BeritaSeo: kriminal

CT Beberkan Aa Gatot Memiliki Kembaran Raja Jin Saat Seks Threesome

CT Beberkan Aa Gatot Memiliki Kembaran Raja Jin Saat Seks Threesome


Beritahangat5 - Wanita berinisial CT, korban dugaan pelecehan seksual oleh Gatot Brajamusti, memberikan kesaksian mengejutkan.

Dalam wawancara dgn salah satu stasiun televisi swasta, CT mengemukakan laki laki yg karib disapa Aa Gatot tersebut mempunyai kembaran jin.

CT mengaku mengetahui hal tersebut sesudah berjumpa bersama penyanyi Reza Artamevia yg termasuk murid Gatot di padepokan.

"Reza memaparkan bahwa Aa Gatot mempunyai kembaran, yaitu raja jin bernama Jambir," ungkap CT dalam video wawancara dgn iNews yg diupload ke Youtube pada 9 September 2016.

"Aa itu ada dua. Keduanya yakni jin. Sama-sama dapat menghilang. Yang satu Aa Gatot sendiri, yg satunya Jambir, raja jin di sana (padepokan)," kata CT.

CT menyampaikan orang-orang di padepokan mesti memanggil jin atau malaikat buat opsi di badan manusia Aa Gatot.

"Karena dunianya tidak serupa, jin & malaikat itu membutuhkan oksigen. Aku diharuskan menemani dirinya (Gatot) lantaran ia mesti menghisap oksigen itu," ucap CT.

Seks threesome menjadi rutinitas
Terkait sex tiga arah alias threesome, CT, perempuan yg jadi korban dugaan pelecehan seksual Gatot pula mengakuinya.

Dalam wawancaranya bersama salah satu stasiun televisi, CT menyampaikan threesome itu bukan cuma dilakukan hanya sekali, tapi jadi rutinitas.

"Threesome itu jadi tradisi. Kadang berhubungan sex bertiga atau berempat, tapi tak sampai berlima," papar CT dalam tayangan iNews yg diupload ke web share Youtube.

Menurut CT, sebelum lakukan ritual threesome tersebut, ia & perempuan lain diminta untuk mengkonsumsi vitamin, yg tidak lain yaitu aspat alias sabu.

"Sebelumnya, ana menggunakan aspat. Aspat itu bilangnya vitamin & makanan jin. Bahkan, aku lebih banyak mengkonsumsi aspat ketimbang makan, lantaran saking seringnya," ujar perempuan jelita itu.

CT pun menjabarkan pertemuannya bersama penyanyi Reza Artamevia yg ketahuan sebagai salah satu orang murid Gatot di padepokan.

"Bertemu Reza dan berpura-pura seperti baru ketemuan. Setelah itu, kita bertiga (threesome). Saat itu berasa gaib. Berasa mau pergi tapi nggak bisa. Di depan, aa nggak bisa ngomong sama sekali, entah itu kekuatan dia atau apa," aku CT.

Bandar Togel Terpercaya - www.Sakuratoto.com


Bandar Togel Terpercaya - www.Sakuratoto2.com

Fakta Istri Polisi Depresi Mutilasi Bayinya Sendiri

Fakta Istri Polisi Depresi Mutilasi Bayinya Sendiri

http://sakuratoto2.com/home/register/65873687040

BERITAHANGAT5 - Mutmainah, seorang istri anggota Provost Polda Metro Jaya memutilasi anak kandungnya yang berusia 1 tahun. Bayi itu ditemukan tak bernyawa di kamar kontrakannya dengan kondisi mengenaskan.

Peristiwa itu terjadi di kamar kontrakan Mutmainah di Jalan Jaya 24, No 24, RT04/10, Cengkareng Barat, Cengkareng, Jakarta Barat, sekitar pukul 21.00 WIB.

Perempuan tersebut telah ditahan di Polsek Cengkareng dan ditetapkan sebagai tersangka dalam pembunuhan anaknya. Dia dibawa ke Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur untuk diperiksa kondisi kejiwaannya.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Awi Setiyono mengungkapkan, sepekan sebelum pembunuhan, istri dari Aipda Denny Siregar itu acap menangis dan berbicara sendiri tanpa sebab yang jelas.

"Dia terlihat seperti depresi berat. Wajahnya juga sering pucat," ujar Awi di Jakarta.

