BeritaSeo: Agama

BEGINI NASIH "WHITE DOVE ALIAS DEWI" SETELAH MENGHINA AL QURAN


BeritaHangat5 - Balasan Allah akan menimpa siapa saja yang menghina Al Quran dan tidak mau bertaubat. Jika tidak di dunia ini, balasan yang lebih pedih menanti di akhirat nanti.

Akun White Dove alias Dewi menggegerkan dunia maya, baru-baru ini. Dengan terang-terangan ia menghina Al Quran.

“Ya, memang harus diinjak. Karena aku pernah dengar ustad ceramah di masjid mengatakan Alquran adalah pijakan hidup kita,” tulisnya di bawah foto sepasang kaki menginjak mushaf.

Sontak, akun White Dove segera menuai kecaman netizen terutama dari Kabupaten Karimun, tempat domisili Dewi. Tak cukup kecaman di Facebook, warga Karimun segera membawa masalah itu ke dunia nyata. White Dove alias Dewi dilaporkan ke Majelis Ulama Indonesia (MUI) Karimun. Warga mengancam, jika masalah tersebut tidak selesai di MUI, mereka akan melaporkan Dewi ke kepolisian.

Pada Senin pagi, Dewi dipanggil MUI untuk disidang di Masjid Agung Karimun. Dewi dikawal ketat polisi untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan karena wanita itu telah membuat marah masyarakat setempat.

Dalam sidang, Dewi meminta maaf kepada umat Islam dan mengaku tidak sengaja melakukan penghinaan tersebut.

“Saya minta maaf,saya tak sadar waktu menulis komentar Facebook itu karena saat menulis sudah larut malam dan mata saya mengantuk,” kata Dewi seperti dikutip Beritahangat5.

Masyarakat Karimun yang marah kepada Dewi menuntut karyawan PT Saipem Indonesia Karimun Branch itu diusir dari Karimun. MUI pun sependapat dengan tuntutan masyarakat.

Akhirnya, Dewi benar-benar meninggalkan Kabupaten Karimun pada Selasa siang. Ia dipulangkan ke kampung halamannya di Sumatera Utara. Personel Satreskrim Polres Karimun mengawal Dewi hingga ke Bandara Hang Nadim Batam.

Selain diusir dari Karimun, Dewi juga telah dipecat dari pekerjaannya oleh PT Saipem Indonesia Karimun Branch.



Jolanda Apono, S.Th Juara Pertama Lomba Karya Tulis Guru PAK

AMBON Tribun-Maluku.com-  Hasil penilaian tiga orang juri dari akademisi Unpatti, UKIM dan STAKPEN Ambon pada lomba karya tulis Guru Pendidikan Agama Kristen (PAK) menetapkan Jolanda Apono, S.Th sebagai juara pertama, dengan judul Peranan Guru PAK Dalam Mengatasi Kenakalan Remaja dengan jumlah nilai 208. Juara kedua Rofina Laisila dengan judul Narkoba Dikalangan Siswa mendapatkan nilai 164, sedangkan juara ketiga diraih oleh Emam Rumatora, S.Pd.K dengan judul Upaya Meningkatkan Pembinaan Akhlak dan Pendampingan Untuk Mengatasi Perilaku Membolos Siswa, dengan nilai 163.

Kegiatan Lomba Karya Tulis dan Pembinaan Guru Katekesasi yang dilaksanakan di Hotel Golden Palace itu ditutup dengan resmi oleh Kepala Bimas Kristen Kanwil Kementrian Agama Provinsi Maluku, Nikhodemus Dahaklory, S.PAK. M.Si pada Selasa (19/7) kemarin.

Kepada wartawan Dahaklory katakan, kegiatan tersebut bertujuan untuk penguatan kompetensi pribadi dan profesionalisme para guru PAK, dan bagaimana mengajak para guru untuk belajar menulis secara ilmiah, sehingga pada satu ketika tulisan dan karya tulis bisa menjadi kontribusi bagi pengembangan pendidikan Agama ke depan.

"Ini bisa dijadikan kegiatan rutinitas seperti harapan para peserta, apabila anggaran untuk kegatan ini dialokasikan kepada Bimas Kristen Kanwil Kementrian Agama Provinsi Maluku,"katanya.

Terkait dengan Guru Kateketsasi menurutnya, adalah guru yang melaksanakan pendidikan agama di lembaga-lembaga kateketsasi gereja sehingga perlu memiliki kemampuan khusus secara ilmiah dan secara profesi keguruan.

Diharapkan, kedepan lembaga kateketsasi bisa dilembagakan menjadi sebuah lembaga pendidikan formal gereja, yang didalamnya tidak hanya diajarkan tentang Alkitab tetapi juga pengetahuan-pengetahuan umum lainnya.

