BeritaSeo: anak-anak

BIADAB! Pria Beristri Ini Hantam Keras Mantan Pacarnya Sampai Pingsan

BIADAB! Pria Beristri Ini Hantam Keras Mantan Pacarnya Sampai Pingsan

Beritahangat5 - BIADAB! Pria Beristri Ini Hantam Keras Mantan Pacarnya Sampai Pingsan

Beritahangat5, SUNGGUMINASA - Cemburu buta membuat Andi Iwan (27) gelap mata. dia menganiaya siswi sekolah menengah atas, ADA (16), sampai pingsan dua kali.

"Dia langsung memukul kaki dan tanganku, tak tahu mengapa. kelihatannya beliau cemburu," ungkap ADA yg terbaring lemah di ranjang pasien RSUD Syekh Yusuf Gowa, Kamis (13/10/2016).

Malam diawal mulanya, Iwan pernah memukul ADA. maka keluarga korban memerkarakan Iwan ke Polsek Somba Opu. Sehari-hari tersangka bekerja sebagai penarik becak motor.

"Malam diawal mulanya dipukul di pipi kanan dan kiri sampai memar. beliau mengintimidasi juga, jadi aku melapor ke Polsek Somba Opu," ucap ibunda korban, Dw.

Motif Iwan memukul ADA terungkap lewat pernyatan Ros, teman ADA. Awalnya, ADA yang berparas cantik ini menjalin hubungan dgn Iwan.

"Baru sebulan pacaran dirinya rupanya tahu Kak Andi mempunyai istri, jadi memutuskan hubungannya. Tapi memang lah ini Kak Andi suka sekali dengan dirinya. disaat melihatnya membonceng cowok lain, Kak Andi geram, ucap Ros.

"Dia dipukul serta di jalan Beringin. menurutnya, Kak Andi mendapatinya membonceng laki-laki, dirinya melanjutkan. Kepada Ros, ADA mengaku tidak berpacaran dengan laki-laki yg dilihat Iwan.

Kapolsek Somba Opu, Kompol Prabowo, menyampaikan telah mengamankan Iwan di rumahnya, Jalan Matahari, sesudah menerima pemberitahuan keluarga.

"Sempat ingin kabur tapi kita sudah kepung. segera kita amankan. saat ini kita sedang memeriksanya. Hasilnya belum ada. Kita tunggu hasil pemeriksaan dulu, ucap Prabowo.



 Bandar Togel Terpercaya - www.Sakuratoto.com


Bandar Togel Terpercaya - www.Sakuratoto2.com

SADIS..! Seorang Anak SD Dijemput Orang Tak Kenal dan Darahnya Disedot Orang tak Dikenal


BeritaHangat5 - Bagi para ortu berhati-hatilah dengan putra & putrinya, janganlah hingga anaknya mengalami elemen mirip yang sempat dialami satu orang bocah Sekolah Basic (SD) yang berlokasi di Jalan Pramuka Kelurahan Sei Lulut. 

Kemungkinan ini kriminil baru atau apa?. Seperti yg dialami MBY (10) pelajar SD kelas 4 ini mengalami aspek yang mengerikan kala menunggu jemputan dikala pulang sekolah Rabu (14/9) sore, seputar pukul 15.00 Wita.

Masyarakat Komplek Smanda, Banjarmasin Timur ini, saat menunggu orang tuanya menjemput tiba-tiba disinggahi suatu mobil & salah satu diantara penumpangnya segera menarik korban & membekapnya masuk kedalam mobil.

Radar Banjarmasin mengupayakan mencarinya informasinya, terhadap jurnalis Zurkani ayah korban, mengatakan, diwaktu itu beliau kaget menyaksikan putranya nampak pucat pula baju seragam sekolahnya sangat kotor sesampai di lokasi yang biasa anaknya menunggunya.

Dikatakan Zurkani, dikala itu putranya tak menceritakan apa yang sudah menimpanya. Tetapi sesampai di hunian Zurkani mengupayakan menanyakan lagi dengan anaknya yang kelihatan trauma.

