BeritaSeo: Aru

Dishub Provinsi Tidak Kelola Proyek Pemasangan CCTV

Dinas Perhubungan Provinsi Maluku tidak mengelola proyek pemasangan kamera pengintai atau CCTV yang dipasang pada bandar udara Rar Gwamar Dobo, Kabupaten Kepulauan Aru.
Ambon, Tribun-Maluku.com : Dinas Perhubungan Provinsi Maluku tidak mengelola proyek pemasangan kamera pengintai atau CCTV yang dipasang pada bandar udara Rar Gwamar Dobo, Kabupaten Kepulauan Aru.

"Hubungi saja pihak pengelola Bandara Dobo sebab kita di provinsi tidak mengetahuinya, kecuali kalau sumber dananya dari APBD Maluku baru Dishub provinsi yang mengelolanya," kata Kadishub Maluku, Benny Gazperzs di Ambon, Senin (1/8).

Kadis Perhubungan Maluku dikonfirmasi terkait adanya proyek pemasangan kamera pengintai di Bandara Rar Gwamar Dobo dan diperkirakan menggunakan sumber dana APBN 2016.

Namun proses pemasangan kamera pengintai sekitar sepuluh titik itu tidak transparan terhadap besarannya nilai proyek.

Begitu pula terindikasi tidak melalui proses lelang/tender dan ada unsur nepotisme.

Sebab pengelola Bandara Rar Gwamar melibatkan keluarga dekatnya untuk melakukan pemasangan kamera pengintai pada sejumlah titik di kompleks fasilitas perhubungan udara tersebut.

"Dishub provinsi tidak tahu persis proyek seperti itu karena sumber dananya memang bukan dari APBD tingkat provinsi. Namun, sarana infrastruktur seperti itu memang diperlukan untuk pengamanan lokasi bandara," ujarnya.

Pemerintah daerah terus berupaya melakukan pembenahan terhadap bandara tersebut dengan cara memperlebar serta memperpanjang landasan pacu agar nantinya bisa didarati pesawat berpenumpang sekitar lebih 60 orang.

Karena panjang landasan pacu Bandara Rar Gwamar saat ini 1.300 meter dan lebar 23 meter dan diprogramkan untuk diperpanjang menjadi 1.600 meter dengan lebar 30 meter, termasuk menata apron serta posisi kantor bandara.

Kebijakan Siwabessy Penyebab Mahalnya Harga Kebutuhan Pokok di Aru

Ambon, Tribun-Maluku.com : Dewan Pimpinan Cabang Gapeksinda Kabupaten Kepulauan Aru menyayangkan sikap Dinas Perindagkop kabupaten yang terkesan menghambat pelaksanaan program tol laut dengan memaksakan para pengusaha menggunakan perusahaan jasa ekspedisi muatan kapal pengangkut kontainer tertentu asal Surabaya.

"Ada dua perusahaan jasa ekspedisi muatan kapal yang melayani pengangkutan barang dari Surabaya (Jawa Timur) ke Dobo dan harganya berbeda sehingga pengusaha lebih memilih harga yang relatif murah, tetap Disperindagkop justeru menghambatnya," kata Ketua DPC Gapeksinda setempat, Adolf Unaweckli yang dihubungi dari Ambon, Sabtu (30/7).

Dua perusahaan kontainer itu adalah perusahaan ekspedisi muatan kapal Barokah yang bersedia dibayar oleh pengusaha di Kabupaten Kepulauan Aru sebesar Rp7.750.000 untuk satu trip pengangkutan dan sisanya Rp5 juta yang merupakan subsidi dibayar Pemerintah kabupaten.

Kemudian perusahaan ekspedisi muatan kapal Alois yang siap mengangkut kontainer dari Surabaya dengan harga Rp8,5 juta dibayarkan pengusaha lokal dan mendapat tambahan subsidi Rp5 juta dari Pemkab Kepulauan Aru.

Menurut dia, aktivitas pengiriman barang sudah dilakukan sebanyak tiga trip namun belakangan ini Disperindagkop kabupaten membatasi para pengusaha lokal dengan merekomendasikan penggunaan jasa perusahaan ekspedisi muatan kapal Alois, kalau tidak maka izin membongkar barang di pelabuhan akan dihambat.

"Kebijakan seperti ini tentunya sangat merugikan pengusaha maupun masyarakat, sebab kenyataannya harga barang kebutuhan pokok di Kepulauan Aru masih tetap tinggi dan sangat bertentangan dengan program tol laut dari Presiden Jokowi yang tujuannya membuat harga barang lebih murah dan mudah terjangkau di seluruh Indonesia," ujarnya.

Sehingga baik masyarakat selaku konsumen maupun para pengusaha di Dobo, Ibu Kota Kabupaten Kepulauan Aru sangat mengeluhkan kebijakan sepihak Disperindagkop setempat.