PP 55 menjaminkan, sebagai pendidikan keagamaan tidak hanya formal yang dimiliki oleh Pemerintah tetapi juga dimiliki oleh lembaga-lembaga keagamaan. Selama ini hambatan
yang dihadapi adalah karena kurikulum lembaga pendidikan hanya bermuatan Theologi.(TM05)

Kemenag Maluku Gelar Lomba Karya Tulis Dan Pembinaan Katekisasi

AMBON Tribun-Maluku.com- Bidang Bimas Kristen Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Maluku menggelar Lomba Karya Tulis guru Pendidikan Agama Kristen (PAK) tingkat dasar dan Pembinaan Guru Katekisasi, yang diikuti oleh 60 orang peserta berasal dari 11 kabupaten/kota bertempat di Golden Palace Hotel, Senin (18/7).

Kakanwil Kemenag Provinsi Maluku dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Kabag TU Drs. Zein Kaisupty mengungkapkan, pendidikan pada dasarnya adalah upaya guna mengembangkan potensi SDM sebagai proses pembelajaran.

Selain itu pendidikan juga penting untuk meningkatkan kualitas ilmuan, kualitas iman dan taqwa yang regilius. Itu berarti pendidikan agama dan keagamaan memiliki budi pekerti dalam sistim pendidikan di Indonesia.

PP Nomor 55 Tahun 2007 tentang Pendidikan Agama dan Keagamaan mengisyaratkan, pendidikan agama memberikan pengetahuan dan membentuk sikap, kepribadian dan keterampilan, bagi peserta didik dalam mengamalkan ajaran agamanya melalui mata pelajaran bahkan mata kuliah di semua jenjang.

Pendidikan keagamaan yakni; pendidikan yang mempersiapkan serta menuntut semua peran dan pengetahuan tentang agama atau menjadi ilmu agama, serta mengamalkan ajaran agamanya.

Keputusan Menteri Agama RI menganjurkan agar seluruh jajaran Kemenag terus melakukan fungsi perencanaan, pengawasan, evaluasi dan kebijakan, di bidang keagamaan serta tanggung jawab lainnya berjalan dengan baik.

Pendidikan agama Kristen sesuai Peraturan Menag Nomor 7 Tahun 2012 bertujuan mempersiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat, yang memahami dan mengamalkan nilai-nilai ajaran Agama Kristen yang berwawasan luas, kritis, kreatif, inovatif dan dinamis, guna mencerdaskan kehidupan bangsa yang beriman, bertaqwa dan berahklak mulia.

Diharapkan, peserta lomba karya tulis guru PAK dan pembinaan guru Katekisasi dapat mengikutinya dengan baik, karena hasilnya menjadi nilai tambah bagi jenjang karier terutama untuk kenaikan pangkat.(TM04) 

Dinas PUPR Maluku Gelar Halal Bi Halal

AMBON Tribun-Maluku.com- Dinas PUPR Provinsi Maluku menggelar Halal Bi Halal Idul Fitri 1437 H bertempat di halaman Kantor Dinas PU Maluku Senin (11/7).

Hadir dalam Halal Bi Halal tersebut Sekda Maluku Hamin Bin Thaher, SE, pejabat dan staf Dinas PUPR Maluku, Balai Jalan Maluku dan Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku.

Plh. Kadis PUPR Maluku Kasrul Selang, ST. MT dalam sambutannya mengatakan, Halal Bi Halal Idul Fitri 1437 H yang dilakukan merupakan bentuk silaturahmi diantara jajaran PUPR di Provinsi Maluku.

Dikatakan, orang yang ingin masuk Surga adalah orang yang suka berbuat kebaikan. Untuk itu amanah yang diemban oleh negara bagi jajaran PUPR di Provinsi Maluku, harus dilaksanakan dengan baik bagi kesejahteraan masyarakat di daerah ini.

Ustad Saitul Almaskaty dalam hikmah Halal Bi Halal mengatakan, Halal Bi Halal adalah tradisi di Indonesia merupakan sesuatu yang membanggakan, karena terjadi silaturahmi diantara sesama manusia.

Puasa bukan saja dilakukan oleh umat Muslim namun Puasa hampir ditemukan pada semua agama di dunia, hanya cara dan waktu saja yang berbeda namun tujuannya adalah sama yaitu mendekatkan diri kepada Tuhan.(TM02)

Ketua PBNU Said Aqil : Lebih Baik Pemimpin Non Muslim Jujur, Daripada Muslim Korup...

Jakarta, Lensaberita.Net - Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj mengimbau rakyat agar yakin untuk memilih calon kepala daerah yang jujur dan bersih di Pilkada serentak 2017. Menurutnya, tak masalah bila calon kepala daerah itu non-Muslim tapi jujur dan dipercaya rakyat.