Berikut 6 fakta kasus Mutilasi yang dilakukan Mutmainah:

1. Pernah Mengancam Suami

Sikap Mutmainah membuat orang sekitarnya takut. Apalagi ia selalu mengancam akan menyakiti jika diganggu.

"Bahkan, suaminya pernah diancam, 'Kamu tidak takut sama saya'," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Awi Setiyono menirukan ucapan Mutmainah.

Aipda Denny, suami Mutmainah, sebenarnya khawatir dan takut akan keselamatan anaknya. Oleh karena itu, beberapa hari belakangan ia selalu pulang lebih awal untuk mengawasi sang istri.

"Tapi, Denny shock karena secara brutal istri malah menyakiti dan membunuh salah satu anaknya," ujar Awi.

Saat ini, hasil pemeriksaan awal menunjukkan keadaan jiwa Mutmainah tak stabil. "Masih kami selidiki dari pemeriksaan psikologis, apa alasan Mutmainah tiba-tiba mengalami depresi," kata Awi.

Meski begitu, Awi menampik depresi Mutmainah dilatarbelakangi pekerjaan sang suami sebagai anggota Polri. "Kami tak bisa mengawasi apa yang terjadi di setiap keluarga‎ anggota (Polri). Ini masalah pribadi yang tak ada sangkut pautnya dengan institusi," ucap dia.

Anak Sulung Terluka


2. Pelaku Tersenyum

Minggu 2 Oktober 2016, sekitar pukul 19.00 WIB, Aipda Denny baru pulang bertugas. Karena kondisi pintu terkunci, Denny memutuskan untuk mendobrak pintu kontrakan tersebut.

"Awalnya bapak-bapak yang masuk. Karena dia (pelaku Mutmainah) telanjang, ibu-ibu yang masuk," tutur Lastri, tetangga kontrakan di lokasi kejadian, Senin 3 Oktober 2016.

Saat ditanya olehnya, Mutmainah tidak menjawab dan hanya tersenyum. Namun, Lastri terkejut saat hendak menutup tubuh Mutmainah yang telanjang dengan seprei.

"Pas mau tutup ibunya pakai seprei, pas itu saya lihat tubuh anaknya dimutilasi," tutur Lastri.

Saat itu, posisi Mutmainah berada di dalam kamar dengan posisi duduk. Sementara jasad anaknya, Arjuna yang baru berusia 1 tahun, ada di sebelah pelaku.

3. Anak Sulung Ikut Terluka

Selain Arjuna, bayi korban mutilasi, kakak korban berinisial Kar (3), juga ditemukan dengan luka di telinganya.

"Anak yang satu selamat. Usianya sekitar 3 tahunan. Kakaknya langsung diamankan sama ayahnya," kata Ketua RT 04/10, Suyadi di Jakarta.

Menurut Suyadi, bagian telinga korban mengalami luka irisan. "Langsung dilarikan ayahnya ke Puskesmas," kata Suyadi.

Di Kontrakan Sederhana


4. Tinggal di Kontrakan Sederhana

Rumah kontrakan Aipda Denny dan istrinya berada di Jalan Jaya 24, No 24, RT04/10, Cengkareng Barat, Cengkareng, Jakarta Barat. Berada di sebuah gang buntu, gelap, dan sempit.

Sebuah pagar hitam setinggi 2 meter jadi satu-satunya akses jalan masuk. Kamar kontrakan tersebut hanya memiliki tiga buah ventilasi yang dipenuhi jaring laba-laba.

Ada dua jendela kaca, satu jendela kaca, dan satu lagi jendela nako yang ditutupi debu tebal. Tak ada gorden di jendela itu. Jendela hanya ditutupi dengan selimut berwarna hijau dan biru.

Menurut Ketua RT 04, Suriyadi, dalam kamar kontrakan itu hanya ada tiga ruangan, yakni satu kamar tidur, satu dapur, dan satu ruang tamu.

Kontrakan itu gelap dan pengap. Tak banyak penghuninya. Hanya ada tiga kamar kontrakan yang sederet dengan kamar Mutmainah. Cat dinding semua kamar kontrakan itu mengelupas. Warna hijau dan biru di dindingnya tampak pudar.

Mutmainah dan Denny mulai tinggal di kontrakan tersebut sejak mereka menikah. Kontrakan itu tidak jauh dari rumah orangtua Mutmainah.

