BeritaSeo: Pertanian

Distan Maluku Kembangkan Dua Desa Organik

Ir. Tia Amma
AMBON Tribun-Maluku.com-  Nilai Tukar Petani (NTP) tertinggi di Maluku Juli 2016 masih diterjadi di subsektor hortikultura sebesar 112,84, sedangkan NTP terendah terjadi di subsektor tanaman perkebunan sebesar 95,75.

Tingginya NTP pada subsektor hortikultura ini ditanggapi positif oleh Ir. Tia Amma Kepala Bidang Hortikultura Dinas Pertanian provinsi Maluku. Kepada Tribun-Maluku.com diruang kerjanya Kamis (4/8) Ir. Tia Amma katakan, NTP di subsektor hortikultura selalu naik karena setiap tahun ada pengembangan usaha tani pada subsektor ini.

Dicontohkan, ada 31 Hektar pada 4 kecamatan di Kota Ambon yaitu Kecamatan Leitimur Selatan, Baguala, Teluk Ambon dan Nusaniwe, yang dikembangkan usaha jenis sayuran daun dan jenis sayuran buah dengan dana APBD Maluku.

Sayuran Organik
Tahun 2016 ini dengan dana APBN dikembangkan dua Desa Organik yaitu Desa AirLow Kecamatan Nusaniwe Kota Ambon dan Desa Telaga Kodok Kecamatan Leihitu Kabupaten Maluku Tengah.

Tujuan desa organik adalah tanaman yang ditanam termasuk tanaman organik, tidak memakai pupuk pestisida namun pupuk kompos dan pestisida nabati. Desa Organik ini dikembangkan hingga tahun 2018 dan kini sudah dalam tahap pembinaan dan usaha tanam.

Tanggungjawab pembinaan desa organik ada pada Bidang Hortikultura Distan Maluku, dengan mengikuti Standar Operasional Prosedur (SOP) dari Kementerian Pertanian RI.

"Jika sudah memenuhi unsur organik maka kedua desa organik tersebut akan mendapat sertifikat organik dari Lembaga Sertifikasi Organik (LSO), dan pemilihan desa organik sangat selektif baik dari segi kemampuan petani, ketersediaan lahan serta respon petani sangat baik,"ucapnya.(TM02)

Menkominfo Era Jokowi Bikin Aplikasi Pintar Buat Petani, Era SBY Urusi 1 Juta Situs Porno...

Jakarta, Lensaberita.Net - Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara meluncurkan lima aplikasi berbasis teknologi seluler untuk meningkatkan kesejahteraan para petani.


Lima aplikasi yang dihasilkan para startup (perintis teknologi) dalam negeri tersebut merupakan bagian dari Program Sinergi Aksi untuk Ekonomi Rakyat yang diluncurkan Presiden Joko Widodo di Brebes, Senin, demikian dikutip dari laman Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Lima aplikasi yang diperkenalkan oleh Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara tersebut adalah aplikasi Petani yang merupakan layanan informasi terkait solusi permasalahan pertanian, tempat penjualan alat-alat pertanian, informasi pelatihan pertanian, serta forum online dengan sesama petani di seluruh Indonesia.Lalu, aplikasi TaniHub berisikan layanan mengenai distribusi hasil pertanian dan perkebunan dari daerah ke kota.

Aplikasi LimaKilo memungkinkan petani untuk langsung menjual hasil panennya ke konsumen dengan harga kompetitif.Aplikasi Pantau Harga merupakan tempat untuk tawar menawar, dan melakukan jual beli antara penyedia bahan baku dengan petani. Hal ini untuk memudahkan dalam melakukan interaksi dikarenakan ada basis data harga yang menjadi acuan.Aplikasi Nurbaya Initiatives yaitu layanan yang disediakan bagi pelaku ekonomi rakyat baik petani maupun UKM untuk dapat membuat platform penjualan hasil-hasilnya.

Menteri Rudiantara berharap kebeadaan aplikasi tersebut mampu membantu meningkatkan kesejahteraan petani dan memangkas rantai distribusi hasil produksi dari petani ke konsumen.

