BeritaSeo: Kuliner

Gratis, Lontong Cap Go Meh Laris Manis Diserbu Warga di Teras Klenteng Blora

Sajian Lontong Cap Go Meh di teras Klenteng TITD Hok Tik Bio Blora tidak lama langsung habis diserbu pengunjung. (foto: ag-infoblora)
BLORA. Perayaan Cap Go Meh pada hari kelimabelas bulan pertama penanggalan tahun Imlek bagi umat Tionghoa di Indonesia tidak lengkap rasanya jika tanpa kuliner khas Lontong Cap Go Meh. Seperti yang dilakukan umat Tionghoa di Blora, pada Senin sore (22/2) untuk menyambut malam Cap Go Meh di halaman Klenteng TITD Hok Tik Bio membagikan kuliner khas Lontong Cap Go Meh kepada para pengunjung sembari menyaksikan atraksi barongsai dan leang leong.

Kuliner khas tahunan yang hanya ada disaat merayakan Cap Go Meh ini pun langsung habis diserbu anak-anak dan orang dewasa yang hadir di halaman klenteng hingga Senin petang tadi. Dengan lahap, mereka menikmati kelezatan Lontong Cap Go Meh yang dimasak ibu-ibu Yayasan Klenteng TITD Hok Tik Bio Blora.

“Saya baru sekali ini ikut merasakan lontong cap go meh, sebelumnya belum pernah. Ternyata enak dan sedikit pedas dengan bumbu sambal gorengnya. Hampir mirip lontong opor namun ini lebih banyak bumbunya,” kata Anis, salah satu pengunjung klenteng.

Lontong Cap Go Meh ala Klenteng Blora. (foto: ag-infoblora)
Sementara itu salah satu penjaga Klenteng TITD Hok Tik Bio Blora, Totok menyatakan bahwa pembagian lontong cap go meh sudah rutin dilakukan setiap tahun dalam rangka mengakhiri peringatan Tahun Baru Imlek di hari kelimabelas bulan pertama.

“Kalau orang islam di Jawa kan ada lebaran ketupat setelah sepekan Idul Fitri. Kalau di umat Tionghoa ini istilahnya Cap Go Meh yakni 15 hari pasca peringatan tahun baru imlek bertepatan saat bulan purnama sambil menikmati lontong cap go meh,” ucapnya.

Menurutnya ini sudah menjadi tradisi umat Tionghoa di Indonesia. Lontong Cap Go Meh hanya ada di Indonesia sebagai wujud akulturasi budaya jawa dan tiongkok. “Di Tiongkok sendiri tidak ada yang namanya lontong cap go meh,” pungkasnya.

Untuk diketahui, pada dasarnya lontong cap go meh adalah masakan adaptasi peranakan Tionghoa Indonesia terhadap masakan asli Indonesia, tepatnya masakan Jawa. Hidangan ini terdiri dari irisan lontong bulat yang melambangkan bulan purnama dengan disajikan bersama sayur opor, lodeh, sambal goreng hati, acar, telur bacem, dan kerupuk. (tio-infoblora)

Kepincut Kuliner Blora : Bupati Bojonegoro Nikmati Soto Klethuk, Rawon & Sate Ayam

Bupati Bojonegoro (Kang Yoto) baju batik bersama wartawan lokal Blora saat menikmati Soto Klethuk di Warung Pa Galo Blora, Minggu (14/2) kemarin. Ia juga mencicipi rawon dan sate ayam Blora. (foto: ag-infoblora)
BLORA. Bupati Bojonegoro (Jatim), Suyoto ternyata kepincut kelezatan kuliner Blora. Bupati yang lebih akrab disapa Kang Yoto ini bahkan rela mencicipi beberapa jenis kuliner Blora ketika dirinya bersama rombongan mampir ke salah satu warung kuliner di Jl.Gunung Sindoro, Minggu (14/2) kemarin.

Usai berkunjung ke kediaman keluarga Pramoedya Ananta Toer di Kelurahan Jetis seperti diberitakan sebelumnya, (baca juga: Napak Tilas Pram, Bupati Bojonegoro Kunjungi PATABA Blora & Jembatan Kali Lusi) orang nomor satu di Kabupaten Bojonegoro ini berkuliner makan siang di Warung Makan Pa Galo bersama Josep Osdar wartawan senior Kompas serta para wartawan lokal Blora.