5. Beri Isyarat ke Suami

Mutmainah melempar isyarat saat sang suami berupaya mendobrak pintu kamar kontrakan mereka. Sebabnya, Aipda Denny tidak kunjung dibukakan pintu oleh sang istri yang kerap disapa Iin usai pulang berdinas.

Rohayati (42), tetangga Iin yang ikut mendobrak pintu melihat gerak-gerik ibu kandung korban kepada suaminya. Mutmainah meletakkan jari telunjuknya di bibir dan menunjuk anaknya yang sudah meninggal dunia.

"Dia bilang 'Ssst... jangan berisik' Terus dia nunjuk anaknya, lagi tidur, padahal anaknya sudah meninggal," kata Rohayati.

Saat pintu berhasil didobrak, Denny langsung menyelamatkan anak pertamanya yang berusia 3 tahun. Sementara warga lainnya berusaha menutupi badan Iin yang telanjang bulat. Iin pun tidak berbicara satu patah kata pun saat warga mendekatinya.

Baik dan Pendiam


6. Dikenal Baik dan Pendiam

Mutmainah, Ibu yang diduga membunuh dan memutilasi bayinya yang masih berusia satu tahun di Cengkareng, Jakarta Barat dikenal warga sebagai orang yang sangat baik dalam kesehariannya. Istri anggota kepolisian di Polda Metro Jaya ini diduga mengalami depresi.

Rumah kontrakan yang dihuni Mutmainnah bersama dua anaknya di Jalan Jaya 24, Menceng, Cengkareng, Jakarta Barat kini sepi dan diberi garis polisi.

Tetangga terkejut dan tak percaya, Mutmainah yang dikenal pendiam, bisa menghabisi nyawa putranya dengan sadis. Menurut warga, sebelum kejadian, ibu dan dua anaknya itu tidak keluar rumah selama seharian.

Sumber: www.beritahangat5.com

Hukuman Mati Mary Jane Tak Akan Berubah Ditegaskan oleh Jokowi

Hukuman Mati Mary Jane Tak Akan Berubah Ditegaskan oleh Jokowi

http://sakuratoto2.com/home/register/65873687040

BERITAHANGAT5 - Presiden Joko Widodo atau Jokowi menegaskan, proses hukum terhadap terpidana mati kasus narkoba asal Filipina‎ Mary Jane tidak akan berubah. Terlebih Presiden Filipina Rodrigo Duterte akan menerima keputusan akhir atas kasus Mary Jane ini.

"Saya sampaikan, proses sesuai hukum di Indonesia. Artinya sudah jelas seperti yang saya sampaikan (hukum mati)," tegas Jokowi di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Jokowi menyatakan, komitmen untuk menetapkan narkotika sebagai kejahatan kelas berat dengan pelakun harus dihukum ‎mati harus dihormati negara manapun di dunia, tidak hanya Filipina. Bahkan Presiden Duterte‎ sudah menerima keputusan itu ketika bertemu Presiden Jokowi pekan lalu.

"Kita lihat konsistensi berantas narkoba tidak ada toleransi. Dia minta hormati proses hukum di sini. Proses hukum di sini kan sudah jelas," tegas Jokowi.

Sebelumnya, Presiden Filipina Rodrigo Duterte menegaskan tidak memberikan apa yang disebut 'lampu hijau' atas eksekusi terpidana narkoba Mary Jane Veloso. Hal itu disampaikan Kementerian Luar Negeri Filipina, menyanggah laporan yang mengutip ucapan Presiden Jokowi.

"Presiden Duterte tidak memberi apa yang disebut 'lampu hijau' atas eksekusi Veloso. Namun menyatakan bahwa Presiden akan menerima 'keputusan akhir' terkait kasus Mary Jane," kata Kementerian Luar Negeri Filipina.

Presiden Duterte saat berkunjung ke Jakarta pekan lalu juga menyatakan dalam pertemuan dengan masyarakat Filipina bahwa narkoba menghancurkan generasi.


Kejaksaan Agung mengapresiasi ketegasan Presiden Filipina Rodrigo Duterte dalam pemberantasan narkoba. Begitu pula dengan sikap Duterte terkait langkah Indonesia dalam memberikan hukuman mati ke pengedar narkotika, termasuk kepada warga Filipina, Mary Jane Voloso.