“Kemajuan teknologi harus dimanfaatkan oleh seluruh masyarakat, dan pemerintah juga mendorong UMKM Indonesia untuk Go Digital,” katanya. (warta)
Era SBY Mengkominfonya Blokir 1 Juta Situs Porno

Tifatul menyebutkan ada lima miliar situs porno di dunia, oleh karena itu para pengguna internet harus bijak memperhatikan mana laman yang bermanfaat, dan mana yang kurang bermanfaat dari ilmu dan teknologi itu. "Jangan sampai anak banga rusak akibat kebiasaan nonton situs-situs porno tersebut," kata Tifatul usai menyerahkan dua unit kendaraan Pusat Layanan Internet Kecamatan (PLIK) kepada Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, Sabtu, 11 Agustus 2012.

Pemerintah, kata Tifatul, telah menyerahkan 5.487 unit kendaraan Pelayanan Internet Kecamatan di seluruh Indonesia, sedangkan untuk Mobil Pelayanan Internet Kecamatan hingga tahun 2012 sebanyak 2.010 unit, yang telah didistribusikan sebanyak 1.800 unit. "Jadi bila ada acara, dan wartawan memerlukan internet untuk kirim laporan, bisa langsung dari lapangan," kata Tifatul.  Seperti Dilansir dari Situs Tempo.co pada SABTU, 11 AGUSTUS 2012 | 14:04 WIB.

Mantab! 6 Bangsa Maritim Terhebat Dalam Sejarah Dunia, Republik Indonesia Berkibar...

Lensaberita.Net - Berbagai peradaban dunia silih berganti. Sebagaimana sejarah mencatat, bangsa-bangsa di dunia memiliki keunggulannya masing-masing salah satunya adalah di bidang kemaritiman. 


Tidak banyak bangsa yang memanfaatkan laut sebagai pusat peradaban seperti dalam aktifitas perniagaan, hubungan diplomasi hingga keperluan pertahanan atau peperangan. 

Semua aktifitas tersebut tidak dapat berkembang apabila bangsa maritim itu tidak mengembangkan pengetahuannya tentang navigasi, perkapalan dan sarana pendukung lainnya. 

Berikut ini adalah daftar bangsa-bangsa maritim yang dikenal memiliki armada laut yang hebat di dunia.

1. Viking (Skandinavia)

Kapal Naga Viking (Foto: Amazon.com)

Bangsa ini tercatat menguasai wilayah eropa utara pada abad ke-8 hingga ke-11 masehi. Mereka umumnya adalah pelaut yang terbiasa dengan suhu-suhu ekstrim dingin. Melintasi lautan untuk berdagang dan merompak kapal-kapal asing yang melintas di Skandinavia. Viking dikenal sebagai pelaut hebat yang terkenal dengan kapal naganya ini dikenal sebagai ahli navigasi yang ulung dengan memanfaatkan rasi bintang. 

2. Tiongkok

Kapal Junk (Foto: Zastavski.com)

Meski bangsa Tiongkok memiliki wilayah daratan yang luas, di masa lalu bangsa Tiongkok pesisi juga telah dikenal sebagai penjelajah yang hebat. Tidak hanya menguasai jalur sutera di daerah asia selatan namun bangsa ini juga menguasai wilayah laut cina selatan. Hal tersebut terbukti dengan kebanyakan pelabuhan Asia timur, dahulu dikuasai oleh bangsa Tiongkok. 

Menariknya, produk-produk asli Tiongkok seperti porselain dan obat-obatan banyak yang ditemukan di Nusantara berasal dari negeri tirai bambu tersebut. Beberapa kisah juga menjelaskan bahwa pelaut Tiongkok sering berdagang dengan masyarakat Asia Tenggara, salah satunya adalah Cheng Ho yang sudah sangat terkenal di Indonesia.

3. Hispanik (Spanyol dan Portugis)

Kapal Galleon Spanyol (Foto: Amazon.com)

Bangsa hispanik merupakan bangsa yang berada di Tanjung Iberia. Keduanya pada awalnya bukan merupakan bangsa maritim. Namun sejak Era penemuan (Age of Discovery) banyak diantara pelaut-pelaut hispanik yang telah berkeliling dunia via laut dan memetakannya. Hal ini tidak lepas dari peran serta kerjaan-kerajaan yang saat itu mau mendukung dan membiayai ekspedisi penjelajahan dunia. Beberapa nama penting juga dicatatkan sejarah sebagai tokoh penjelajah laut seperti Marcopolo, Frederich Magellan, dan sebagainya. 

