BeritaSeo: nangkring

Ina Si Nononk Selesai, Foto Mesum Rahmat Alaakacut Baru Lagi! Remaja Kita Semakin Rusak Moralnya...



Kasus Ina Si Nonok yang beberapa hari ini mewarnai dunia maya, dengan munculnya foto mesum yang diupload oleh akun facebook Ina Si Nononk. Foto-foto yang terposting itu memperlihatkan adegan layaknya orang dewasa, sementara keduanya diduga masih duduk dibangku SMP bahkan SD.

Nah, baru-baru ini, warga dunia maya juga kembali dihebohkan dengan beredarnya foto-foto mesum juga diperagakan oleh anak dibawah umur yang diupload oleh akun bernama Rahmat AlaaKacut. Bahkan, dari salah satu foto terlihat si laki-laki masih mengenakan baju seragam SMP.

Dari foto-foto tersebut, tampak dua bocah laki-laki dan perempuan berciuman sambil berpelukan. Salah satu foto juga memperlihatkan keduanya saling menjulurkan lidah hingga bersentuhan. Aksi ciuman tersebut layaknya orang dewasa.

Parahnya lagi, foto yang tidak pantas oleh anak seumuran mereka dijadikan sampul atau cover Facebookmiliknya. Seperti diketahui, cover Facebook tersebut diganti sejak tanggal 5 Februari 2016.

Netizen yang melihat foto-foto tersebut pasti akan geleng-geleng kepala. Dengan unggahan foto tak senonoh itu, para netizen semakin penasaran untuk menelusuri tentang kebenaran foto-foto tersebut. Namun, tak banyak juga yang prihatin atas sikap kedua bocah tersebut.

Sumber: suara

Awas... Modus Kejahatan Baru, Tinggalkan Uang di Kaca Mobil Anda



 Anda sedang ke jalan-jalan di mal, tiba-tiba Anda menemukan uang atau duit secara tidak sengaja.
Apakah Anda akan mengembalikannya?

Sejumlah orang mungkin akan mengambil uang itu, dengan alasan sedang tidak punya uang.

Dan menemukan uang di jalan mungkin dianggap sebagai rejeki.

Namun, saat anda melihat uang tersebut, sebaiknya anda harus waspada.

Dilansir Fox13now.com, ada modus kejahatan dengan sengaja menaruh uang di wiper mobil.

Pada saat melintas dan melihat mobil di parkiran.
Kemudian ada uang yang terjepit pada wiper mobil, uang tersebut jangan diambil.

Karena, baru-baru ini pihak kepolisian di Amerika Serikat membongkar modus penipuan.

Ini membuat korban menyesal karena mengambil uang yang bukan miliknya.

Mereka beroperasi dengan cara menjepit uang pada wiper mobil.

Dan membuat anda khususnya yang memiliki mobil akan turun dan membiarkan mobil anda menyala.

Saat itulah yang dinanti-nantikan karena akan ada orang ke dalam mobil.

Lalu mereka akan membawa kabur mobil anda.

Dan uang yang ditinggal pada wiper tersebut adalah uang palsu.



Sumber: tribunnews

OMG! Setelah Dapat Wangsit, Akhirnya Ini Keputusan Dewi Rezer....


Dewi Rezer secara diam-diam sudah mengajukan gugatan cerai di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Rabu (2/3/206).

Kabar mengejutkan ini langsung diamini humas Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Made Sutrisna, SH.M.Hum.

Meski kabar buruk ini mengejutkan banyak pihak, namun sepertinya perceraian ini sudah dipikirkan jauh-jauh hari oleh Dewi Rezer dan suaminya Marcellino Lefrandt.

Sebabnya, sebelum akhirnya mengajukan gugatan, pasangan ini sempat memisahkan diri selama dua bulan lamanya. Tak saling bertemu, merupakan cara Dewi dan Marcellino sebelum akhirnya berpisah.

"Aku liburan kemarin ke Australi, kebetulan Marcell sama anak-anak ke Manado," kata Dewi saat berbincang dengan Irfan hakim di program 'Ada-ada Aja'.