 "Siapa saja yang mampu dan dipercaya rakyat, pemimpin yang adil meski itu non-Muslim tapi jujur, itu lebih baik daripada pemimpin Muslim tapi zalim. Di mana saja dan siapa saja," kata Said Aqil di kantor PBNU, Jl Kramat Raya, Jakarta, Sabtu (16/4/16).

Dia mengatakan imbauan ini bukan bermaksud mendukung bakal calon di daerah tertentu yang maju di Pilkada 2017. Namun, diingatkan, pemimpin yang baik adalah bisa memikirkan kemashlatan rakyatnya. Ia pun menepis bila dianggap mendukung bakal cagub DKI Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

Kemudian, dia mencontohkan kejadian pemimpin Libya, Muammar Khadafi. Meski Muslim, tapi Khadafi tak memikirkan kemashlatasan rakyatnya. Ia tak ingin di Pilkada nanti, masyarakat salah memilih calon kepala daerah.

"Pemimpin yang zalim dan tak adil, masyarakat akan merasakan kezalimannya. Kayak Muammar Khadafi , dia Muslim itu. Tapi, apa? rakyatnya sengsara," ujarnya.

Tak ketinggalan, Said Aqil berpesan agar partai politik mulai memberanikan bisa mempraktikan tidak menggunakan politik uang. Bila tak bisa, maka sulit mengubah sistem ini. (detikcom)

Menteri Agama Akan Melepas 3000 Anakan Kura-Kura

AMBON Tribun-Maluku.com- Surat Keputusan Gubernur Maluku Nomor 83 tahun 2016 tentang Pembentukan Panitia Perkemahan Pramuka Madrasah Nasional (PPMN) ke-2 tahun 2016 di Provinsi Maluku, dengan struktur dan komposisi melibatkan semua unsur baik TNI, Polri, dan Pejabat Sipil di daerah ini.

Dengan SK tersebut  maka Kanwil Kementrian Agama Maluku mulai melaksanakan rapat internal guna membahas tentang publikasi PPMN ke-2, infrastruktur dan lokasi pelaksanaan kegiatan PPMN.

Demikian keterangan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku Fesal Musaad, SPd. MPd  kepada wartawan di Ambon Jumat (11/3/2016).

Dengan pelaksanaan event PPMN ke-2 di Provinsi Maluku maka tempat-tempat wisata yang ada di Maluku dapat dijual di Indonesia maupun di Manca Negara.

Tema pelaksanaan PPMN ke-2 tahun 2016 di Maluku adalah "Berbekal Agama Hidup Aman Rukun dan Indah (BAHAR). Tema tersebut diangkat sejalan dengan visi Pemerintah Provinsi Maluku yaitu "Menunjukkan Masyarakat Maluku yang Aman, Rukun, Religius, Berkualitas.

Ditambahkan, Perkemahan Pramuka Madrasah Nasional (PPMN) ke-1 dilaksanakan di Magelang dan Maluku ditunjuk sebagai tuan rumah PPMN ke-2 tahun 2016.

Pelaksanaan PPMN ke-2 akan berlokasi di pantai Liang Kabupaten Maluku Tengah, tanggal 24-28 Mei 2016 yang direncanakan dibuka oleh Menteri Agama RI Lukman Hakim, dan dihadiri oleh Ketua Kwarnas Pusat, Kakanwil Agama seluruh Indonesia, Kepala Bidang Madrasah seluruh Indonesia.

Event tersebut akan diwarnai dengan pelepasan 3000 anak Kura-kura ke laut yang dilakukan oleh Menteri Agama Lukman Hakim, menunjukkan bahwa masyarakat Maluku cinta laut dengan demikian ingin membangun Maluku dari laut.

Selain itu akan dilakukan Seminar Nasional dengan tema "Mengembalikan Maluku ke Poros Maritim. Dengan tema ini Musaad berharap, masyarakat Maluku akan tahu betapa pentingnya laut untuk membangun Maluku secara berkesinambungan.

Event bumi PPMN ke-2 ini akan memberikan kesan tersendiri karena selama ini setiap perkemahan, siswa berhadapan dengan gunung namun untuk tahun ini selain berhadapan dengan gunung, siswa juga akan berhadapan dengan pantai, laut dan pulau-pulau.

Selain itu peserta PPMN juga akan dibekali dengan muatan multi kultur, dimana akan dinyanyikan lagu- lagu Maluku Tanah Pusaka oleh  Z. Lekatompessy dan panitia akan menghadirkan artis Maluku, Prili Latuconsina.

3000 anakan Kura-kura tersebut sudah disiapkan oleh Kepala-kepala Madrasah yang berada di pesisir pantai,  dengan dilepasnya 3000 anak penyu tersebut maka akan memecahkan rekor dari negara
Thailand sebanyak 1200 anakan penyu, serta pemutaran film dokumenter tentang kekayaan sumber daya alam di Maluku.(TM05)