BeritaSeo: luar negeri

Sang Pemersatu Thailand Raja Bhumibol telah Meninggal Dunia

Sang Pemersatu Thailand Raja Bhumibol telah Meninggal Dunia

http://sakuratoto2.com/home/register/65873687040

BERITAHANGAT5 - Raja Thailand, Bhumibol Adulyadej, meninggal dunia, hari Kamis (13/10), pada usia 88 tahun, setelah sakit dalam beberapa tahun terakhir dan konisinya memburuk dalam beberapa hari ini.

Raja yang banyak dihormati di Thailand ini jarang tampil di depan umum dalam beberapa tahun terakhir karena buruknya kesehatannya.

Rakyat Thailand menempatkannya sebagai bapak bangsa yang berada di atas politik walau sering menjadi penengah dalam ketegangan politik untuk menemukan solusi tanpa kekerasan.
Hingga akhir hayatnya, Raja Bhumibol Adulyadej merupakan raja yang paling lama berkuasa di dunia.

Perayaan 70 tahun tahtanya pada Kamis 7 Juni 2016 berlangsung dengan dibayang-bayangi kesedihan karena kesehatannya yang memburuk dan Raja tidak tampil di depan umum.


Suasana yang amat berbeda dengan perayaan 10 tahun sebelumnya, Juni 2006, ketika ratusan ribu orang berkumpul mendengarkan pidatonya.

Raja Bhumibol berkuasa pada 9 Juni 1946 setelah saudaranya, Raja King Ananda Mahidol, meninggal dalam insiden penembakan yang sampai sekarang tidak jelas penyebabnya di Istana Kerajaan di ibu kota Bangkok.

Main saksofon


Bhumibol Adulyadej lahir di Cambridge, Massachusetts, AS pada 5 Desember 1927, ketika ayahnya, Pangeran Mahidol Adulyadej, sedang berkuliah di Universitas Harvard.

Keluarga tersebut kemudian kembali ke Thailand, namun ayahnya meninggal saat dia berusia dua tahun.

Setelah kematian ayahnya, ibunya pindah ke Swiss, tempat pangeran muda ini menimba ilmu.
Sebagai lelaki muda, dia menikmati kegemaran berbudaya seperti fotografi, bermain saksofon dan juga menggubah, melukis, dan menulis.

Pada masa itu, status monarki Thailand mengalami 'penurunan' setelah kekuasaan monarki absolut dihapuskan pada 1932, dan terjadi pula 'pukulan susulan' atas kerajaan ketika pamannya, Raja Prajadhipok, turun tahta pada 1935.

Tahta diserahkan kepada abang Bhumibol, Ananda, yang saat itu berusia sembilan tahun.

'Pemerintahan boneka'

Pada 1946, Raja Ananda meninggal karena insiden penembakan di istananya di Bangkok -yang hingga sekarang belum terungkap sepenuhnya- dan Bhumibol menduduki tahta ketika masih berusia 18 tahun.

Masa tahun-tahun awalnya sebagai seorang raja, Thailand dipimpin oleh seorang 'pemimpin sementara' karena Bhumibol harus melanjutkan studinya di Swiss.

Ketika mengunjungi Paris, dia bertemu calon istrinya, Sirikit, anak perempuan dari duta besar Thailand untuk Prancis.


Pasangan tersebut menikah pada 28 April 1950 atau seminggu sebelum raja baru dinobatkan di Bangkok.

Tujuh tahun awal di masa kekuasannya, Thailand dipimpin seperti kediktatoran militer dan kerajaan seakan-akan seperti 'pemerintahan boneka'.

Pada September 1957, Jenderal Sarit Dhanarajata mengambil alih kekuasaan dan Raja mengeluarkan pernyataan yang menyebutkan Sarit sebagai Pembela Militer ibu kota.

Di bawah kediktatoran Sarit, Bhumibol menghidupkan kembali kerajaan, antara lain dengan berkunjung ke provinsi-provinsi dan meminjamkan namanya untuk beberapa pembangunan, khususnya di bidang pertanian.

Semenara Jenderal Sarit mengembalikan tradisi adat yang mewajibkan orang-orang yang menghadap keluarga kerajaan untuk berjalan membungkuk untuk menghormati mereka.
Jatuhnya pemerintahan militer

Bhumibol secara dramatis menengahi politik Thailand pada 1973 ketika para demonstran prodemokrasi ditembaki tentara.

Para pengunjuk rasa diperbolehkan berlindung di istana dan gerakan tersebut menyebabkan jatuhnya pemerintahan perdana menteri waktu itu, Jenderal Thanom Kittikachorn.