4. Dutch (Belanda)

Kapal Frigate Belanda (Foto: The-ans.com)

Bangsa Dutch dikenal sebagai bangsa yang memulai kapitalisme semenjak Era penemuan yang mulai oleh Spanyol dan Portugis. Mereka menjelajah dunia untuk mencari lokasi-lokasi yang dapat dikuasai dan tidak hanya untuk mencari kekayaan. Indonesia adalah salah satu bangsa yang dikuasai saat kemampuan maritim Belanda sedang jaya-jayanya. 

5. Britania 

Caption (Sumber Gambar)

Bangsa Britania juga mengikuti jejak Dutch untuk mencari sumber alam yang sebanyak-banyaknya dengan konsep yang sama yakni menciptakan wilayah-wilayah kekuasaan di berbagai tempat. Wilayah-wilayah tersebut dijelajahi dengan melewati jalur laut. Hingga kemudian lokasi kekuasaan tersebut dijadikan dari Kerajaan Inggris dan menjadi negeri persemakmuran. Amerika Serikat adalah salah satu hasil upaya ekspansi dari bangsa Britania di abad ke 16.

6. Indonesia

Kapal Phinisi khas Makassar (Foto: Tourismalternative)

Asia Tenggara khususnya Indonesia sejak dahulu menjadi tujuan dari negara-negara barat untuk menemukan harta karun. Tidak hanya hasil alam namun juga hasil laut. Secara geografis Indonesia merupakan bangsa yang terdiri dari gugusan-gugusan pulau yang sangat bergantung pada kemajuan peradaban maritim. Tidak hanya untuk perekonomian tetapi juga untuk ekspansi wilayah.

Tercatat di Indonesia terdapat beberapa kerajaan yang membuktikan bahwa bangsa Indonesia memiliki nenek moyang yang dekat dengan laut yaitu Sriwijaya yang berada di Sumatera, kemudian Majapahit yang berada di Jawa, Gowa Tallo yang berada di Sulawesi, dan Ternate Tidore di Maluku. Namun masa-masa kejayaan maritim Indonesia dibawah bangsa-bangsa kecil tersebut luntur ketika bangsa barat banyak datang ke Indonesia. 

Hanya saja, karena Indonesia dipandang sebagai bangsa yang memiliki darah pelaut, banyak teknologi dan pengetahuan tentang kelautan yang dianggap lebih unggul dari bangsa lain. Bila dahulu bangsa ini mampu untuk menunjukkan kejayaan melalui peradaban laut, bukan tidak mungkin bila peradaban laut tersebut dapat kembali membawa Indonesia berjaya di masa yang mendatang. 
Sumber : www.goognewsfromindonesia.org
Editor : Great Faith

Perluasan Sawah Di Maluku Dilaksanakan Bertahap

Pelaksanaan perluasan sawah di Provinsi Maluku tahun 2016 seluas 3.150 hektar akan dilaksanakan dalam dua tahap, kata Kepala Dinas Pertanian Maluku Diana Padang di Ambon, Senin (7/3).
Ambon, Tribun-Maluku.com : Pelaksanaan perluasan sawah di Provinsi Maluku tahun 2016 seluas 3.150 hektar akan dilaksanakan dalam dua tahap, kata Kepala Dinas Pertanian Maluku Diana Padang di Ambon, Senin (7/3).

“Tahapan pertama sesuai dengan Memorandum Of Understanding (MOU) dengan pihak TNI yang akan mengerjakannya seluas 1.825 hektar, sedangkan sisanya akan dilaksanakan pada tahan kedua nanti,”  katanya.

Dia mengatakan, 1.825 hektar lahan itu tersebar di empat kabupaten yakni Buru, Buru Selatan (Bursel) Maluku Tengah (Malteng) dan Seram Bagian Timur.

Sedangkan tahap kedua dengan luas 1.325 hektar itu hanya di Kabupaten Malteng dan Buru, dimana target untuk Buru nantinya 1.000 hektar.

"Jadi yang jelas dari 6.300 hektar sesuai dengan anggaran yang disediakan Pemerintah Pusat ternyata yang baru terealisasi hanya 3.1150 hektar, dan itu pun dilaksanakan dalam dua tahap," ujarnya.

Tahap pertama sedang berjalan saat ini di Kabupaten Buru, lanjutnya, sekaligus dalam pengawasan pihak Komando Distrik Militer (Kodim) setempat.

Sedangkan sisanya sekitar 3.450 hektar yang merupakan sisa dari 6.300 hektar sesuai dengan ketersediaan anggaran Pemerintah Pusat maka Dinas Pertanian Provinsi Maluku terus melakukan pemantauan dan mengikuti perkembangan di tingkat kabupaten terutama lahan yang sekarang ini masih menjadi kendala utama yakni persoalan tanah masyarakat adat setempat.