Menurut Dewi, ia bukannya tak mau mengajak Marcellino dan kedua anaknya untuk berlibur bersamanya ke Australi, melainkan ia memang sudah merencanakan liburannya seorang diri, jauh-jauh hari.

"Kan gue ke Australi, kan gue udah rencanain 6 bulan sebelumnya. kan kalau ke luar negeri nggak kayak ke Bandung sehari atau dua hari selesai. Jadi ya sendiri," jelas Dewi saat ditanya mengapa tak ikut berlibur bersama suami dan anaknya ke Manado.

Dewi membeberkan, kurang lebih dirinya dua bulan berada di Australi, di sana ia bertemu bersama teman-teman lamanya.

Liburan Dewi kali ini bisa jadi menjadi perenungan bagi dirinya, sebelum akhirnya memutuskan bercerai dengan pria yang sudah memberikannya dua orang anak itu.

Sumber: tribunnews

Turut Berduka Atas Kesedihan Dewi Rezer...


Kesedihan rupanya sedang merundung Dewi Rezer. Kesedihan tersebut ia ungkapkan melalui akun Instagramnya. Terlebih saat ia butuh dukungan terkait gugatan cerai yang ia layangkan terhadap suaminya Marcelino Lefrandt.

    "Ahhhhh aku rindu sama papa... Knp si papa pake pergi segala!!!! Jadi nambahin kesedihan aja!!!! Aku gak rela sampe sekarang!!!!!!! Ga bs ketemu lagi!!!! Aku sayang sama papa ❤️❤️❤️😢😢😢😢😢😢," tulis Dewi sebagai keterangan foto, pada 5 Maret 2016 lalu.

Dalam foto itu Dewi sedang bersama ayahnya, Yotin Rezer, yang telah berpulang pada 21 Oktober 2015 lalu. Mereka kompak mengenakan t-shirt biru. Mereka tampak sedang berbaring.

Membaca kesedihan Dewi, para netizen ikut menenangkan wanita kelahiran Jakarta 36 tahun lalu. Mereka seakan merasakan kepedihan yang sedang dirasakan Dewi.

Suami Dewi Rezer ini harus mempertahankan tubuh idealnya. Pasalnya, Marcellino mengalami penurunan berat badan dari 85 kg menjadi 74 kg guna menjaga kostum yang dipakai tidak kebesaran maupun kekecilan. (Wimbarsana/Bintang.com)

"Semua dh kehendak Tuhan kk @rezerdewi yg sabar n tabah ya kk ngadapi semua cobaan Gbu," kata akun @riskanataly. "Sabar mbk @rezerdewi di doakan saja papanya supaya tenang," tambah akun @shelvyaprilllia.

Sejak menggugat cerai Marcelino Lefrandt ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada 2 Maret 2016 lalu, ksedihan Dewi Rezer makin bertambah. Setelah kehilangan ayah, ia juga terancam akan kehilangan suami.

Sumber: bintang

Terbongkar! Saipul Jamil Gay Itu Ternyata Lagu Lama....


Saipul Jamil (Ipul) masih menghadapi kasus pelecehan seksual terhadap sesama jenis. Rekan yang pernah tergabung dalam boyband dangdut Gaul bersama Ipul, Eka Sapta Nugraha, mengaku sudah lama mendengar isu tersebut.

Mendengar apa yang dialami Saipul, Eka mengaku terkejut. kendati demikian, suami Iyeth Bustami itu juga mengaku kerap mendengar Ipul penyuka sesama jenis sejak masih tergabung dalam Gaul.

"Dari awal terbentuknya grup Gaul juga sudah mendengar (Ipul menyukai sesama jenis). Tapi aku dan teman-teman enggak ambil pusing. Itu kehidupan pribadinya, dan kami menghargai," kata Eka

"Kami jalan bareng, ya jalan bareng. Kami berteman. Kami makan bareng, datang saat dia ada acara keluarga. Tapi enggak pernah yang namanya bertanya atau mendiskusikan dengannya lalu bertanya, 'Kamu sebenarnya ini (gay), ya?' Kami berteman saling menghargai, kami sama-sama mencari makan, sama-sama berkarya," sambungnya.