Tapi tiga tahun setelah itu, raja gagal untuk mencegah hukuman mati tanpa proses pengadilan atas mahasiswa-mahasiswa sayap kiri oleh paramiliter yang main hakim sendiri.

Pada masa-masa itu, pihak kerajaan cemas atas pertumbuhan simpatisan komunis setelah berakhirnya perang Vietnam.

Ketika terjadi lagi upaya untuk menggulingkan pemerintah, pada tahun 1981, raja memilih berdiri di depan kelompok pejabat militer yang melancarkan kudeta melawan Perdana Menteri Prem Tinsulanond.

Para pemberontak sempat berhasil menduduki ibu kota sampai kelompok-kelompok yang setia kepada raja mengambil alih Bangkok.

Namun, kecenderungan raja yang berdampingan dengan pemerintah dalam hal kekuasaan, menyebabkan beberapa warga Thailand mempertanyakan kenetralannya.

Bhumibol turun tangan kembali dalam konflik politik pada 1992, ketika puluhan demonstran ditembak setelah protes melawan percobaan kudeta oleh mantan pemimpin kudeta, Jenderal Suchinda Kraprayoon untuk menjadi perdana menteri.

Pengaruh kerajaan

Raja memanggil Suchinda, dan pemimpin prodemokrasi, Chamlong Srimuang untuk muncul di depannya, keduanya berjalan membungkuk karena perintah yang tertulis di protokol kerajaan.

Suchinda mundur dan pemilu-pemilu susulan menunjukkan kembalinya pemerintahan demokrasi.
Selama krisis yang muncul selama kepemimpinan Perdana Menteri Thaksin Shinawatra pada 2006, raja sering kali diminta untuk turut campur tapi bersikeras bahwa hal ini tidak pantas.


Namun, pengaruhnya masih dilihat penting ketika Thaksin menang pemilu pada April, dinyatakan dibatalkan oleh pengadilan.

Thaksin akhirnya makzul dalam sebuah kudeta tanpa pertumpahan darah, di mana militer bersumpah setia kepada raja.

Pada tahun-tahun berikutnya, nama dan figur raja dipanggil oleh kedua faksi baik yang setia maupun melawan Thaksin, karena mereka berlomba-lomba meraih kekuasaan.

Seluruh negeri bergabung untuk merayakan ulang tahun Raja Bhumibol yang ke-80 pada 2008, mencerminkan keunikan statusnya di masyarakat Thailand.

Penghormatan

Jenderal Prayuth Chan-ocha mengambil alih kekuasaan pada kudeta Mei 2014 dan menjadikannya perdana menteri oleh parlemen militer yang ditunjuk beberapa bulan setelah itu.

Dia berjanji pembentukan kembali politik untuk mencegah kembalinya ketidakstabilan pada beberapa tahun belakangan.

Tapi pengkritik mencurigai prioritas utamanya adalah untuk menghancurkan partai mantan perdana menteri, Thaksin, dan untuk memastikan proses kedudukan kerajaan kembali berjalan lancar.


Penghormatan publik atas Raja Bhumibol tulus, tapi juga dengan hati-hati diasuh oleh departemen hubungan masyarakat kerajaan.

Selama masa pemerintahannya yang panjang, Raja Bhumibol Adulyadej menghadapi negara yang terus-menerus mengalami pergolakan politik.

Dalam menghadapi politik, terlihat kecakapannya sebagai seorang diplomat, dan kemampuannya untuk 'merangkul' warga sipil di Thailand.

Sehingga dia meninggalkan kerajaan negara itu jauh lebih kuat dibandingkan saat dia memerintah.

Poligami Dampak Perang yang Tak Kunjung Usai di Suriah

Poligami Dampak Perang yang Tak Kunjung Usai di Suriah

http://sakuratoto2.com/home/register/65873687040

BERITAHANGAT5 - Tak ada yang tahu kapan damai akan kembali menyapa di Suriah, sebuah negeri yang pernah menjadi pusat peradaban penting dunia pada masa lalu. Ribuan orang tewas akibat perang saudara dan aksi teroris, khususnya kaum Adam.

Para pria tewas dalam pertempuran, ditahan, atau dipaksa ke tempat pengasingan. Mereka meninggalkan istri dan anak-anak. Salah satu dampak dari kondisi itu adalah meningkatnya angka poligami.

