BeritaSeo: Criminal

Dan Akhirnya, Labora Sitorus Menyerahkan Diri Juga.....


Terpidana kasus pembalakan liar dan pencucian uang, Labora Sitorus, yang melarikan diri saat dieksekusi pindah dari LP Kota Sorong ke LP Cipinang Jakarta akhirnya menyerahkan diri ke Polres Sorong, Senin.

Kepala LP Sorong, Maliki, mengatakan, Sitorus datang menggunakan ojek ke Polres Sorong Kota, pukul 03.40 WIT dan menyerahkan diri kepada polisi.

"Dia sudah diterbangkan ke Lapas Cipinang Jakarta menggunakan Pesawat Nam Air pukul 11.30 WIT," ujar Maliki di Sorong, Senin.

Sitorus kabur dari rumahnya di areal PT Rotua Kelurahan Tampa Garam sebelum tim eksekusi dan polisi mendobrak masuk kediaman tersebut pada Jumat (4/3).

Selama kabur, Sitorus bersembunyi di satu rumah di Boswesen Kelurahan Rufei sampai akhirnya menyerahkan diri ke Polres Kota Sorong.

Sitorus adalah bekas anggota Polres Raja Ampat, yang diketahui memiliki rekening sangat gendut, Rp1,5 triliun. Pangkat terakhir dia di dinas kepolisian setempat adalah ajun inspektur satu polisi.

Sumber: antaranews

Dengan Tenang, Labora Sitorus Datang Menyerahkan Diri

Ilustrasi

Terpidana15 tahun penjara Labora Sitorus menyerahkan diri ke polisi di Sorong sekira pukul 04.30 WIB WIT hari ini, Senin (7/3/2016). Sebelumnya ia kabur saat hendak dipindahkan dari Sorong ke LP Cipinang di Jakarta.

Informasi yang dihimpun, saat menyerahkan diri Labora mengenakan kaos biru dan celana panjang abu-abu. Kedua tangan pria berkepala plontos itu diborgol.

Saat diperiksa di depan penyidik, terpidana kasus pencucian uang dan pembalakan liar tersebut dikawal tiga penyidik. Ia tampak tenang saat diperiksa.

Sebelumnya, pada Jumat pekan lalu Polresta Sorong mengerahkan ratusan personel untuk memburu Labora setelah melarikan diri dari rumahnya di Tampa Garam, Sorong, Papua Barat.

Saat itu ia berada di rumahnya usai minta izin keluar dari LP Sorong dengan alasan hendak berobat. Namun saat dijemput untuk dipindahkan ke LP Cipinang, Labora sudah melarikan diri.

Sumber: okezone

Syukur Labora Sitorus Sudah Menyerahkan Diri, Tugas Aparat Agak Berkurang

ilustrasi


Buron terpidana kasus pembalakan liar Aiptu Labora Sitorus akhirnya menyerahkan diri ke Polres Sorong, Papua Barat, Senin (7/3) dini hari.

Informasi yang didapatkan dari Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia I Wayan Dusak, Labora menyerahkan diri ke Polres Kota Sorong pukul 03.00 WIT.

"Ia menyerahkan diri jam 3 pagi tadi, datang seorang diri naik ojek," kata Wayan kepada CNN Indonesia.

Pihak Kemenkumham belum mengambil tindakan apapun sebelum Labora selesai diperiksa pihak kepolisian. Saat ini polisi tengah menggali keterangan dari Labora.




"Setelah pemeriksaan beres (di Polres Sorong), baru Labora diserahkan kepada kami," tutur Wayan.

Sebelumnya Kepala Kanwil Hukum dan Hak Asasi Manusia Papua Barat Agus Purwanto yang dikonfirmasi mengatakan, pemindahan Labora adalah keputusan Kementerian. Labora selama ini tidak ditahan di LP Sorong melainkan tinggal di rumah di Kelurahan Tampa Garam, Kota Sorong, dengan alasan sakit.

"Seharusnya Labora kooperatif kembali ke LP Sorong untuk menjalankan hukumannya yang sudah berkekuatan hukum tetap," kata Agus.