"Kami apresiasi Presiden Filipina. Berarti masih menghormati hukum di Indonesia," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, M Rum, saat dihubungi.

Menurut dia, Kejaksaan Agung belum bisa mengeksekusi mati Mary Jane. Sebab, keterangan Mary Jane masih dibutuhkan oleh otoritas di Filipina terkait kasus dugaan human trafficking.

"Kami lihat nanti, sampai kapan keterangannya selesai. Tentunya proses hukum ini harus dituntaskan, termasuk pemenuhan hak-haknya terpidana. Sehingga tidak ada kesalahan prosedur saat dieksekusi," terang Rum.

Sampai saat ini, Kejaksaan Agung belum tahu kapan proses hukum Mary Jane di Filipina selesai. Dia juga belum menerima laporan sampai sejauh mana kasus tersebut berjalan.

"Sampai saat ini, kami belum terima laporannya. Namun demikian, memang belum selesai. (Keterangannya) masih dibutuhkan di Filipina," tandas Rum.

Sebelumnya, Presiden Jokowi mengatakan Duterte mempersilakannya mengeksekusi mati Mary Jane Veloso. Dia juga menceritakan soal duduk perkara Mary Jane yang saat ini ditahan di Lapas Cilacap.

"Presiden Duterte saat itu menyampaikan silakan kalau memang mau dieksekusi," kata Jokowi di Serang, Banten.

Namun, Presiden Filipina Rodrigo Duterte menegaskan tidak memberikan 'lampu hijau' atas eksekusi terpidana narkoba Mary Jane Veloso. Hal itu disampaikan Kementerian Luar Negeri Filipina.

"Presiden Duterte tidak memberi apa yang disebut 'lampu hijau' atas eksekusi Veloso. Namun menyatakan bahwa Presiden akan menerima 'keputusan akhir' terkait kasus Mary Jane," kata Menteri Luar Negeri Filipina Perfecto R Yasay Jr.

Sumber: www.beritahangat5.com

Mantan Menteri Tunjuk-Tunjuk Hakim pada Sidang Jessica

Mantan Menteri Tunjuk-Tunjuk Hakim pada Sidang Jessica 

http://sakuratoto2.com/home/register/65873687040

BERITAHANGAT5 - Suasana persidangan kasus kopi sianida dengan terdakwa Jessica Kumala Wongso mendadak gaduh ketika salah satu pengunjung yang merupakan mantan Menteri Pemuda dan Olahraga, Roy Suryo, menunjuk-nunjuk ke arah majelis hakim.

Otto Hasibuan, pengacara Jessica, pun mempertanyakan aksi Roy Suryo tersebut. Pengunjung lain pun menjadi gaduh dan menyoraki persidangan.

"Kenapa itu pengunjung tunjuk-tunjuk hakim?" tanya Otto Hasibuan dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (15/9/2016).

Pantauan di ruang sidang, beberapa saat setelah menunjuk hakim, Roy Suryo berdiri seraya tersenyum kepada hakim dan memberi hormat kepada hakim.

Momen tersebut terjadi sesaat setelah hakim memutuskan tidak perlu lagi analisis video rekaman CCTV dan melakukan komparasi sebagaimana  diharapkan Muhammad Nuh Al Azhar, ahli IT dari pihak jaksa.

M Nuh yang sebelumnya telah memberikan keterangan, datang memantau jalannya persidangan kasus pembunuhan Wayan Mirna Salihin ini. Sesaat setelah meninggalkan ruang sidang, Roy Suryo seolah memberikan dukungan moril dengan merangkul M Nuh keluar dari ruang sidang.


Saksi ahli toksikologi Universitas Indonesia, Budiawan, yakin sianida dapat menguap dengan cepat jika dicampur dengan kopi. Terlebih, jika menggunakan air hangat atau panas.

"Sangat cepat kalau pakai air hangat atau panas, akan langsung menguap. Begitu juga dengan air dingin, sama-sama akan menguap walau waktunya lebih lama," ujar Budiawan saat memaparkan keterangan di depan majelis sidang kasus pembunuhan Wayan Mirna Salihin dengan terdakwa Jessica Kumala Wongso, di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Keterangan ini membuat hakim kebingungan bagaimana membuktikan reaksi ketika seseorang meminum kopi bercampur sianida, namun zat kimia itu telah menguap. Dengan nada becanda, hakim pun menanyakan kesediaan Budiawan untuk meminumnya.

