariasi di kisaran antara 83,4 persen hingga 99,5 persen.

Setidaknya ada 19 daerah di Sulut yang menjadi titik untuk bisa menyaksikan gerhana matahari tidak total, yakni Miangas dan Posigadan, Boroko, Lolak, Kotamobagu, Tutuyan, Amurang, Belang, Tomohon, Megamas Kota Manado, Pantai Firdaus Kema, Lembeh Selatan, Bitung, Pantai Pal Likupang, Tagulandang, Ulu Siau, Tahuna, Melonguane dan Pulau Marampit.


sumber: konfrotantasi

Keren! Gerhana Matahari Total 2016, NASA Akan Gandeng LAPAN


ilustrasi

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) bersama Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) akan melakukan ekspedisi bersama untuk meneliti fenomena gerhana matahari total pada 9 Maret 2016.

Dalam penelitian ini, Lapan dan NASA akan pergi ke wilayah Halmahera Utara. Sebagaimana diketahui, daerah ini merupakan tempat dengan durasi terlama yang akan dilewati gerhana matahari total.

Dalam peresmian kerja sama ini, Wakil Duta Besar Amerika Serikat, Brian McFeetees, mengatakan penelitian gerhana matahari total bagian dari pertukaran ilmu antara Amerika Serikat dan Indonesia.

“Penelitian ini ditujukan sebagai kerja sama antar ilmuwan dua negara. NASA menganggap penting peristiwa gerhana matahari total di Indonesia,” katanya, dikutip dari Okezone, Sabtu (5/3/2016).



Tim ini segera menuju Maba, Halmahera Utara, untuk meneliti efek yang ditimbulkan gerhana matahari total tahun ini. Salah satu yang akan diteliti adalah elektron bebas yang dihasilkan korona ketika terjadi gerhana.

Dalam ekpedisi kali ini, NASA akan diwakili oleh empat peneliti. Mereka akan ditemani oleh para peneliti Lapan untuk sama-sama mengamati gerhana matahari total.

Sebagaimana diberitakan Kantor Berita Antara, informasi kedatangan peneliti NASA ke Tidore untuk menyaksikan gerhana matahari total disampaikan langsung Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Tidore Kepulauan, Asrul Sani Soleman.

Menurut Asrul Sani para peneliti NASA akan menggunakan teropong khusus mengamati gerhana matahari total yang dibawa dari kantor mereka di Amerika Serikat.

Mereka memilih Tidore karena daerah ini akan terjadi gerhana matahari total secara sempurna dan lebih lama apabila dibandingkan dengan wilayah lain di Maluku Utara.

Asrul Sani menambahkan masih ada ratusan wisatawan dari berbagai negara yang telah menyatakan kepada Pemkot Tidore Kepulauan untuk menyaksikan gerhana matahari total di sejumlah lokasi di daerah ini, seperti di Pulau Maitara, salah satu pulau wisata di Tidore Kepulauan.

“Khusus wisatawan yang datang menggunakan kapal pesiar, sejauh ini sudah ada empat kapal yang menyampaikannya ke Pemkot Tidore Kepulauan, di antaranya dari Prancis, Amerika Serikat, dan Swiss,” kata Asrul.

Pemkot Tidore Kepulauan telah melakukan berbagai persiapan untuk menyambut kedatangan mereka, seperti dari segi penyiapan akomodasi dan pembenahan berbagai infrastruktur, khususnya pada sejumlah objek wisata menjelang gerhana matahari total, 9 Maret 2016.

sumber: solopos

Keren! Polda Aceh Akan Prioritaskan Calon Bintara yang Hafidz Al-Quran

ilustrasi


Bila setahun lalu Kepolisian Daerah (Polda) Aceh mewajibkan bagi Polisi Wanita (Polwan) muslimah berjilbab, dalam perekrutan calon Bintara tahun ini para siswa hafidz Al-Qur’an mendapat prioritas.

Prioritas hafidz ini disampaikan oleh Kabag Sumda Polres Aceh Timur Kompol Dedi Kusrianto dalam sosialisasi penerimaan Bintara Polri di SMA Negeri I Julok dan SMA Negeri I Nurussalam, Kamis (3/3/2016), seperti dilansir Tribratanews Kamis, (3//3/2016).



Dituliskan bahwa, Polda Aceh juga memberikan prioritas kepada siswa-siswi yang mau mendaftarkan diri untuk menjadi polisi. Apabila ada siswa-siswi yang hafidz Al-Qur’an minimal 2 (dua) juz, Kapolda akan memberikan priorotas tersendiri, dengan catatan memenuhi persyaratan awal yang meliputi tinggi badan minimal untuk pria 165 cm dan untuk wanita 158 cm. Selain itu juga harus sehat jasmani dan rohani.

Sebelumnya pada tahun 2015, seperti diberitakan Antaranews, (5/3/2015), Polda Aceh mewajibkan anggotanya yang muslimah memakai jilbab dalam berdinas, karena daerah tersebut sudah memberlakukan Syari’at Islam

sumber: panjimas