Sumber resmi mengatakan bahwa pernikahan poligami yang terdaftar di Damaskus pada 2015 telah meningkat 30 persen dibandingkan tahun 2010 -- ketika konflik belum sedemikian parah di negara yang juga dikenal sebagai negeri Syam itu.

Salah satunya menimpa Maha. Enam bulan setelah suaminya tewas dalam perang saudara, ibu dua anak itu akhirnya memutuskan menikah lagi. Ia jadi istri kedua.

"Setelah suamiku meninggal, aku sendirian bersama anak-anakku, dan itu sungguh sulit," kata dia.

Maha menikahi pria yang masih terhitung sepupunya. "Kini saya hidup bersama istri pertama dan anak-anaknya. Itu keputusan yang sulit karena perempuan itu adalah sahabatku."

Sejak konflik pecah pada Maret 2011, angka poligami, juga perceraian meningkat di Suriah.

"Ada lebih banyak perempuan daripada pria di sini. Empat rekan dan juga aku memutuskan untuk menikahi para janda untuk menjaga reputasi mereka," jelas Mohammed, suami baru Maha.

Lebih dari 290 orang tewas di Suriah, jutaan lainnya memilih lari ke negara tetangga atau bertaruh nyawa melintasi samudera ganas ke negeri orang yang dianggap aman untuk mencari pengharapan.

Mereka yang memilih tinggal menghadapi kenyataan pelik, berjuang untuk bertahan hidup di tengah kemiskinan, angka pengangguran tinggi, dan kekerasan.

Sebelumnya, aturan ketat poligami diberlakukan di Suriah. Namun, ketidakseimbangan yang diciptakan oleh perang mendorong lembaga keagamaan melonggarkan aturan.

"Banyak pria yang tewas, hilang ,atau pergi ke luar negeri," kata hakim Mahmud al-Maarawi, yang mengepalai pengadilan agama yang mengawasi utusan penganut Muslim Sunni di Suriah.

"Jadi ada lebih banyak perempuan daripada laki-laki, dan solusi dari persoalan itu, dari sudut pandang hukum dan agama adalah poligami," kata dia. "Itu telah memecahkan banyak masalah."

Bagi pihak perempuan, keputusan menikah lagi didasarkan atas persoalan ekonomi.

"Para perempuan yang pada kondisi normal menolak, kini setuju menikahi pria beristri yang bisa memenuhi kebutuhan dan memberikan perlindungan," kata psikolog Leila al-Sherif.

Perceraian Meningkat

Abu Adnan, pemilik rumah besar di Damaskus, 'terpaksa menikahi' perempuan yang menyewa propertinya.

"Dia tidak bisa membayar sewa, jadi aku memutuskan untuk menikahinya. Itu lebih baik daripada ia terlantar di jalanan," kata pria 46 tahun itu.

Adnan mengaku, istri pertamanya rela dimadu. "Kami belum memiliki anak. Dia berharap aku bisa memiliki anak laki-laki."

Sementara, Sabah al-Halabi mengaku, suami pertamanya menelantarkannya dan anak-anak setelah kehilangan pekerjaannya pada awal konflik pecah.

Masih ada dua anaknya yang belum menikah dan butuh nafkah. Karena itulah, ia menikahi Mamduh (68) yang usianya 24 tahun lebih tua darinya. Pria itu sudah punya satu istri.

"Saya menikah lagi karena demi kehidupan yang lebih baik bagi anak-anak saya," kata dia.

Perang juga telah meningkatkan jumlah perceraian. Data menunjukkan, ada 7.000 kasus pada tahun 2015, meningkat 25 persen dari 5.318 pada tahun 2010 lalu.

Menurut hakim Maarawi, sejumlah pasangan terpaksa cerai karena tak mampu menanggung tekanan ekonomi. Lainnya pisah karena pasangannya ingin pindah, sementara suami atau istrinya tak mau ambil risiko melakukan perjalanan jauh atau berpisah dari keluarga besarnya.

Dalam beberapa kasus, pria Suriah menjatuhkan talak setelah bertemu perempuan lain di luar negeri, atau istri menceraikan pasangan yang meninggalkannya.

Sumber: www.beritahangat5.com

Amukan Dahsyat Topan Meranti Saat Menerjang Taiwan

Amukan Dahsyat Topan Meranti Saat Menerjang Taiwan

http://sakuratoto2.com/home/register/65873687040

BERITAHANGAT5 - Aliran listrik pada kurang lebih 550.000 rumah warga di Taiwan padam setelah Topan Meranti melanda negara itu. Sementara lima orang dilaporkan terluka akibat serangan badai yang diyakini terkuat di dunia pada 2016 ini.