“Saya curiga dengan anak aku melihat tangannya, konsisten dilipat & wajahnya seperti kesakitan, sesudah ditanya beliau belum menceritakan sebenarnya,” ujarnya.

Zurkani, tambah penasaran dengan tingkah anaknya, dirinya menduga ada sesuatu yang sudah berlangsung diwaktu putranya berada disekolah.

“Saya mencoba telepon wali kelasnya, tetapi anak aku malah menangis & malah ketakutan & dari situ beliau baru menceritakan,”kisah Zurkani.

Seterusnya Korban menceritakan kepada ayahnya bahwa dia sudah disekap oleh jumlahnya lelaki berperawakan akbar di dalam satu buah mobil saat menunggu jemputan.

“Cerita anak aku bahwa sesudah dirinya dimasukan didalam mobil, mulutnya ditutup gunakan tangan & badanya dipegang oleh dua orang. Didalam mobil cerita anak aku ada 5 orang laki-laki berawakan besar,” narasi Zurkani.

Perlakuan tak wajar itu tak cukup sampai disitu lanjut Zurkani, anaknya sesudah disekap dulu salah satu tersangka membawa jarum suntikan & menyuntikan ketangan anaknya. Sedangkan mobilnya masihlah bertahan tak jauh dari anaknya menunggu dirinya.

“Anak aku jelasnya, berusaha melawan, tetapi bekapan dua tersangka sangat kuat. lalu si tersangka pegang suntikan membawa darah dari tangan anak aku & sesudah itu anak aku di keluarkan dengan cara ditendang sampai membuat badannya sakit & bajunya kotor,” ungkapnya.

Ditambahkan Zurkani, putranya sejak mengalami kejadian langsung trauma, sehingga takut untuk pergi kesekolah. Ditanganya diketahui luka memar & seken suntikan.

“Anakku tetap trauma dan takut tak mau sekolah. Sementara ini ia diungsikan ditempat pamanya di Gambut, buat menenangkan keadaan beliau,” tutur Zurkani.

Tetapi ketika ditanya dengan kejadian menimpa anaknya tidak dia mau melaporkan ke kajdian ini pihak kepolisian. “Belum ada melapor kepolisi lagi, aku masihlah bingung,” ungkitnya.

Terpisah Masnah, Wali kelas korban membenarkan aspek tersebut sesudah mendapatkan laporan ortu korban ke pihak sekolah.

“Dari keterangan orang tua anak didik saya seandainya MBY sudah disekap oleh sekian banyak orang cowok waktu menunggu jemputan ayahnya dan diperlakukan tak wajar dan darahnya pun diambil memakai jarum suntik dan ia hari ini tak masuk sekolah lantaran trauma dan takut,” jelas Masnah



Pemukul Guru SMKN 2 Makassar Tertawa Lantaran Didatangi Ratusan Siswa


BeritaHangat5 - Adnan Achmad, murid yang menganiaya guru mata pelajaran Arsitektur SMKN 2 Makassar, Dasrul didatangi ratusan siswa dan guru di Mapolsek Tamalate, Jl Danau Tanjung Bunga, Kamis (11/8/2016).

Menurut Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Makassar, Ahmad, pihaknya sangat menyesalkan sikap orangtua siswa itu.

"Tadi kami ada ketemu dengan tersangka. Saat di tanya-tanya dia justru (Adnan) hanya ketawa-ketawa saja," kata Ahmad di Mapolsek Tamalate.

Ahmad juga turut hadir dalam rombongan siswa dan guru SMKN 2 Makassar. Dia juga ikut memrotes kelakuan Adnan yang memukul guru setelah anaknya ditegur, kemarin.

Ahmad menilai, penganiaya guru SMKN 2 Makassar itu nampak bangga didatangi banyak siswa. "Dia kelihatan sangat bangga. Dan tidak ada rasa penyesalan sedikit pun dari wajahnya," jelasnya.

Lantaran sikap Adnan itu, PGRI Makassar menjamin pihaknya akan mengawal kasus yang menimpa Dasrul hingga tuntas. "Tidak ada kata ampun. Kita akan kawal kasus ini sampai tuntas," kata dia.