Sementara Kadis Perindagkop Kabupaten Kepulauan Aru, Rudy Siwabessy yang dihubungi lewat pesan singkat maupun telepon terkait persoalan ini tidak memberikan respons balik.

Kabupaten Kepulauan Aru - Merauke (Papua) - Kalabahi - Moa (Maluku Barat Daya) - Saumlaki (Maluku Tenggara Barat) merupakan satu jalur pelayanan tol laut di kawasan timur Indonesia.

Kontainer yang masuk pelabuhan Kota Dobo termasuk banyak jumlahnya mencapai 97 unit yang terdiri dari delapan unit milik ekspedisi Barokah, Tal Agung tiga unit dan ekspedisi Aloi 86 unit.

Kemenhub Programkan Keruk Lumpur Dermaga Dobo

Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memprogramkan mengeruk lumpur di perairan dermaga feri Dobo, ibu kota kabupaten Kepulauan Aru karena menghambat pengoperasian Kapal Motor Penyeberangan (KMP) sejak dibangun pada 2007.
Ambon, Tribun-Maluku.com : Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memprogramkan mengeruk lumpur di perairan dermaga feri Dobo, ibu kota kabupaten Kepulauan Aru karena menghambat pengoperasian Kapal Motor Penyeberangan (KMP) sejak dibangun pada 2007.

Satker Perhubungan Darat Wilayah Maluku Kemenhub, James Mahulette, di Ambon, Rabu (20/7, mengatakan, memprioritaskan pengerukan sehingga KMP bisa dioperasikan memanfaatkan pembangunan dermaga tersebut.

"Kami melakukan pengerukan itu seharusnya berdasarkan hasil studi dari daerah. Jadi dalam hal ini Dinas Perhubungan dan Informatika Pemkab Kepulauan Aru," ujarnya.

James mengemukakan, setelah pengerukan lumpur, selanjutnya memprogramkan renovasi sarana dan prasarana pendukung yang berdasarkan informasi mulai rusak.

"Memang kesulitan harus memprioritaskan yang mana. Namun, pengerukan dinilai mendesak, selanjutnya baru renovasi sarana dan prasarana," katanya.

Dia menyatakan keprihatinkan setelah diberitahu bahwa sarana dan prasarana di kompleks dermaga feri Dobo kurang terawat sehingga sebagian mengalami kerusakan.

"Memprihatinkan memang, hanya saja harus dibenahi kembali agar dermaga feri maupun sarana dan prasarana di Dobo itu bisa dioperasikan karena strategis sebagai pusat transit aktivitas penyeberangan," ujar James.

Apalagi, Kepulauan Aru secara geografis letaknya bertetangga dengan Australia.

Sebelumnya, Penjabat Sekda Kepulauan Aru, Arens Uniplaitta memandang perlu melaporkan kondisi dermaga feri di Dobo ke Menteri Perhubungan (Menhub), Ignasius Jonan karena pembangunan fasilitas penyeberangan tersebut mubazir.

"Pemkab Kepulauan Aru tidak bisa berbuat banyak karena memang sejak awal pembangunannya kurang koordinasi sehingga dipandang perlu dilaporkan ke Menhub Ignasius," ujarnya.

Tidak dimanfaatkannya dermaga feri Dobo mengakibatkan terlihat mulai mengalami kerusakan sehingga meresahkan masyarakat Kepulauan Aru karena dibangun dengan anggaran miliaran rupiah.

Dinding gedung, kaca-kaca dan plafon rusak sehingga menunjukan pemandangan tidak terawat.

Jendela-jendela dipalang dengan kayu agar tidak dimasuki oknum - oknum yang kemungkinan memanfaatkan bangun gedung untuk hal - hal kurang bertanggung jawab.

Terbengkalainya dermaga feri maupun sarana dan prasarana pendukungnya dimanfaatkan masyarakat untuk menambatkan armada laut tradisional antar pulau di kabupaten Kepulauan Aru dengan memiliki 547 buah pulau.

Pempus Akan Bangun SMK Kemaritiman di Benjina

Pemerintah Pusat melalui Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan akan membangun sebuah unit sekolah baru SMK Kemartiman di Benjina, Kabupaten Kepulauan Aru, tahun 2017 mendatang.
Ambon, Tribun-Maluku.com : Pemerintah Pusat melalui Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan akan membangun sebuah unit sekolah baru SMK Kemartiman di Benjina, Kabupaten Kepulauan Aru, tahun 2017 mendatang.

“Proses pembangunan SMK kemaritiman yang juga merupakan sekolah garis terdepan sampai saat ini masih dalam proses perencanaan dan di tahun 2017 mendatang sudah mulai dilakukan pembangunan,” kata Kepala Bidang Pendidikan Menengah, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku, Melki Lohi di kantor Gubernur Maluku, Selasa (12/7).