Rabu (14/9/2016) Biro Prakiraan Cuaca Taiwan memperingatkan sebelumnya bahwa badai yang masuk kategori 5 ini mengancam sejumlah kota yang terletak di bagian selatan dan timur negara itu. Termasuk di antaranya Kaohsiung dan Hualien, yang dilanda anging kencang dan hujan deras sehingga mengakibatkan banjir.


Topan Meranti yang kekuatannya semakin membesar ketika mencapai Taiwan itu membawa angin dengan kecepatan maksium 141 mil per jam sebelum akhirnya angin mengarah ke bagian selatan.

"Sejauh ini, Topan Meranti yang terkuat tahun ini," ujar Juru bicara Biro Prakiraan Cuaca Taiwan, Hsieh Pei-yun.

Pusat Operasi Darurat Taiwan dalam pernyataannya melansir lima orang terluka akibat terjangan Meranti. Sementara itu situasi pasca-bencana cukup parah dengan kabel listrik berjatuhan dan pohon-pohon tumbang.


"Kerusakan akibat Meranti akan terus meningkat sebagaimana topan ini menerjang Taiwan. Kerugian mungkin tak dapat dihindari, namun kami berusaha meminimalkan korban," ujar Juru bicara Pusat Operasi Darurat Taiwan, Li Wei-sen.

Topan Meranti juga menyebabkan gangguan terhadap transportasi publik sementara sejumlah sekolah dan kantor di Kaohsiung dilaporkan tutup. Sejauh ini kurang lebih 1.500 orang dilaporkan mengungsi.


Tak hanya itu, gangguan juga dialami penerbangan domestik dan ikut mempengaruhi penerbangan internasional.

Menurut ahli meteorologi, Taiwan akan merasakan kekuatan penuh Topan Meranti dari Rabu 14 September hingga Kamis 15 September waktu setempat sebelum akhirnya badai itu mendarat di China.

Sumber: www.beritahangat5.com

Sanksi Baru yang Diberikan Kepada Korut Dianggap Konyol dan Menggelikan

Sanksi Baru yang Diberikan Kepada Korut Dianggap Konyol dan Menggelikan

http://sakuratoto2.com/home/register/65873687040

BERITAHANGAT5 - Setelah kembali nekat melakukan uji coba nuklir, Korea Utara kembali diberi sanksi lebih besar lagi oleh Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) dan AS. Namun, bukannya jera, negara yang mengisolasi diri itu justru menganggap pemberian sanksi sebagai hal yang lucu. Mereka pun bersumpah akan terus memperkuat senjata nuklirnya.

Pada Jumat lalu, Korea Utara membuat gempa buatan sebesar 5,3 skala Ritcher. Getaran terjadi akibat percobaan nuklir yang disinyalir berkekuatan 10 kiloton, 2 kali lebih besar dari yang terjadi pada bulan Januari 2016 lalu.

Sebagai perbandingan, bom yang dijatuhkan AS ke Hiroshima pada Perang Dunia II sebesar 15 kiloton.

Selain jauh lebih kuat, Korut mengatakan nuklir itu jauh lebih canggih. Hulu ledaknya bisa ditempelkan ke rudal, dan misil balistiknya mampu meluncur hingga ke negara-negara tetangganya, Minggu (11/9/2016).

Utusan Khusus AS bertemu dengan pejabat Jepang pada Minggu 11 September untuk membahas sanksi terhadap Korut.

"Kelompok Obama sibuk mondar-mandir memutuskan sanksi tak berarti kepada kami. Hingga saat ini, aksi mereka itu sungguh konyol dan lucu. Inilah saatnya strategi kesabaran mereka gagal," tulis media pemerintah Korut, KCNA mengutip juru bicara kementerian luar negeri Korea Utara.

"Seperti yang sudah kami katakan, kemampuan kami untuk membuat senjata nuklir makin canggih, itu diperlukan untuk melindungi kami dari ancaman AS," lanjut KCNA.

PBB sudah memperingatkan Korut akan adanya sanksi baru sehubungan dengan uji coba kali ini. AS, Inggris dan Prancis telah meminta 15 anggota Dewan Keamanan untuk segera menerapkannya.

Presiden AS, Barack Obama juga telah menelepon Presiden Korsel, Park Geun-hye dan PM Jepang Shizon Abe untuk memulai langkah dan sanksi baru.