Saat itu, Eka dan rekannya yang lain merasa Ipul bersikap normal. Karena itu, mereka tak mencari tahu kebenaran Ipul sebagai penyuka sesama jenis.

"Temannya banyak, cowok dan cewek sama banyaknya. Kalau katakanlah, dia gay atau banci, orang enggak akan bisa melihatnya. Dia itu enggak ngondek (kemayu) sama sekali. Dia cowok banget. Memang saya pernah dengar, kemungkinan dia seperti itu (gay) mungkin dipengaruhi masa lalu, namanya masa lalu orang, ya. Tapi saya pun hanya mendengar dari orang-orang, bukan karena saya menyaksikan sendiri. Dia juga enggak pernah curhat atau cerita-cerita yang sangat personal," tandasnya.

Sumber: beritasatu

Ini Cerita Fatin Tentang Hidup Barunya....


Musisi berhijab Fatin Shidqia Lubis hadir dengan karya terbarunya. Kali ini bukan sebuah lagu, penyanyi jebolan `X-Factor Indonesia` ini menyuguhkan kemampuan akting di film perdana yang diadopsi dari kisah hidupnya.

Dalam film yang berjudul Dreams itu, Fatin ditantang untuk beradu akting bersama Morgan Oey. Serta beberapa pemain pendukung seperti Mathias Muchus, Ines Tagor, Ardina Rasti dan Fauzi Badilah.

"Akan mulai tayang 10 Maret 2016, serentak di seluruh bioskop Indonesia," ungkap Fatin saat mengisi Islamic Book Fair di Istora Senayan Jakarta, kemarin.

Di film besutan sutradara Guntur Soeharjanto itu diceritakan, perjalanan Fatin saat mengikuti kompetisi menyanyi. Yang dibumbui dengan berbagai konflik antara orangtua dan teman-temannya.

Selama 90 menit, penonton diajak untuk menikmati kisah seorang gadis remaja dalam menemukan bakat terpendamnya. Hingga Fatin sebagai pemeran utama berhasil memenangkan kontes pencarian bakat menyanyi di sebuah televisi swasta.

"Perasaan di akting pertama malu dan deg-degan masih harus banyak belajar. Tapi ngerasa seru karena ini bukan 100 persen kisah aku. Cuma diadopsi saja," imbuhnya.

Meskipun sempat didera rasa minder karena belum berpengalaman di dunia akting. Diakui Fatin bahwa ia merasa menikmati proses syuting selama sebulan pada ramadan lalu.

Ssumber: dream

Dan Akhirnya, Labora Sitorus Menyerahkan Diri Juga.....


Terpidana kasus pembalakan liar dan pencucian uang, Labora Sitorus, yang melarikan diri saat dieksekusi pindah dari LP Kota Sorong ke LP Cipinang Jakarta akhirnya menyerahkan diri ke Polres Sorong, Senin.

Kepala LP Sorong, Maliki, mengatakan, Sitorus datang menggunakan ojek ke Polres Sorong Kota, pukul 03.40 WIT dan menyerahkan diri kepada polisi.

"Dia sudah diterbangkan ke Lapas Cipinang Jakarta menggunakan Pesawat Nam Air pukul 11.30 WIT," ujar Maliki di Sorong, Senin.

Sitorus kabur dari rumahnya di areal PT Rotua Kelurahan Tampa Garam sebelum tim eksekusi dan polisi mendobrak masuk kediaman tersebut pada Jumat (4/3).

Selama kabur, Sitorus bersembunyi di satu rumah di Boswesen Kelurahan Rufei sampai akhirnya menyerahkan diri ke Polres Kota Sorong.

Sitorus adalah bekas anggota Polres Raja Ampat, yang diketahui memiliki rekening sangat gendut, Rp1,5 triliun. Pangkat terakhir dia di dinas kepolisian setempat adalah ajun inspektur satu polisi.

Sumber: antaranews

Ireng Maulana Dalam Kenangan....