Dijelaskan, SMK Kemaritiman ini akan dilengkapi dengan peralatan, asrama dan pola pembinaan yang memadai. Anggarannya berasal dari APBN murni, sedangkan tenaga pengajar akan dilihat sesuai kebutuhan.

“Jadi selain pembangunan fisik, kita juga melihat ketersediaan personilnya. Selanjutnya akan lihat dengan biaya opersional pemeliharaan. Bisa juga dalam proses kedepan penyerapan anggarannya bisa dibiayai dari APBD,”ungkap Lohi.

Menurutnya, bantuan sekolah garda terdepan bisa juga diberikan bagi daerah lain, namun daerah tersebut harus mempunyai lahan yang memadai sekitar 10-15 hektar.

“Kita berupaya di Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Buru dan Buru Selatan tetapi terkendala dengan lahan,”pungkasnya

LIPI: Laut Arafura Miliki Potensi Bioteknologi Mikroba

Peneliti dari Pusat Penelitian Laut Dalam - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (PPLD-LIPI) Dr Yosmina Tapilatu mengatakan laut dalam Arafura memiliki potensi bioteknologi mikroba.
Ambon, Tribun-Maluku.com : Peneliti dari Pusat Penelitian Laut Dalam - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (PPLD-LIPI) Dr Yosmina Tapilatu mengatakan laut dalam Arafura memiliki potensi bioteknologi mikroba.

"Hasil eksplorasi menunjukkan bahwa perairan laut dalam Maluku berpotensi menyimpan bakteri-bakteri yang berguna untuk aplikasi bioteknologi, namun tentu saja harus dilakukan penelitian lanjutan untuk lebih memperdalam kajian mengenai kelompok bakteri ini dan manfaat-manfaat yang bisa diperoleh dari pengembangbiakan mereka," katanya di Ambon, Rabu (2/3).

Peneliti muda tersebut menjelaskan dalam kajian menggunakan metode isolasi dan biologi molekuler pada 2015, dari tiga sampel sedimen yang diambil dari tiga lokasi dan kedalaman yang berbeda (100 meter, 115 meter, dan 1.457 meter) di perairan Arafura, menghasilkan 10 jenis bakteri yang mampu hidup di lingkungan bertekanan air pada 100 meter dan 1.457 meter, yakni sekitar 10 sampai dengan 146 atm.

Bakteri-bakteri tersebut kemudian diidentifikasi dengan mencocokkan sekuens 16S rRNA dengan pangkalan data genetika internasional (National Center for Biotechnology Information - NCBI).

Bakteri pertama yang berhasil teridentifikasi adalah PPLD3 berasal dari jenis Paracoccus zeaxanthinifaciens galur ATCC 21588 yang mampu menghasilkan pigmen zeaxanthin, umum digunakan dalam industri produksi pakan ternak.

Sedangkan bakteri kedua, PPLD5, merupakan bakteri dari kelompok Bacillus mojavensis galur B0621A, dilaporkan mampu menghasilkan senyawa aktif yang menghambat pertumbuhan sel kanker leukemia.

"Sekuen 16S rRNA merupakan alat yang umum digunakan dalam dua dekade terakhir untuk mengidentifikasi bakteri secara cepat, dua dari sepuluh jenis bakteri yang berhasil diperoleh diidentifikasi terlebih dahulu dengan menggunakan metode ini," ucapnya.

Hasil kajian awal dari penelitian tersebut, kata Yosmina, telah dipaparkan olehnya ketika diundang sebagai narasumber bidang Mikrobiologi Laut di Indonesia-AS Kavli Frontiers of Science Symposium di Makassar, akhir Juli 2015.

"Kajian ini dilakukan didasarkan pada keprihatinan akan minimnya informasi mengenai kekayaan bakteri yang hidup di perairan laut dalam di Provinsi Maluku," katanya.

Lebih lanjut ahli mikroba itu mengatakan mikroba merupakan organisme yang berukuran sangat kecil sehingga hanya dapat dilihat dengan bantuan mikroskop.

Sanggup hidup di berbagai tempat di dunia, baik di permukaan tanah, tanaman, kulit dan pencernaan manusia, hingga laut dalam, kelompok organisme ini termasuk bakteri, virus dan jamur.

Hanya sedikit mikroba yang dapat menyebabkan kerugian pada manusia, semisal penyebab penyakit atau pembusukan makanan, sebagian besarnya justru bersifat menguntungkan, seperti menggemburkan tanah atau bahkan menghasilkan senyawa bermanfaat yang dapat dipakai dalam industri bioteknologi.