Pemindahan Labora dari LP Sorong ke LP Cipinang Jakarta juga merupakan kebijakan pusat agar Labora mendapat perawatan dan fasilitas kesehatan yang memadai. Berdasarkan informasi yang dihimpun dari warga di sekitar kediaman Labora, dia akan bunuh diri jika dipindahkan dari ke LP Cipinang.

sumber: cnnindonesia

Wakawaka.....Masuk Kampung Tertutup Portal, Dua Maling Jadi Begini Mukanya


ilustrasi


Dua maling helm babak belur dihakimi massa setelah tertangkap basah saat beraksi di Kampung Jomblang, Candisari, Kota Semarang, Jawa Tengah, Minggu (06/03/2016) dini hari.

Kedua pelaku tertangkap basah mencuri helm di rumah salah satu warga bernama Ris (19).

Korban yang mengetahui aksi pelaku langsung berteriak minta tolong. “Dua orang boncengan pakai sepeda motor. Satu ambil helm, yang satunya menunggu di kendaraan,” katanya.

Pelaku yang berusaha kabur terjebak di jalan kampung yang ternyata sudah tertutup portal.

Pelaku tidak bisa berkutik setelah warga sudah mengepung mereka.

Usai dihakimi, kedua pelaku kemudian diserahkan ke petugas Polsek Candisari Semarang.

Dari pemeriksaan sepeda motor Yamaha Mio pelaku ditemukan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan aksi mereka.

“Ada dua dompet di sepeda motor pelaku,” kata Kapolsek Candisari Inspektur Satu Dhayita Daneswari.

Dua dompet wanita tersebut diduga hasil curian.

Adapun identitas kedua pelaku diketahui masing-masing bernama Panji, warga RT 6, RW 10, Jomblang, Candisari dan Adi warga Kedondong Dalam I, RT 4, RW 10, Semarang.

sumber: koridortimur

Hati-hati! Polisi Berhasil Bongkar Sindikat Oknum Kartu Kredit Gadungan Ternyata dapat Data Calon Korban Dari Sini

ilustrasi


Polda Metro Jaya menangkap pelaku penipuan dan penggelapan kartu kredit nasabah. Tersangka Imam Zahali (31) mendapatkan data-data nasabah dari internet.

"Tersangka mengaku mendapatkan data-data nasabah dari internet, dia beli Rp 800 ribu untuk 25 data," kata Kanit II Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya Kompol Jerry Raymond Siagian kepada detikcom, Minggu (6/3/2016).

Jerry mengungkapkan, tersangka Imam melakukan kejahatan tersebut bersama seorang perempuan bernama Vika. Setelah mendapatkan data-data nasabah pemilik kartu kredit, tersangka kemudian menghubungi para korban dengan mengaku sebagai marketing kartu kredit dari bank.

"Kemudian dia menawarkan mau dinaikan limitnya tidak, dua kali lipat, tanpa biaya administrasi," imbuh Jerry.



Korban yang tergiur kemudian menyetujuinya. Selanjutnya korban dan pelaku bertemu di suatu tempat. Untuk meyakinkan korban bahwa pelaku adalah petugas bank, ia membawa ID card dan kartu nama seolah-olah dari bank.

"Kemudian korban diminta mengisi aplikasi dan membubuhkan tanda tangan. Kemudian kartu kredit korban digunting sedikit tapi tidak sampai mengenai chipnya," ungkapnya.

Kartu kredit korban pun di tangan pelaku. Selanjutnya pelaku merekatkan bekas guntingan kartu kredit tadi dengan lem agar bisa digunakan kembali. Tersangka kemudian membuat KTP palsu dengan data-data korban agar kartu kredit tadi bisa digunakan untuk transaksi.

"Kemudian tersangka mencari di internet merchant yang bisa melayani tarik tunai. Lali dua bawa ke situ dan kartu kredit korban dipakai untuk transaksi tunai," tambahnya.

Jerry mengungkap, pelaku sudah melakukan kejahatan itu sejak Januari 2015 sampai Februari 2016 di Bandung, Jakarta dan Bekasi. Ada sekitar 24 nasabah yang sudah menjadi korban dengan total kerugian Rp 250 juta.

sumber: detik