“Tadi saya pesan Soto Klethuk, penasaran sebenarnya soto ini seperti apa? Kok namanya berbeda, saya kenalnya Soto Lamongan,” ucap Kang Yoto.

Diapit 3 wartawan Blora, yakni Pippo, Priyo dan Galih, Kang Yoto asik menikmati suguhan Soto Klethuk khas Blora yang terbuat dari ayam kampung dengan taburan klethuk yang terbuat dari gethuk goreng kering.

Bupati Bojonegoro (berbaju batik) bersama wartawan senior Kompas Josep Osdar (kaos biru) foto bersama dengan karyawati Warung Pa Galo setelah berkuliner. (foto: ag-infoblora)
“Rasanya lain, tidak kalah segar dengan Soto Lamongan. Bedanya ini pakai taburan gethuk goreng yang renyah dan klethuk-klethuk,” lanjut Kang Yoto.

Setelah mencicipi kesegaran Soto Klethuk, ia pun tidak mau ketinggalan untuk mencicipi kuliner lainnya yang ia rasa jarang dijumpai di Bojonegoro, yakni Rawon dan Sate Ayam Blora.

“Wah mbak’e (penjual-red) iki menehi segone kakehan. Ki Sotoku tulung teruske Mas (ajudannya-red), aku tak pesen menu liyane. Mumpung ning Blora dadi yo kudu nyoba kuliner liyane. Aku nyuwun rawon lan sate ayam, nanging segone sitik wae ben iso ngratani,” ucap Kang Yoto disambut tawa.

Dengan lahap, Kang Yoto menyantap nasi rawon dilanjutkan dengan beberapa tusuk Sate Ayam khas Blora. Ia pun meminta minum berupa es limun kawis yang tidak di semua daerah ada.

“Rawon ini ternyata enak. Kalau diberi kecap lagi hampir mirip sayur semur. Apalagi ini sate ayamnya dengan bumbu kacangnya yang lembut sangat menggoda lidah. Wah hari ini perut saya benar-benar penuh makanan dari Blora, semoga kuat di perjalanan nanti,” ujar Kang Yoto sambil tersenyum.

Setelah berkuliner bersama, ia pun diminta foto bersama dengan para karyawati Warung Pa Galo. Dengan pembawaan yang santai dan ramai, Kang Yoto pun bersedia diajak foto dan memilih tempat foto di dekat tulisan Warung Pa Galo.

“Mumpung aku ning Blora, ayo foto bareng. Kapan maneh aku mrene kan durung pasti,” celetuknya dengan penuh tawa. (ag-infoblora)

Meski Musim Hujan, Kesegaran Es Jati Khas Blora Tetap Menggoda

Penampakan Es Jati khas Blora yang menyegarkan dahaga.
(foto: nw-ib)
BLORA. Selain dikenal sebagai penghasil kayu jati berkualitas nomor wahid karena memiliki hutan jati yang cukup luas, ternyata Blora juga memiliki kuliner yang unik dari pohon jati. Bukan kayunya yang diolah menjadi makanan, namun kali ini daun jatinya yang diolah menjadi bahan minuman segar.

Tangan-tangan kreatif masyarakat yang tinggal di kota kelahiran penulis ternama Pramoedya Ananta Toer ini berhasil menciptakan satu jenis minuman segar baru dari daun jati muda yang kini dikenal sebagai Es Jati khas Blora.

Meskipun saat ini sedang musim hujan, namun kesegaran Es Jati khas Blora tetap memikat para penggemarnya ketika tengah hari tiba. Banyak pedagang yang berjualan es berkuah hijau muda ini dengan menggunakan gerobak di beberapa jalan utama Kota Blora, seperti di Jl.MR Iskandar, Jl.Pemuda, Jl.Gunung Lawu, Jl.Ahmad Yani dll.

Hanya dengan uang Rp 3000 kita sudah bisa menikmati kesegaran es asli Blora yang mulai dikenal pertengahan tahun 2014 ini. Kebanyakan yang membeli es ini para pegawai, karyawan dan anak sekolah yang kehausan saat pulang beraktifitas.

Sesuai namanya, Es Jati ini terbuat dari bagian pohon jati yakni daun mudanya. Sarwana salah satu penjual es jati menjelaskan bahwa es ini terbuat dari campuran pucuk daun jati yang diberi pemanis air gula Jawa dan kuah santan.