KCNA menambahkan, selain sanksi itu konyol, warga Korea Utara justru sangat senang dan bangga dengan suksesnya uji coba nuklir itu. "Para musuh kini tak bisa lagi menolak untuk menyebut kami negara bersenjata nukir," kata Jong Won-sop, dosen dari Universitas Nasional Ekonomi, di Pyongyang.

Sumber: www.beritahangat5.com

New York Hancur Merupakan Rencana Hitler yang Diwujudkan Osama

New York Hancur Merupakan Rencana Hitler yang Diwujudkan Osama

http://sakuratoto2.com/home/register/65873687040

BERITAHANGAT5 - Pada hari itu, 11 September 2001, dua buah gedung kembar di New York, World Trade Center, dan Pentagon, diserang oleh kelompok teroris Al Qaeda.

Langit berubah menjadi hitam pekat, saat asap tebal membumbung tinggi keluar dari kedua gedung WTC.

'Neraka' itu diakibatkan oleh 4 serangan bunuh diri menggunakan pesawat yang ditujukan ke WTC, Pentagon, dan Washington D.C.

Dua pesawat berhasil menghantam The Twin Tower, menyebabkan 3.000 orang yang berada di dalam dan sekitar gedung kembar itu tewas.

Kejadian yang terjadi 15 tahun lalu itu memang merupakan suatu momen menyakitkan dan merugikan bagi pertumbuhan ekonomi AS.

Insiden yang sering disebut sebagai 9/11 itu dianggap oleh Osama Bin Laden, pimpinan Al Qaeda, suatu kesuksesan karena telah menyudutkan AS.

Sementara itu, negara yang kala itu dipimpin oleh George W Bush, kembali berada dalam 'keterpurukan', setelah terakhir kali disudutkan oleh Jepang pada Perang Dunia I.

Namun, siapa yang menyangka bahwa 59 tahun yang lalu, seorang diktator kejam Nazi, Adolf Hitler, juga berencana melakukan serangan bom yang akan diluncurkan ke AS.

Jika Osama menargetkan WTC, Pentagon, dan Washington D.C, Hitler ingin membuat kekacauan dan kematian massal di pusat kota Manhattan.

Rencana penyerangan Nazi terhadap AS itu tidak pernah dapat dilaksanakan. Beberapa hal seperti keterbatasan teknologi menghambat pelaksanaannya.

Di depan umum Hitler memasang 'muka' pertemanan kepada AS. Tapi sebenarnya pimpinan Nazi itu sangat berhati-hati pada negara yang kala itu dipimpin oleh Presiden Roosevelt.

Hitler membenci AS karena sistem demokrasi ala negara Paman Sam yang mendukung ras campuran, dan banyaknya bankir Yahudi di Manhattan.

Pada 1937 Sang Fuhrer mulai mengembang teknologi pesawat bomer jarak jauh yang didesain di pabriknya di Augsburg, Jerman Selatan, oleh soerang perancang jenius Willy Messerschmitt.

Raksasa bermesin empat itu diberi nama Me 264. Kepada publik pesawat itu seolah-olah ditujukan untuk mendukung operasi kapal selam Jerman di Lautan Atlantik.

Namun, pada Hilter, Messerschmitt mengatakan bombernya berpotensi mencapai perairan AS. Perintah pun dikeluarkan: Laksanakan!

Strategi Menjatuhkan AS

Ketika Me 264 akan dioperasikan masalah teknis menjadi tantangan. Messerschmitt harus memutar otak jeniusnya untuk menemukan cara bagaimana bom seberat 3 ton dapat diterbangkan ke AS non-stop.

Walaupun Jerman mengalami kemenangan atas Prancis, Inggris, dan Uni Eropa, peluncuran Me 264 sama sekali tidak mudah untuk diwujudkan.

Pesawat itu terlalu rumit. Desainnya harus ringan untuk melintasi Atlantik, tapi cukup kokoh untuk mengangkut beban berat, dan bisa 'mempertahankan diri'.

Sayangnya, persamaan aerodinamis kala itu tidak ada yang cocok. Untuk mengakali hal tersebut, mereka pun mempersingkat waktu penerbangan Me 264.

Mereka mendirikan pos pengisian bahan bakar dan perbaikan. Hitler memerintahkan angkatan lautnya untuk merebut Islandia -- yang berada di tengah daratan Eropa dan Amerika .

Namun, pada 1941 AS mencium niat busuk yang akan dilaksanakan Nazi terhadap negerinya. Pasukan pun dikerahkan untuk mengambil alih pertahanan Islandia, untuk menangkal serangan Hitler.