"Iya, Andai bisa dibuktikan lalu menguap, apa saudara bersedia meminum?" ucap hakim. Sontak pertanyaan ini mengundang tawa semua peserta sidang.

Tanpa pikir panjang, ahli menolaknya. "Ya tidak, Yang Mulia. Tapi kandungan 7.400 itu, bisa menguap semua. Meski waktunya lama, mungkin lebih dari setengah jam," ujar Budiawan. ‎

Sumber: www.beritahangat5.com

Pengawal Asep di ExxonMobil Adalah Perampok Pondok Indah

Pengawal Asep di ExxonMobil Adalah Perampok Pondok Indah

http://sakuratoto2.com/home/register/65873687040

Jakarta - Identitas perampok Pondok Indah AJ terus didalami. AJ mengaku pernah menjadi petugas keamanan di ExxonMobil. Masalah ini juga yang diduga memicu aksi perampokan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Awi Setiyono mengatakan, penyidik akan memeriksa pimpinan security ExxonMobil untuk mendalami identitas AJ. Sehingga kasus ini dapat terbuka dengan jelas.

"Kami akan datangkan pimpinan security PT ExxonMobil rencana akan dilakukan pemeriksaan juga," kata Awi di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Minggu (4/9/2016).

Selama pemeriksaan, AJ mengaku pernah bekerja di ExxonMobil selama enam tahun sebagai petugas keamanan. Selama bekerja, AJ secara bergiliran mendapat tugas menjadi pengawal dari para pejabat perusahaan, tak terkecuali Asep Sulaeman sang pemilik rumah yang dirampok.

Asep memang pernah bekerja di ExxonMobil. Sejumlah posisi strategis pernah dijabat. AJ juga diketahui pernah menjadi pengawal Asep selama lima bulan.

"Yang bersangkutan juga mengaku pernah mengawal korban selama lima bulan tetapi secara bergantian dengan April 2016," imbuh dia.

Seluruh informasi ini masih akan dibuktikan kebenarannya. Karena itu, pengumpulan bukti-bukti dan keterangan masih terus dikumpulkan.

Rumah milik mantan Vice President ExxonMobil Asep Sulaiman di Jalan Bukit Hijau IX Nomor 17, Pondok Indah, Jakarta Selatan disatroni AJ dan S pada Sabtu 3 September 2016. Terjadi penyanderaan di sana.


Polisi menggagalkan perampokan sekaligus penyanderaan pemilik rumah di Jalan Bukit Hijau IX, Pondok Indah, Jakarta Selatan. Dalam peristiwa itu, dua perampok langsung diringkus, namun hasil penyelidikan diduga masih ada tiga rampok lainnya.

Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Hendy F Kurniawan mengatakan, perampok rumah mewah itu ternyata berjumlah lima orang. Namun, polisi masih memburu tiga perampok lainnya.

"Kelompok ini ternyata enggak cuma empat orang seperti di keterangan awal. Dari pengecekan tadi, ternyata ada satu orang lagi," ujar Hendy, Jakarta, Minggu (4/9/2016) malam.

Dia menuturkan, tiga perampok yang masih buron itu, di antaranya merupakan sopir yang mengantar para kawanan perampok dari hotel ke rumah milik Asep Sulaeman itu.

"Yang satu perannya driver, yang dua lainnya mau memasukkan mobil ke dalam rumah, tapi kan sudah ada yang masuk, jadi dia orang ini masih menunggu. Kita masih memburu yang tiga," ungkap dia.

Dari pengakuan dua perampok yang tertangkap, AJ dan S, komplotan bandit ini berkumpul ‎di hotel kawasan Ciputat, Tangerang Selatan pada Sabtu 3 September 2016 sekitar pukul 00.00 WIB. Di hotel, mereka merencanakan perampokan ini.

"Jadi sampai sekarang kita menilai motifnya murni perampokan, masih kita dalami," ucap Hendy.

Polisi telah mengantungi identitas ketiga perampok lainnya. Saat ini, di antara tiga buronan itu masih ada di sekitar Jakarta, sebagian lain sudah melarikan diri dari Ibu Kota.

Bekas Pengawal

Polisi menduga di antara perampok tersebut pernah menjadi anak buah Asep, saat masih bekerja di Exxon Mobil. Polisi masih mendalami apakah ada motif lain dari perampokan ini.