“Tidak sembarang daun bisa digunakan sebagai bahan campuran. Biasanya kami memilih daun jati khusus yang masih muda,” kata Sarwana.

Ia mengatakan bahwa semua orang tahu, daun jati memberikan rasa gatal bila tersentuh kulit. Namun dalam wujud minuman seperti es jati yang terasa hanya nikmatnya saja. Aroma yang khas dari daun jati muda juga akan mengingatkan pada kehidupan masyarakat desa, di mana kedamaian terasa.

Sementara itu, Galuh (23) salah satu pembeli es jati mengatakan bahwa di dalam es jati terdapat irisan cincau sebagai isian. Sehingga ketika diminum terasa seperti es cincau pada umumnya. Bedanya sari daun jati lebih terasa dan memberikan sensasi kesegaran tersendiri. “Minuman yang sangat merakyat sesuai dengan karakteristik alam Blora,” ucap Galuh.

Menurutnya, selain harganya yang merakyat, antioksidan yang terkandung di daun jati sangat bagus untuk kesehatan.

“Minuman ini sudah ada lama mas, namun baru akhir-akhir ini muncul dan dijual di pasar. Biasanya penduduk pribumi menikmatinya ketika berada di hutan Jati,” imbuh Sarwana sembari meracik es jati pesanan Galuh.

Bagi anda yang kebetulan lewat di Jawa Tengah khususnya di Kota Blora tidak ada salahnya menyempatkan diri mampir sekedar menikmati es jati khas Blora. (tio-infoblora)

Ahok Gubernur DKI Jakarta Kepincut Kelezatan Sate Ayam Blora

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) didampingi Wakil Bupati Terpilih H.Arief Rohman, M.Si sesaat setelah sarapan dengan menu Sate Ayam Blora, Minggu (31/1) kemarin. (foto: tio-ib)
BLORA. Kelezatan kuliner Sate Ayam khas Blora ternyata mampu membuat Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama tidak berhenti untuk mencicipinya hingga habis lebih dari sepuluh tusuk. Orang nomor satu di DKI Jakarta tersebut kepencut kelezatan Sate Ayam khas Blora saat sarapan pagi di rumah Singgih Hartono Jl.MR Iskandar, Minggu (31/1) kemarin.

“Sebelumnya saya mengenal Blora itu hanya sebagai penghasil kayu jati berkualitas bagus. Namun setelah saya datang kesini, ternyata Blora juga memiliki kuliner yang enak berupa sate ayam. Ini tadi saya habis 14 tusuk saat sarapan,” kata Ahok, sapaan akrab Gubernur DKI Jakarta sambil tersenyum, Minggu (31/1) kemarin.

Menurutnya, Sate Blora ini memiliki cita rasa tersendiri. Berbeda dengan sate ayam pada umumnya yang ada di Jakarta, ia menganggap Sate Blora memiliki rasa khas yang berasal dari ayam kampung dengan perpaduan sambal kacang yang lembut. “Apalagi ini juga ada kuahnya sehingga terasa lebih segar. Baru kali ini saya jumpai sate pakai kuah,” lanjut Ahok.

Disela kunjungannya di Blora untuk menghadiri acara pernikahan ajudannya kemarin, memang sengaja salah satu pengusaha Blora mengundangnya untuk menyantap sarapan pagi sembari ramah tamah dengan pejabat di jajaran Pemkab Blora.

Hadir dalam kesempatan itu Penjabat (Pj) Bupati Blora Ihwan Sudrajat, Wakil Bupati Terpilih hasil Pilkada 2015 H.Arief Rohman, M.Si, Dandim 0721 Blora, beberapa anggota DPRD, jajaran Forkopimda dan sejumlah tokoh masyarakat.

Seperti diberitakan sebelumnya, Ahok tiba di Blora pada Sabtu (30/1) lalu dalam rangka acara non dinas yakni menghadiri pernikahan ajudannya di Gedung Sasana Bhakti yang digelar Minggu siang (31/1) kemarin.

Sebelumnya dirinya juga menyempatkan untuk mampir meninjau Pabrik Gula GMM di Desa Tinapan Kecamatan Todanan yang kebetulan dipimpin oleh teman semasa kuliahnya dahulu, Kamadjaya. “Iya, Pak Kamadjaya dahulu teman saya kuliah sehingga saya sempatkan mampir untuk melihat pabrik gula miliknya,” pungkasnya. (tio-infoblora)