Kabar duka berembus di tengah penyelenggaraan International BNI Java Jazz Festival 2016 pada Minggu 5 Maret 2016 dini hari.

Kemeriahan Java Jazz terhenti sementara saat layar video yang terpasang di berbagai sudut di JIExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat menampilkan berita duka dari salah satu legenda jazz Indonesia, Ireng Maulana yang meninggal akibat serangan jantung pada Minggu pukul 00.10 WIB.

Ireng meninggal dunia dalam usia 71 tahun seusai manggung di sebuah acara jazz di FX, Jakarta. Ia sempat mengeluh sesak napas namun dalam perjalanan menuju Rumah Sakit Harapan Kita, Jakarta Barat, Ireng menghembuskan napas terakhir.

Kepergian Ireng membawa suasana berbeda pada perhelatan hari terakhir Java Jazz 2016 itu. Dalam ingar bingar festival musik jazz terbesar di Asia Tenggara itu, semua berduka untuk Ireng.

Peter F. Gontha selaku penggagas Java Jazz naik ke atas panggung sebelum pertunjukan BNI Projects Indonesian Duets dimulai untuk meminta kepada para penonton memberikan penghormatan terakhir kepada Ireng Maulana.

"Saya minta waktunya sebentar 15 detik untuk legenda jazz Ireng Maulana," kata Peter.

"Ireng Maulana adalah sosok yang memberi inspirasi kepada saya untuk membuat Java Jazz," lanjut dia.

Arena di BNI hall yang sudah disesaki ratusan penonton itu pun langsung senyap.

Di Panggung lainnya, penyanyi Marcell Siahaan bahkan mempersembahkan lagu "Tak Kan Tergantikan" untuk gitaris jazz senior itu.

"Saya ingin dedikasikan lagu ini untuk keluarga Om Ireng semoga tabah," ujar Marcell.

Kenangan akan Ireng makin terasa dari panggung Java Jazz Coffee Stage. Panggung tersebut diisi oleh musisi-musisi jazz senior yang cukup dekat dengan Ireng seperti Benny Likumahuwa, Benny Musatafa, Oele Pattiselano, Jopie Item, Karim Suweileh, Jeffrey Tahalele, Glen Dauna, Sam, Yance Manusama, Margie Segers, dan Andi Wiriantono.

Mereka adalah musisi-musisi jazz yang bersama Ireng Maulana bermunculan di era 1970-1980an.

"Kami semua sedang terkenang akan kakak kami, tokoh jazz Indonesia yang telah wafat. Kami semua cinta pada Ireng," ujar Margie sebelum mendedikasikan lagu "To Love Somebody" untuk Ireng.

Pada tahun 1980, Margie bersama Ireng pernah merekam album berjudul Jazz Vocal Indonesia.

Sebelumnya, tahun 1978 Ireng mendirikan grup Ireng Maulana All Stars dengan delapan anggota lainnya termasuk dengan Benny Likumahuwa (trombone), Benny Mustafa (drum), dan Karim (trompet) serta Hendra Wijaya (piano), Maryono (saksofon), dan Roni (bass).

Kelompok tersebut terus berkembang hingga terbentuknya Ireng Maulana Associates, sebuah organisasi tempat bergabung para musisi jazz di Jakarta. Dengan lembaga ini pula Ireng menggagas pesta musik jazz internasional Jakarta Jazz Festival atau lebih dikenal dengan sebutan Jak Jazz.

Acara tersebut pertama kali diadakan pada 18, 19, dan 20 November 1988 mengambil tempat di Panggung Maxima dan area Drive-In Ancol, yang sebelumnya, pembukaannya digelar di TIM. Jak Jazz saat itu disebut sebagai pesta jazz terbesar di Asia yang diikuti lebih dari 150 musisi jazz dari 23 negara.

"Mungkin tidak ada Java Jazz kalau Om Ireng tidak memprakarsai Jazz di Indonesia," kata Andien saat mengenai Ireng di sela penampilannya bersama Tompi.

Musik jazz tidak bisa dipisahkan dari hidup Ireng, bukan hanya untuk dirinya sendiri tetapi juga sumbangsihnya untuk membesarkan jazz Indonesia.