Pimpinan Nazi itu pun murka dan mengeluarkan kebencian terpendamnya, mengecam Presiden Roosevelt dan ' lingkaran setan' orang-orang Yahudi di sekelilingnya sebagai penghasut perang dan pembohong.

Sebuah prototipe Me 264 akhirnya rampung tapi terbukti tidak stabil dan hampir mustahil untuk menjalani tes terbang. Tak cuma itu, ada kecenderungan mesin jatuh. Upaya Messerschmitt membuat senjata untuk membuat AS bertekuk lutut gagal total.

Akibat belum rampungnya pembuatan Me 246 Hitler mencoba taktik baru. Pada Mei 1942, Hitler mengirimkan 4 orang anggota pasukan komando Jerman untuk menyelinap ke Long Island menggunakan kapal selam.

Keempat orang itu masuk dan membaur dengan warga sipil sambil membawa dinamit, menaiki kereta api komuter

FBI kemudian mendapatkan laporan tentang keberadaan ke empat tersebut, dan menangkap mereka ke hotel tempat mereka menginap.

Penjaga pantai gagal menangkap mereka. Namun, pimpinan komando Jerman, John Dasch malah menyerahkan diri ke AS dan membongkar rencana Hilter.

Rencana Baru Penggulingan AS

Setelah projek Me 246 gagal, Hitler mencari cara lain untuk menjatuhkan AS. Saat itu, Kolonel Viktor von Lossberg mengajukan diri untuk menerbangkan pesawat ke tengah Atlantik.

Von Lossberg akan mendarat di permukaan air, di mana kapal selam pembawa bahan bakar dan bom untuk ke AS sudah menanti.

Setelah membom New York, dia akan kembali bertemu dengan kapal itu di tempat yang sama, mengisi bahan bakar, dan kembali ke Jerman dengan kemenangan.

Namun, rencana itu juga gagal. AS telah terlebih dahulu mencium rencana tersebut. Pasukan AS membatasi gerak armada Jerman di Atlantik.

Beberapa rencana lainnya pun juga gagal dijalankan, seperti rencana melakukan serangan bunuh diri dan mengangkut bahan peledak dalam pesawat Condor.

Sumber: www.beritahangat5.com

Kedatangan Presiden Obama di KTT G-20 Diwarnai Insiden

Kedatangan Presiden Obama di KTT G-20 Diwarnai Insiden 

http://sakuratoto2.com/home/register/65873687040

Hangzhou - Pertemuan G-20 yang digelar di Hangzhou, Provinsi Zhejiang, China diwarna insiden. Peristiwa itu terjadi sesaat setelah Presiden Amerika Serikat, Barack Obama tiba di bandara setempat.

Minggu (4/9/2016) tak lama setelah Air Force One mendarat, seorang pejabat China berusaha mencegah Penasihat Keamanan Nasional Obama, Susan Rice ikut serta dalam iring-iringan presiden sementara pada saat yang sama Rice disebut melintasi garis khusus bagi wartawan.

Pejabat Tiongkok itu bahkan berbicara dengan nada marah kepada Rice. Adegan ini memaksa Secret Service AS turun tangan.

Rice disebut membalas 'teguran' tersebut, namun tak diketahui apa yang disampaikannya kepada pejabat China itu. Tidak dapat dikonfirmasi apakah otoritas Tiongkok yang berada di bandara tahu bahwa Rice yang merupakan mantan Duta Besar AS untuk PBB itu merupakan pejabat senior AS bukan jurnalis.

Tak lama setelah insiden terjadi, pejabat yang sama berteriak kepada koordinator pers Gedung Putih. Saat itu yang bersangkutan tengah memberikan instruksi kepada wartawan asing tentang posisi mereka saat merekam Presiden Obama turun dari pesawat.

"Ini adalah negara kami. Ini adalah bandara kami," ujar pejabat tersebut dalam bahasa Inggris kepada koordinator pers Gedung Putih.

Menurut koordinator pers Gedung Putih, wartawan diizinkan untuk berdiri di belakang garis khusus dan mereka dapat merekam upacara penyambutan tanpa mengganggu proses itu. Ini merupakan praktik lazim ketika wartawan AS ikut dalam rombongan presiden.

Peristiwa tersebut terjadi di luar jangkauan penglihatan Presiden Obama. Kedatangan orang nomor satu AS di bandara Hangzhou itu disambut sejumlah Duta Besar dan pejabat diplomatik.

Baik AS maupun China enggan memberi komentar terkait insiden ini.