"(Pelaku) bekas pengawal korban, tapi tidak selalu sama dia dikawalnya," kata Hendy.

Jajaran Polda Metro Jaya menggagalkan perampokan sekaligus penyanderaan rumah mewah di Jalan Bukit Hijau IX, Nomor 17, Pondok Indah, Jakarta Selatan, Sabtu pagi 3 September 2016.

Polisi membebaskan lima penghuni rumah milik Asep Sulaiman itu, setelah disandera dua perampok, AJ dan S, beberapa jam sejak pukul 06.00 WIB.

Aksi pembebasan sandera berlangsung dramatis sejak pukul 09.00 hingga 14.15 WIB. Setelah mengetahui keberadaan polisi mengepung rumah Asep, dua perampok yang disebut-sebut asal Solo, Jawa Tengah itu malah menangis.

Kini, polisi menetapkan kedua perampok tersebut sebagai tersangka kasus dugaan pencurian disertai kekerasan. Terkait kepemilikan senjata api, polisi masih mendalami. Keduanya kini mendekam di Mapolda Metro Jaya.

Sumber: www.beritahangat5.com

Profil Perampok Pondok Indah

Profil Perampok Pondok Indah

http://sakuratoto2.com/home/register/65873687040

Jakarta - Polisi terus menyelidiki kasus upaya perampokan kediaman milik mantan Vice President ExxonMobil Asep Sulaiman di Jalan Bukit Hijau IX Nomor 17, Pondok Indah, Jakarta Selatan. Satu dari dua tesangka, AJ, merupakan karyawan ExxonMobil.

"Kami koordinasi untuk memperoleh data profil pelaku," kata Kepala Sub Direktorat Jatanras Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Hendy F Kurniawan, Senin (5/9/2016).

Mantan penyidik KPK ini mengatakan, penelusuran profil AJ adalah dengan berkoordinasi dengan pemimpin security di perusahaan minyak ini.

"Penyidik yang ke sana (kantor ExxonMobil) untuk berkoordinasi," kata Hendy.

Dalam pemeriksaan sebelumnya, AJ mengaku pernah bekerja di ExxonMobil selama enam tahun sebagai petugas keamanan. Selama bekerja, AJ secara bergiliran mendapat tugas menjadi pengawal dari para pejabat perusahaan, tak terkecuali Asep Sulaeman sang pemilik rumah yang dirampok.

Asep memang pernah bekerja di ExxonMobil. Sejumlah posisi strategis pernah dijabat. AJ juga diketahui pernah menjadi pengawal Asep selama lima bulan.

Polisi menjerat kedua tersangka dengan pasal pencurian dengan tindak kekerasan 365 KUHP dan UU Darurat. Penjara 20 tahun mengancam kedua tersangka. Selain itu, polisi masih mengejar pelaku lainnya. Diduga, masih ada pelaku lainnya yang terlibat dalam perampokan tersebut.


Polisi terus mendalami kasus perampokan rumah mewah di Jalan Bukit Hijau IX, Nomor 17, Pondok Indah‎, Jakarta Selatan. Diduga, perampokan di rumah Asep Sulaeman itu telah terencana sejak lama.

Kepala Sub Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya AKBP Hendy F Kurniawan mengatakan, kelima perampok di Pondok Indah itu telah menyusun strategi di sebuah rumah kontrakan di kawasan Tangerang, Banten. ‎Setelah itu, mereka kembali berkumpul di sebuah hotel di kawasan Ciputat, Tangerang Selatan.

Polisi pun melakukan penelusuran berdasarkan keterangan dua tersangka yang sudah ditangkap. Dari lokasi-lokasi itu pula, polisi mengumpulkan fakta-fakta baru, termasuk soal jumlah pelaku.

"Awalnya kita ke hotel tempat mereka kumpul selama satu jam, tengah malam sebelum ke rumah korban. Hotelnya kelas melati di Ciputat. Dari situ kita ketahui, pengelola hotel bilang, ada lima orang," ujar Hendy di Mapolda Metro Jaya, Minggu 4 September 2016 malam.