Menjelang kepergiannya pun, musisi yang memiliki nama kecil Eugene Lodewijk Willem Maulana itu tengah bermusik sebagaimana yang ia inginkan semasa hidup.

"Itu memang harapan Ireng Maulana. Kalau Tuhan memanggil, dia ingin dipanggil waktu main musik. Itu omongannya dari dulu begitu," kata Peter Gontha.

Sumber: antaranews

Dengan Tenang, Labora Sitorus Datang Menyerahkan Diri

Ilustrasi

Terpidana15 tahun penjara Labora Sitorus menyerahkan diri ke polisi di Sorong sekira pukul 04.30 WIB WIT hari ini, Senin (7/3/2016). Sebelumnya ia kabur saat hendak dipindahkan dari Sorong ke LP Cipinang di Jakarta.

Informasi yang dihimpun, saat menyerahkan diri Labora mengenakan kaos biru dan celana panjang abu-abu. Kedua tangan pria berkepala plontos itu diborgol.

Saat diperiksa di depan penyidik, terpidana kasus pencucian uang dan pembalakan liar tersebut dikawal tiga penyidik. Ia tampak tenang saat diperiksa.

Sebelumnya, pada Jumat pekan lalu Polresta Sorong mengerahkan ratusan personel untuk memburu Labora setelah melarikan diri dari rumahnya di Tampa Garam, Sorong, Papua Barat.

Saat itu ia berada di rumahnya usai minta izin keluar dari LP Sorong dengan alasan hendak berobat. Namun saat dijemput untuk dipindahkan ke LP Cipinang, Labora sudah melarikan diri.

Sumber: okezone

Syukur Labora Sitorus Sudah Menyerahkan Diri, Tugas Aparat Agak Berkurang

ilustrasi


Buron terpidana kasus pembalakan liar Aiptu Labora Sitorus akhirnya menyerahkan diri ke Polres Sorong, Papua Barat, Senin (7/3) dini hari.

Informasi yang didapatkan dari Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia I Wayan Dusak, Labora menyerahkan diri ke Polres Kota Sorong pukul 03.00 WIT.

"Ia menyerahkan diri jam 3 pagi tadi, datang seorang diri naik ojek," kata Wayan kepada CNN Indonesia.

Pihak Kemenkumham belum mengambil tindakan apapun sebelum Labora selesai diperiksa pihak kepolisian. Saat ini polisi tengah menggali keterangan dari Labora.




"Setelah pemeriksaan beres (di Polres Sorong), baru Labora diserahkan kepada kami," tutur Wayan.

Sebelumnya Kepala Kanwil Hukum dan Hak Asasi Manusia Papua Barat Agus Purwanto yang dikonfirmasi mengatakan, pemindahan Labora adalah keputusan Kementerian. Labora selama ini tidak ditahan di LP Sorong melainkan tinggal di rumah di Kelurahan Tampa Garam, Kota Sorong, dengan alasan sakit.

"Seharusnya Labora kooperatif kembali ke LP Sorong untuk menjalankan hukumannya yang sudah berkekuatan hukum tetap," kata Agus.

Pemindahan Labora dari LP Sorong ke LP Cipinang Jakarta juga merupakan kebijakan pusat agar Labora mendapat perawatan dan fasilitas kesehatan yang memadai. Berdasarkan informasi yang dihimpun dari warga di sekitar kediaman Labora, dia akan bunuh diri jika dipindahkan dari ke LP Cipinang.

sumber: cnnindonesia

Wakawaka.....Masuk Kampung Tertutup Portal, Dua Maling Jadi Begini Mukanya


ilustrasi


Dua maling helm babak belur dihakimi massa setelah tertangkap basah saat beraksi di Kampung Jomblang, Candisari, Kota Semarang, Jawa Tengah, Minggu (06/03/2016) dini hari.

Kedua pelaku tertangkap basah mencuri helm di rumah salah satu warga bernama Ris (19).

Korban yang mengetahui aksi pelaku langsung berteriak minta tolong. “Dua orang boncengan pakai sepeda motor. Satu ambil helm, yang satunya menunggu di kendaraan,” katanya.