Pertemuan G-20 yang melibatkan 20 kekuatan ekonomi besar di dunia dijadwalkan akan berlangsung pada 4-5 September di Hangzhou, China. Menyusul kehadiran sejumlah tamu VVIP dunia, Negeri Tirai Bambu itu telah memberlakukan tindakan pencegahan keamanan yang sangat ketat.

KTT G-20 kali ini merupakan yang terakhir bagi Presiden Obama mengingat November mendatang AS dijadwalkan menggelar pemilu presiden.

Sumber: www.beritahangat5.com

Hotel Mewah 10 Ribu Kamar di Kota Suci Mekah

Hotel Mewah 10 Ribu Kamar di Kota Suci Mekah

http://sakuratoto2.com/home/register/65873687040

Mekah - Sebuah hotel bernama Abraj Kudai di Saudi Arabia disebut-sebut akan menjadi hotel terbesar sedunia. Betapa tidak, bangunan itu memiliki 45 lantai dan memiliki 10.000 kamar.

Senin (15/8/2016), bangunan yang diibaratkan sebagai 'permata' pada mahkota Kota Suci Mekah ini akan dibuka tahun depan. Namun bukan tanpa tantangan.

Ada beberapa masalah terkait dengan pembangunan hotel mewah ini. Mulai dari jatuhnya crare hingga tuduhan penistaan Kota Suci. Baru-baru ini mencuat juga keraguan tentang masa depan penginapan besar itu.

Ketika diungkap pada tahun lalu, rencana-rencana rancangan Abraj Kudai sangat mengesankan. Harian The Guardian mengistilahkan seakan-akan, bangunan itu dirancang oleh penggagas Disneyland.

Hotel kolosal ini memiliki 12 menara yang mengelilingi podium 10 lantai dengan luas ruang hingga 1,4 juta meter persegi. Gayanya pun seperti "benteng gurun pasir".


Pada akhirnya, bangunan ini akan menaungi 70 restoran, sebuah pusat perbelanjaan dan beberapa kawasan kuliner. Lalu ada sebuah stasiun bus, empat landasan helikopter (helipad), balai pertemuan mewah, pusat konferensi dan 10 ribu kamar tamu.

Ada 5 lantai yang bukan untuk umum karena dikhususkan bagi keluarga kerajaan Saudi. Semua bangunan dalam kompleks menawarkan akomodasi bintang empat atau lima.

Hotel ini terletak di Distrik Manafia yang berjarak sekitar 2 kilometer dari Masjidil Haram dan dirancam untuk melayani 2 juta jemaah yang datang ke masjid selama ibadah haji.

Dar Al-Handasah Group, sebuah perusahaan konglomerasi global, adalah pihak yang melakukan perancangan. Pendanaan sendiri berasal dari Menteri Keuangan Saudi Arabia. Hotel ini nantinya jauh lebih besar daripada First World Hotel di Malaysia yang memiliki 'hanya' 7.300 kamar tamu.

Ancaman Bagi Kesucian Mekah?

Ketika rancangan Abraj Kudai diumumkan sekitar 2 tahun lalu, keluhan pun bermunculan.

Para pengamat mengkhawatirkan dampak hotel yang seperti kota itu terhadap Kota Suci Mekah. Kota itu sendiri sekarang memiliki gedung ke tiga tertinggi sedunia, yaitu menara jam Abraj al-Bait setinggi 600 meter.

Menara jam itu pun sudah membayangi Masjidil Haram. Di Jeddah, tak jauh dari Mekah, sedang berlangsung pembangunan Menara Jeddah yang digadang-gadang menjadi bangunan tertinggi sedunia.


Irfan Al-Alawi, direktur Islamic Heritage Research Foundation yang berkedudukan di Inggris, menjelaskan, "Segala sesuatu disingkirkan untuk memberi tempat kepada hotel-hotel mewah yang malah menggerus kesucian tempat ini dan 'menyingkirkan' para jemaah biasa."

"Ini adalah hari-hari terakhir Mekah. Ibadah haji seharusnya menjadi simbol ketabahan dan kesederhanaan, tapi malah menjadi pengalaman yang lebih mirip dengan Las Vegas yang tak terjangkau oleh kebanyakan jemaah."

Ziauddin Sardar, penulis buku "Mecca: The Sacred City" memperingatkan pembangunan kolosal sejenis Abraj Kudai di Saudi telah mengubah kota suci "menjadi Disneyland".

Ia mengatakan pihak Saudi menggusur bangunan-bangunan lama yang menjadi ciri arsitektur khas Mekah dan diganti dengan "metropolis mewah" serta "kerlap-kerlip arsitektur".