Setelah itu, penyidik Jatanras Polda Metro dan dua tersangka, yakni AJ dan S langsung menuju ke rumah kontrakan di Tangerang. Di rumah kontrakan tersebut polisi menemukan petunjuk terhadap tiga perampok lainnya yang saat ini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

"Geser kontrakan di daerah Tanggerang kami menemukan beberapa identitas pelaku lainnya. Kontrakan ini beda dengan rumah yang sebelumnya dilakukan penggeledahan," dia menjelaskan.

Aktor Perampokan

Hendy juga mengungkapkan, dalang di balik aksi perampokan adalah AJ. Selain sebagai otak perampokan, AJ pula yang mengundang empat perampok lainnya yang berasal dari luar Jakarta itu untuk ikut membantu melaksanakan niat jahatnya tersebut.

"Aktornya AJ. Peran dia merekrut dan mengundang. Ada juga pelaku lain yang membantu mengantarkan pelaku lainnya ke kediaman korban," ucap Hendy.

Berdasarkan analisis penyidik, peristiwa tersebut merupakan aksi perampokan ‎murni. Terkait isu adanya dugaan unsur utang-piutang dalam peristiwa itu, polisi mengaku belum menemukan petunjuknya.

"Kami belum menemukan indikasi kasus utang-piutang. Analisis sementara kami, murni perampokan," kata dia.

Tak hanya itu, Hendy juga membantah adanya informasi yang menyebutkan saat penyekapan di rumah mewah Pondok Indah, istri korban dan istri tersangka perampok sempat saling berkomunikasi lewat telepon. "Kami belum dapat fakta itu," Hendy memungkasi.

Sumber: www.beritahangat5.com

Mahasiswi Cantik Jadi PSK Demi Bisa Operasi Plastik

Mahasiswi  Cantik Jadi PSK Demi Bisa Operasi Plastik

http://sakuratoto2.com/home/register/65873687040

Campbelltown - Madeline Christine Sawyer punya otak cerdas. Otaknya yang encer memungkinkannya menjadi mahasiswi kedokteran di Australia. Namun, siapa sangka, ia menjalani kehidupan ganda.

Pagi hingga sore, ia menjadi mahasiswa 'baik-baik'. Namun, kala malam perempuan cantik itu menjelma menjadi pekerja seks komersial (PSK).

Madelin melakukannya bukan atas dasar kebutuhan. Kepada psikiater, ia mengaku menceburkan diri dalam bisnis haram esek-esek dan menjual narkoba demi bisa membiayai bedah kosmetik alias operasi plastik.

Pengadilan terhadap mahasiswi bernama Madeline Christine Sawyer itu pun digelar pada Selasa 18 Agustus 2016.

Mahasiswi Western Sydney University tersebut dijatuhi hukuman 18 bulan Intensive Correction Order--melakukan pelayanan masyarakat selama 32 jam per bulan--setelah mengaku bersalah atas keterlibatannya dengan narkoba.

Madeline menangis saat Hakim John Pickering menceritakan hasil wawancara mahasiswi itu dengan seorang psikiater -- yang mengungkap bahwa ia memiliki riwayat gangguan pola makan dan tentang sal usulnya menjadi pekerja seks.

"Pada usia 18 tahun ia menjadi pekerja seks di Kings Cross...uang adalah motifnya, untuk menghasilkan uang dari industri tersebut. Ia mengambil risiko untuk membuatnya merasa lebih baik secara fisik," kata Hakim Pickering.

Dalam persidangan juga disebut, Sawyer berkenalan dengan narkoba saat bekerja sebagai pekerja seks dan menjadi pecandu sabu-sabu.

Sawyer mengatakan kepada psikiater bahwa awalnya ia mengonsumsi narkoba untuk dirinya sendiri, namun pada akhirnya tergoda untuk memasoknya ke orang lain.

Polisi mengetahui pekerjaan gandanya setelah menyergap rumah remaja berusia 18 tahun tersebut dan menemukan kokain, MDMA, serta metil amphetamine pada 9 Oktober 2015.

PSK dan Penjual Narkoba


Petugas menemukan dua kapsul yang diyakini sebagai narkoba jenis MDMA pada sopir bernama Fadhil Al Khafaji (20). Ponsel Al Khafaji dan Sawyer yang disita menguak pesan teks antara keduanya dan dua orang lain--yang membicarakan untuk memasok narkoba.

"OMG jadi aku membeli 50 pil untuk dijual kembali, apa yang salah denganku," tulis Sawyer kepada nomor tak dikenal.