Pelaku yang berusaha kabur terjebak di jalan kampung yang ternyata sudah tertutup portal.

Pelaku tidak bisa berkutik setelah warga sudah mengepung mereka.

Usai dihakimi, kedua pelaku kemudian diserahkan ke petugas Polsek Candisari Semarang.

Dari pemeriksaan sepeda motor Yamaha Mio pelaku ditemukan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan aksi mereka.

“Ada dua dompet di sepeda motor pelaku,” kata Kapolsek Candisari Inspektur Satu Dhayita Daneswari.

Dua dompet wanita tersebut diduga hasil curian.

Adapun identitas kedua pelaku diketahui masing-masing bernama Panji, warga RT 6, RW 10, Jomblang, Candisari dan Adi warga Kedondong Dalam I, RT 4, RW 10, Semarang.

sumber: koridortimur

Wakakaka... Ternyata Pengepul Besi Bekas Bongkaran Kalijodo Malah Anak Buah Ahok Sendiri!!! Cari Ceperan Nih Bang???



Pembongkaran kawasan Kalijodo di wilayah Jakarta Barat dan Jakarta Utara ternyata masih banyak menyisakan masalah.

Salah satunya soal hak milik bahan bangunan, seperti besi dari bangunan warga yang dibongkar Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Seorang warga Kalijodo, Jakarta Barat, yang dirahasiakan identitasnya mengungkapkan, warga pemilik bangunan dilarang petugas pembongkaran bangunan untuk mengambil besi bekas bangunan.

Bahkan, empat warga sempat ditangkap kepolisian dari Polsektro Tambora saat mengambil besi-besi dari reruntuhan rumah mereka yang sudah dibongkar petugas.

"Saya dan warga hanya mengambil besi milik kami di reruntuhan bangunan itu, tapi malah ditangkap," kata warga Kalijodo, Jakarta Barat itu kepada VIVA.co.id, Jumat, 4 Maret 2016.

Awalnya dia dan warga dibiarkan petugas masuk ke lokasi reruntuhan untuk mengambil besi dari bekas bangunan rumah mereka. Tapi, saat besi sudah terkumpul, tiba-tiba mereka ditangkap dan diamankan ke Polsektro Tambora.

"Ada Brimob tapi kami dibiarkan masuk, setelah besi terkumpul baru ditangkap, dibawa ke polsek dan disuruh tanda tangan surat pernyataan tidak akan masuk ke sana," ujarnya.

Anehnya, menurut sumber itu, perlakuan itu hanya berlaku bagi warga Kalijodo yang berada di wilayah Jakarta Barat saja. "Kok (warga) utara bisa ambil besi, barat enggak bisa, kami kecewa," ujar dia.

Besi dibawa mobil DPU DKI

Sumber itu mengatakan, setelah warga tak lagi berani masuk ke area pembongkaran, tiba-tiba seluruh besi bekas bangunan milik warga diangkut anak buah Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang ditugaskan dalam penggusuran dengan menggunakan truk berwarna merah bertuliskan Dinas Tata Air DKI Jakarta.

"Sekarang seluruh besi sudah habis dibawa, kami tidak tahu besi itu dibawa kemana," katanya.

Warga mengakui, memang sengaja mengambil besi di bekas bangunan rumah mereka untuk dijual kembali agar mendapatkan uang untuk memenuhi kebutuhan makan usai jadi korban penertiban Kalijodo.

"Buat nyambung hidup, tapi alasannya cuma puing dan sampah," katanya.

Sumber: viva

Foto Mesum Ina Si Nononk Terungkap, Penyebarnya Sakit Hati Karena Cintanya Ditolak



Setelah ramai jadi perbincangan terkait kasus foto panasnya yang tersebar di dunia maya yang masih berstatus SD akhirnya angkat bicara.

Dalam penjelasannya ia membenarkan bahwa foto kalau itu adalah fotonya dengan sang pacar.