Menurutnya, berbicara soal pencetakan sawah yang direncanakan itu bukan hanya asal jadi tetapi bagaimana situasi lahan sudah tersedia atau belum, juga terkait dengan masyarakat petani yang ada di sana, kemudian persiapan irigasinya yang cukup penting.

"Tanpa irigasi bukan namanya sawah lagi, oleh karena itu persiapan seperti harus dilihat dan disiapkan agar pencetakan sawah baru bisa berjalan dengan baik," katanya.

Dia mengatakan, percetakan sawah baru ini diswakelolakan dengan pihak TNI berdasarkan kesepakatan kerjasama (MOU) antara Menteri Pertanian dengan Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) yang sudah dilaksanakan sejak tahun 2015.

"Hal ini dimaksudkan agar semua pencetakan sawah baru diswakelola dengan TNI di seluruh Indonesia berjalan dengan baik," ujarnya.

Di Maluku, lanjutnya, pelaksana di lapangan adalah Seni Tempur (Sipur) di bawah pengawasan Kepala Staf Daerah Militer (Kasdam).

Distan Maluku Gelar Forum SKPD

Sekda Maluku , Amin Bin Taher, SE
AMBON Tribun-Maluku.com-  Forum SKPD Dinas Pertanian tingkat Provinsi Maluku merupakan momentum strategis untuk menyatukan tekad, pikiran, dan langkah-langkah untuk meningkatkan pembangunan sektor pertanian di Provinsi Maluku tahun 2017, dan sekaligus untuk meningkatkan kerja sama yang lebih efektif, dalam meningkatkan kualitas pembangunan pertanian yang komprehensif.

Demikian sambutan Gubernur Maluku yang dibacakan Sekda Maluku Amin Bin Taher, SE, sekaligus membuka dengan resmi kegiatan Forum SKPD Dinas Pertanian tingkat provinsi Maluku, bertempat di hotel Amans Ambon, Senin (7/3).

Sektor pertanian merupakan sektor primer dalam perekonomian Indonesia dan punya kontribusi besar terhadap peningkatan devisa, yaitu melalui peningkatan eksport produk-produk pertanian, serta mengurangi ketergantungan terhadap import komoditi pertanian.

Pembangunan sektor pertanian di Maluku harus dipacu terus, sehingga kualitas dan kuantitas produk-produk pertanian Maluku dapat memenuhi kebutuhan konsumsi lokal, nasional, bahkan berpotensi untuk diekspor, yang berdampak secara langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat petani.

Dalam struktur ekonomi Provinsi Maluku, Sektor pertanian secara umum menyumbang 27,56 persen Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB). Meskipun berada di bawah sektor perdagangan dan perhotelan, namun menunjukkan pertumbuhan rata-rata 4,4 persen sejak 5 tahun terakhir.

Selain itu sektor pertanian juga berperan menjaga ketersediaan pangan masyarakat. Produksi pertanian yang mampu mencukupi kebutuhan pangan masyarakat, akan turut meningkatkan kesejahteraan sekaligus merupakan pertanda kedaulatan pangan bagi daerah karena tidak sepenuhnya tergantung terhadap pasokan pangan dari luar wilayah.

Dikatakan, Gabah Kering Giling naik 14,63 persen dari produksi tahun 2014. Pencapaian ini disebabkan oleh kenaikan produktivitas padi telah mencapai 5,6 ton/ha dan setelah di konversi, produksi padi ini setara dengan 70.675 ton beras atau mampu memenuhi 56 persen kebutuhan beras masyarakat Maluku yang mencapai 126.413 ton pada tahun 2015. Begitu juga dengan sub sektor lainnya, seperti peternakan, perkebunan dan hortikultura, telah menunjukan pertumbuhan dalam sisi produksi jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.

Pertumbuhan ekonomi Maluku, sesuai kajian Bank Indonesia tahun 2016 diperkirakan relatif rendah dan cenderung fluktuatif. Untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, diperlukan sinergi multi pihak untuk melakukan pembenahan terhadap berbagai sektor ekonomi, perbaikan infrastruktur, serta peningkatan daya saing produk dan sumber daya manusia.