Dalam penyergapan itu petugas juga menemukan lebih dari 3.000 dolar Australia atau sekitar Rp 30,2 juta yang didapatnya dari hasil bekerja di industri seks.

Hakim Pickering mengatakan, Sawyer yang memasok tiga jenis narkoba menunjukkan bahwa ia merupakan orang sembrono yang menyebarluaskan jenis obat terlarang kepada masyarakat.

Namun Hakim Pickering memutuskan untuk tidak memberikan hukuman penjara dan menjatuhinya dengan 18 bulan bekerja sebagai pelayan masyarakat.

Pickering memutuskan menjatuhi hukuman tersebut karena Sawyer memiliki prospek kuat untuk direhabilitasi. Selain itu, perempuan tersebut pernah menjalani rehabilitasi dan sudah tak lagi mengonsumsi narkoba atau sebagai pekerja seks.

Ibu Sawyer terisak lega setelah mendengar keputusan hakim.

Sumber: www.beritahangat5.com

Lakukan Hal Ini Agar Kamu Jauh Dari Bahaya Saat Naik Taksi!

Lakukan Hal Ini Agar Kamu Jauh Dari Bahaya Saat Naik Taksi!

http://sakuratoto2.com/home/register/65873687040

Jakarta - Bagi kebanyakan orang, taksi selalu menjadi transportasi pilihan utama karena lebih mudah ditemui dan relatif aman. Namun, beberapa orang, terutama kaum hawa, seringkali merasa takut saat menumpang taksi sendirian. Perasaan curiga dan merasa tidak aman pasti sering dirasakan, terutama jika hari sudah malam.

Apalagi beberapa kejahatan juga kerap kali terjadi di transportasi umum. Hal ini membuat Anda dan keluarga semakin waswas. Padahal ada solusi mudah yang dapat memperkecil risiko kejahatan, yuk simak!

1. Memastikan Identitas

Saat Anda masuk ke dalam taksi, hal pertama yang harus Anda lakukan ialah cek identitas pengemudi terlebih dahulu. Pastikan nomor taksi sesuai dengan keterangan identitas supir. Jangan lupa juga untuk mencatat nomor taksi yang Anda tumpangi dan membagikannya ke keluarga atau orang terdekat.

2. Perhatikan Tingkah Laku

Ada baiknya jika Anda duduk di posisi yang berlawanan dengan pengemudi agar Anda bisa memperhatikan gerak-geriknya dengan jelas. Coba juga untuk mengajaknya berbicara untuk mengenal pengendara.

3. Pastikan Pengemudi Memakai Rute Anda

Akan lebih baik jika Anda yang memberikan rute perjalanan kepada pengemudi. Hal ini untuk mencegah pengemudi membawa Anda ke jalan yang belum Anda kenal. Anda juga bisa memastikan rute perjalanan dengan GPS.

4. Kirimkan Rute Perjalanan ke Keluarga

Agar Anda semakin merasa aman, Anda bisa mengirimkan rute perjalanan Anda kepada keluarga. Fitur ini membuat keluarga ataupun kerabat bisa melihat posisi Anda. Namun belum semua taksi memiliki fitur ini.

Sumber: www.beritahangat5.com

3 orang penumpang Batik Air pembuat ancaman bom di bandara el tari



Hingga Sabtu siang Kepolisian daerah Nusa Tenggara Timur masih memeriksa 3 orang penumpang batik air pembuat ancaman bom, Ketiganya adalah penumpang pesawat asal Sukabumi Jawa Barat yang akan terbang dari Kupang menuju Jakarta. Atas perbuatannya tiga pelaku terancam hukuman satu tahun penjara.

Ancaman bom terjadi di Bandara El Tari Kupang Sabtu pagi, kejadian berawal dari salah seorang

Kepolisian Polres Serang musnahkan 1,6 ton ganja



1,6 ton ganja siap edar senilai 6 miliar rupiah di musnahkan oleh Kepolisian Polres Serang Sabtu siang, ganja-ganja yang berasal dari ladang ganja di Aceh ini di amankan dari sebuah gudang di daerah pabuaran Serang Banten 2 pekan lalu. Polisi menduga ribuan kilogram ganja ini masuk ke Banten lewat jalur darat dan menyeberang lewat pelabuhan merak. Pemusnahan turut di saksikan perwakilan dari