Keraguan Masa Depan

Pekan ini muncul sejumlah pertanyaan tentang berhasilnya pembangunan Abraj Kudai. Sejak satu tahun terakhir, ada sejumlah masalah besar yang melibatkan rekanan pembangunan ini, The Saudi Binladin Group.

The Saudi Binladin Group adalah salah satu perusahaan terbesar bidang konstruksi di negeri tersebut, antara lain melalui pembangunan megaproyek King Abdullah Economic City dekat Mekah dan bandara internasional Kuala Lumpur di Malaysia.

Pada 11 September tahun lalu, ketika sedang dilakukan pekerjaan pembangunan di Masjidil Haram, salah satu alat kerek milik perusahaan itu roboh diterpa badai sehingga menewaskan setidaknya 107 orang dan melukai lebih dari 400 orang lainnya.

The Saudi Binladin Group memecat ribuan buruh untuk menghindari bencana keuangan. Kemudian, para pekerja di Jeddah, Mekah, dan Riyadh melakukan protes karena belum mendapat upah. Sebuah bus perusahaan sempat dibakar.

Persoalan yang menggelayuti perusahaan itu semakin parah dengan merosotnya harga minyak bumi yang membawa dampak berantai kepada ekonomi Saudi.


Pemerintah kerajaan mengupayakan penghematan sehingga masa depan The Saudi Binladin Group pun dipertanyakan. Para ekonom mempertanyakan proyek ini.

Tarik Dogru, asisten profesor keuangan dan akunting hospitalitas di Boston University menduga proyek itu tidak akan rampung setidaknya hingga 2018.

Katanya kepada Forbes, "Keputusan tentang kapan dan bagaimana menyelasaikan Abraj Kudai bergantung kepada pemerintah, dan mungkin akan menjadi petunjuk penting tentang bagaimana restrukturisasi ekonomi Saudi Arabia."

Sehubungan dengan tragedi alat kerek tersebut, keluarga bin Laden dilarang ikut dalam proyek-proyek baru dan diminta menghentikan proyek-proyek yang sedang berlangsung, termasuk hotel Abraj Kudai. Demikian juga dengan proyek Menara Jeddah.

Sumber: www.beritahangat5.com

AS Bunuh Bos ISIS dengan Pesawat Tanpa Awak di Afghanistan

AS Bunuh Bos ISIS dengan Pesawat Tanpa Awak di Afghanistan

http://sakuratoto2.com/home/register/65873687040

Islamad - Departemen Pertahanan Amerika Serikat, Pentagon mengatakan serangan udara dengan pesawat tak berawak mereka telah menewaskan pemimpin senior ISIS. Sosok bos militan tersebut diidentifikasi sebagai Hafiz Sayed Khan di Afghanistan.

Sabtu (13/8/2016), Pentagon mengumumkan pada Jumat 12 Agustus 2016 bahwa serangan itu dilakukan 26 Juli di Distrik Achin, Provinsi Nangarhar.

"Khan dikenal berpartisipasi langsung dalam serangan-serangan terhadap pasukan Amerika dan koalisi, serta aksi-aksi jaringannya meneror warga Afghanistan khususnya di Nangarhar," ucap wakil juru bicara Departemen Pertahanan Amerika Serikat, Gordon Trowbridge melalui sebuah pernyataan.

Pentagon mengatakan ISIS menggunakan Provinsi Nangarhar untuk melatih, melengkapi, menyebar dan mengatur jalur perbekalan, dan terus-menerus memasok pejuang baru.

Trowbridge mengatakan kematian Khan akan mengacaukan operasi ISIS di Afghanistan dan di kawasan itu.

Badan intelijen Afghanistan disebutkan keliru melaporkan pada bulan Juli 2015, bahwa Khan sudah tewas dalam sebuah serangan oleh pesawat nirawak. Sumber-sumber di Afghanistan mengatakan 30 anggota kelompok lainnya juga tewas dalam serangan drone itu. Namun laporan kematian Khan ketika itu ternyata tidak benar.

Serangan tanggal 11 Juli 2015 itu terjadi hanya beberapa bulan setelah serangan lainnya di Afghanistan, yang menewaskan seorang pria diyakini sebagai pemimpin nomor dua ISIS di Afghanistan ketika itu.

Diduga kuat ISIS belakangan tengah mencoba merekrut anggota Taliban dan pemimpinnya yang sudah berjanji setia dengan kelompok tersebut.

Sumber: www.beritahangat5.com