Inflasi tahun 2016 diperkirakan berkisar 5 persen atau lebih tinggi dari angka nasional yang berkisar  4 persen.  Salah satu penyebab inflasi di Maluku, dalam kenyataannya adalah sub sektor hortikultura seperti sayuran, bawang merah dan cabe rawit.

Untuk itu sektor pertanian perlu berbenah, agar mampu menurunkan inflasi dengan memanfaatkan sumberdaya dan teknologi yang dimiliki.

Diharapkan, seluruh pemangku kepentingan dapat melakukan koordinasi yang intensif, sehingga dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi pertanian di Maluku, yang akan berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Ketua Panitia A.D. Lekatompesi, SP.MP melaporkan, tujuan dari forum ini adalah: Melakukan evaluasi terhadap pembangunan pertanian tahun 2015, Melakukan Pemantapan pelaksanaan pembangunan pertanian tahun 2016 dan Melakukan persiapan perencanaan tahun 2017.

Saat itu dilakukan penyerahan sertifikat Nomor Kontrol Veteriner dari Dinas Pertanian Maluku kepada Gerai Pangan Asal Hewan Hypermart Maluku City Mall (MCM).

Jumlah peserta 150 orang berasal dari 11 kabupaten/kota se-Maluku dengan biaya bersumber dari DIPA Satuan Kerja Dinas Pertanian Provinsi Maluku Tahun Anggaran 2016.(TM02)

Panen Raya Melimpah, Bupati Kokok Terus Dorong Target Swasembada Pangan

Bupati Blora H.Djoko Nugroho (Pak Kokok) tengah sedang panen raya bersama forkopimda dan petani di Kecamatan Cepu. (foto: jo-infoblora)
BLORA. Petani di Kecamatan Cepu, khususnya di Desa Kentong pada hari Senin (29/2) sedang melaksanakan panen raya. Panen melimpah di lahan seluas 744 hektar dihadiri langsung oleh Bupati Blora, Djoko Nugroho bersama jajaran forum komunikasi pimpinan daerah (forkopimda).

Djoko Nugroho, yang akrab dipanggil Kokok hadir didampingi oleh Kepala Balai Besar Biogen Litbang Pertanian Kementerian Pertanian, Ir. Mastur, M.Si., Ph.D, Dandim Blora, Letkol. Inf. Susilo, S.Sos, Kepala Dinas Pertanian Perkebunan Peternakan dan Perikanan (Dintanbunakikan) Kabupaten Blora, Ir. Reny Miharti, Asisten II Sekda Blora, Drs. Bondan Sukarno, M.M. dan Camat Cepu, Mei Nariyono, S.H.

Pada kesempatan tersebut, Camat Cepu Mei nariyono menyampaikan bahwa keberhasilan panen raya tersebut tidak lepas dari kerja keras para petani di Kecamatan Cepu. Selain itu, peran serta para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dan para Babinsa dalam melakukan penyuluhan dan pendampingan kepada para petani di Cepu juga memberikan dampak positif bagi keberhasilan panen raya ini.

“Kecamatan Cepu yang hari ini menghasilkan panen padi seluas 744 hektar merupakan salah satu wilayah andalan dalam produksi padi di Kabupaten Blora, selain Kecamatan Kedungtuban dan Kecamatan Kradenan. Tiga kecamatan ini mampu menghasilkan panen padi sebanyak 3 kali dalam 1 tahun,” jelasnya.

Sementara itu, Reny Miharti Kepala Dintanbunakikan Blora mengatakan bahwa di tahun 2016 ini, periode Oktober 2015 s/d September 2016, Kabupaten Blora memiliki target yang cukup tinggi dalam pencapaian swasembada pangan produksi padi melalui program Upsus Pajale, yaitu dengan sasaran luas tanam seluas 104.000 hektar.

“Untuk periode Oktober 2015 hingga Maret 2016, Kabupaten Blora memiliki sasaran luas tanam seluas 61.000 hektar, dan sampai hari ini telah dicapai seluas 52.000 hektar (85%) lahan yang sudah ditanami padi,” jelas Reny.

Menurutnya khusus Kecamatan Cepu, sasaran luas tanam tahun 2016 yaitu seluas 6.196 hektar, dan untuk periode Oktober s/d Maret, sasaran luas tanamnya adalah 3.960 hektar dengan capaian sampai saat ini yaitu 3.090 hektar (78%). “Sampai akhir Maret 2016, Kecamatan Cepu masih punya PR untuk menanam padi seluas 900 hekta,”ujarnya.