"Dengan posisi perairan Maluku yang terdapat dalam zona dengan keanekaragaman sumber daya hayati laut yang cukup tinggi, besar kemungkinan terdapat bakteri laut dalam penghasil senyawa bioaktif yang berguna dalam aplikasi industri berbasis bioteknologi," tandasnya.

Kemenhub Masih Proses Izin Penerbangan Wings Ke Dobo

Kementerian Perhubungan masih memproses izin penerbangan Wings Air rute Bandara Internasional Pattimura Ambon ke Bandara Rar Gwamar, Dobo, ibu kota Kabupaten Kepulauan Aru.
Ambon, Tribun-Maluku.com : Kementerian Perhubungan masih memproses izin penerbangan Wings Air rute Bandara Internasional Pattimura Ambon ke Bandara Rar Gwamar, Dobo, ibu kota Kabupaten Kepulauan Aru.

"Saya intensif mengkoordinasikan manajemen Wings Air karena pengoperasian pesawatnya didambakan masyarakat Kepulauan Aru yang mengalami antrean panjang karena Trigana Air sering mengalami gangguan," kata Kabid Perhubungan Udara Dishub Maluku Jhon Rante ketika dikonfirmasi, Selasa (1/3).

Pesawat Trigana Air dilaporkan menerbangi Ambon - Dobo, Selasa (1/3) pagi, dengan harapan kembali rutin sebagaimana biasanya.

Dia mengemukakan bila Kemenhub telah menerbitkan perizinan rute penerbangan Wings Air, maka manajemennya siap mengoperasikan pesawatnya.

Tim manajemen Wings Air telah melakukan survei Bandara Rar Gwamar, dikoordinir Area Manager Lion Air Ambon, Ramly, di Dobo pada akhir Januari 2016.

Jhon mengakui, telah berkoordinasi dengan Area Manager Lion Air Ambon, Ramly untuk pengoperasian pesawat ke Bandara Rar Gwamar yang awalnya dijadwalkan pada 18 Februari 2016.

"Saya mengkoordinasikan terakhir terkait rencana pelantikan Bupati - Wakil Bupati Kepulauan Aru di Ambon pada 17 Februari 2016, tetapi diberitahukan 18 Februari masih ditangguhkan karena sedang memproses perizinan rute penerbangan," katanya.

Disinggung soal kondisi Bandara Rar Gwamar, dia menjelaskan, tim manajemen Wings Air memastikan bisa untuk olah gerak pesawatnya.

"Khan tim Wings Air sudah ke Dobo sehingga keputusan mengoperasikan pesawat itu kewenangan manajemen maskapai penerbangan tersebut, "tandas Jhon.

Sebelumnya, Wakil Bupati (Wabup) Kepulauan Aru, Muin Solgarey menyatakan kepemimpinannya bersama Bupati, Johan Gonga memprioritaskan pengembangan bandara Rar Gwamar, agar terjamin kelancaran aktivitas penerbangan.

"Kami memang baru dilantik Gubernur Maluku, Said Assagaff pada 17 Februari 2016. Namun, pengembangan bandara Rar Gwamar yang dirintis Penjabat Bupati, Angelius Renjaan perlu dilanjutkan karena strategis bagi program pemerintahan, pembangunan dan pelayanan sosial di Kepulauan Aru," katanya.

Apalagi, saat itu penerbangan dari Bandara Internasional Pattimura, Ambon - bandara Rar Gwamar pergi pulang (PP) terhenti karena maspakai Trigana Air sedang mengurusi izin perpanjangan rute penerbangan.

"Kami menghadiri pelantikan di Ambon memanfaatkan jasa penyeberangan feri Dobo - Tual, dengan kondisi laut tidak bersahabat, bahkan nyaris tenggelam pada pekan lalu. Dari Tual ke Bandara Karel Sadsuitubun, Langgur, Kabupaten Maluku Tenggara, selanjutnya terbang ke Ambon,' ujar Muin.

Karena itu, bisa membayangkan membutuhkan anggaran, waktu dan tenaga untuk ke Ambon maupun balik ke Dobo sehingga memandang perlu memprioritaskan pengembangan bandara Rar Gwamar.

"Jadi dana yang dialokasikan Penjabat Bupati Kepulauan Aru, Angelius Renjaan dengan persetujuan DPRD setempat melalui APBN 2016 senilai Rp20 miliar itu ditindaklanjuti agar aktivitas penerbangan bisa kembali normal," kata Muin.

Dia menambahkan, merealisasikan program pembangunan, pemerintahan dan pelayanan sosial mengacu pada visi "menitik beratkan masalah kesehatan, pembangunan rumah sakit di setiap kecamatan, meningkatkan fasilitas pendidikan yang lebih baik serta membangun infrastruktur".

Kabupaten Kepulauan Aru secara georgrafis berbatasan dengan Australia.