Dia mengakui pose hot fotonya bersama sang kekasih yang belakangan diketahui bernama Aditya Pratama. "Foto mesum yang beradar adalah foto masa lalu. Mohon pengertian, setiap orang punya masa lalu," ujar pernyataan Ina Si Nononk di laman Facebooknya, Jumat (4/3).

Nononk menambahkan, dia tahu siapa penyebar fotonya di situs jejaring sosial besutan Mark Zuckenberg itu. "Itu orang yang gak suka sama aku, dia nyebarin karena sakit hati," tambah Ina Si Nononk

Nononk menambahkan, dia tahu siapa penyebar fotonya di situs jejaring sosial besutan Mark Zuckenberg itu. "Itu orang yang gak suka sama aku, dia nyebarin karena sakit hati," tambah Ina Si Nononk

Semenjak beredar luas, di dunia maya, akun Ina Si Nononk banyak mendapat hujatan. Namun, tak sedikit yang memberinya dukungan. Salah seorang rekan Ina, Rido Sundari membeberkan bahwa foto milik Ina Si Nononk dimbil sewaktu SD.

" Dia itu lahiran 1998, itung aja sekarang umurnya berapa. Ada yang sengaja nyebarin. Sampai sekarang pacarnya masih sama," singkat dia.

Sebelumnya, mama akun Ina Si Nononk di Facebook tiba-tiba mencuat menjadi popular search. Penyebabnya adalah postingannya berupa foto yang agak-agak gimana gitu.

Dari profil fotonya, Ina terlihat baru kelas 1 SMP atau mungkin malah masih duduk di bangku SD.

Namun yang lebih mengejutkan ada tulisan PRADA di baju si ABG cowok. Ada sebuah catatan menyertai foto itu. “Kehujanan bareung c sayonk. D kos't an,” tulisnya.

Sumber: jawapos

Hati-hati! Polisi Berhasil Bongkar Sindikat Oknum Kartu Kredit Gadungan Ternyata dapat Data Calon Korban Dari Sini

ilustrasi


Polda Metro Jaya menangkap pelaku penipuan dan penggelapan kartu kredit nasabah. Tersangka Imam Zahali (31) mendapatkan data-data nasabah dari internet.

"Tersangka mengaku mendapatkan data-data nasabah dari internet, dia beli Rp 800 ribu untuk 25 data," kata Kanit II Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya Kompol Jerry Raymond Siagian kepada detikcom, Minggu (6/3/2016).

Jerry mengungkapkan, tersangka Imam melakukan kejahatan tersebut bersama seorang perempuan bernama Vika. Setelah mendapatkan data-data nasabah pemilik kartu kredit, tersangka kemudian menghubungi para korban dengan mengaku sebagai marketing kartu kredit dari bank.

"Kemudian dia menawarkan mau dinaikan limitnya tidak, dua kali lipat, tanpa biaya administrasi," imbuh Jerry.



Korban yang tergiur kemudian menyetujuinya. Selanjutnya korban dan pelaku bertemu di suatu tempat. Untuk meyakinkan korban bahwa pelaku adalah petugas bank, ia membawa ID card dan kartu nama seolah-olah dari bank.

"Kemudian korban diminta mengisi aplikasi dan membubuhkan tanda tangan. Kemudian kartu kredit korban digunting sedikit tapi tidak sampai mengenai chipnya," ungkapnya.

Kartu kredit korban pun di tangan pelaku. Selanjutnya pelaku merekatkan bekas guntingan kartu kredit tadi dengan lem agar bisa digunakan kembali. Tersangka kemudian membuat KTP palsu dengan data-data korban agar kartu kredit tadi bisa digunakan untuk transaksi.

"Kemudian tersangka mencari di internet merchant yang bisa melayani tarik tunai. Lali dua bawa ke situ dan kartu kredit korban dipakai untuk transaksi tunai," tambahnya.

Jerry mengungkap, pelaku sudah melakukan kejahatan itu sejak Januari 2015 sampai Februari 2016 di Bandung, Jakarta dan Bekasi. Ada sekitar 24 nasabah yang sudah menjadi korban dengan total kerugian Rp 250 juta.

sumber: detik