Reny juga optimis bahwa target tanam yang sudah ditetapkan akan dapat dicapai oleh Kabupaten Blora. “Kami optimis untuk periode Oktober s/d Maret ini akan tercapai”, lanjutnya disambut tepuk tangan meriah para petani.

Untuk produksi Jagung di Kabupaten Blora, sasaran luas tanam dalam 1 tahun seluas 65.797 hektar. Sasaran tanam periode Oktober s/d Maret seluas 33.191 hektar dengan capaian sampai saat ini seluas 27.624 hektar (83%).

Sedangkan produksi kedelai untuk periode Oktober s/d Maret, dengan sasaran luas tanam 3.734 telah tercapai 3.293 hektar (88%). Sasaran luas tanam dalam 1 tahun untuk kedelai adalah seluas 5.529 hektar.

Faktor yang menunjang keberhasilan tanam yaitu pemenuhan sarana irigasi, penyediaan benih unggul, penggunaan pupuk yang sesuai, peralatan yang memadai, pengendalian hama dan penguatan penyuluhan secara intensif. Hal itu dikemukakan oleh Reny Miharti dalam sambutannya di hadapan para petani Kecamatan Cepu.

Kepala Balai Besar Biogen Litbang Pertanian Kementerian Pertanian, Mastur mengucapkan terima kasih kepada para petani Cepu atas capaiannya dalam panen raya kali ini. “Saya, atas nama Kementerian Pertanian RI, ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya, khususnya kepada para petani di Cepu atas hasil yang telah diperoleh hari ini. Saya berharap, Kabupaten Blora dapat memberikan kontribusi yang maksimal bagi ketahanan pangan di Jawa Tengah, juga nasional”, ujarnya.

Senada dengan Mastur, Bupati Kokok juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada para petani Cepu. Lebih lanjut, dia menekankan kepada Dinas Pertanian Kabupaten Blora untuk terus mengejar sasaran-sasaran berikutnya sepanjang tahun 2016 ini untuk mencapai target swasembada pangan.

“Melihat padi menguning yang siap panen di sana, saya tidak dapat menyembunyikan rasa senang. Saya ucapkan terima kasih kepada segenap pihak yang terlibat dalam keberhasilan ini. Kepada Bu Reny, saya minta untuk terus untuk bekerja keras untuk mengejar sasaran-sasaran berikutnya dan melampauinya”, pungkasnya. (hms | Jo-infoblora)

Genjot Pencapaian Swasembada Pangan, Pemkab Blora Percepat Masa Tanam Padi

Pj.Bupati Blora bersama Forkopimda menanam padi dengan alat transpanter di Desa Sidorejo Kecamatan Kedungtuban. (foto: humbla)
BLORA. Pemkab Blora melalui Dinas Pertanian Perkebunan Peternakan dan Perikanan (Dintanbunakikan) terus mengenjot pencapaian swasembada padi. Kali ini dilakukan dengan percepatan masa tanam padi.

Kepala Dintanbunakikan Blora Reni Miharti melalui Kabid Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Ngaliman mengatakan, kalau saat ini sudah ada 4 ribu hektare lahan sawah yang sudah panen. Kebanyakan ada di Kecamatan Kedungtuban, Cepu dan Kradenan. 

“Saat ini setalah panen langsung ditekankan untuk menanam kembali padi sekaligus usaha percepatan tanam padi,” ujarnya.

Menurutnya dengan percepatan tanam itu maka produksi padi akan bisa ditingkatkan dan swasembada pangan khususnya padi juga bisa dicapai. Jadi, petani yang sudah panen tidak harus menunggu lama, lahan langsung diolah dan ditanami padi.

Untuk lahan yang irigasi teknis, jika selesai panen langsung diarahkan untuk pengolahan lahan. Selain itu curah hujan masih cukup tinggi. Percepatan ini juga di dukung dengan sarana pertanian yang sudah modern, seperti traktor, mesin transplanter, serta traktor mesin.

“Percepatan tanam memang saat ini yang sedang dipacu,” jelas Ngaliman.

Pada saat panen raya bersama Pj.Bupati Ihwan Sudrajat beberapa hari lalu di Desa Sidorejo Kecamatan Kedungtuban juga telah diuji coba penanaman padi menggunakan trasplanter atau alat penanam padi agar penanaman bisa dilakukan lebih teratur demi peningkatan hasil pertanian. (gie-SM | Jo-infoblora)