BeritaSeo: berita daerah

Tak Hanya Di Darat, Di Udara Pun Kedua Pencuri Ini Bisa Beraksi

 Tak Hanya Di Darat, Di Udara Pun Kedua Pencuri Ini Bisa Beraksi 

http://www.beritahangat5.com/2016/10/tak-hanya-di-darat-di-udara-pun-kedua.html
Berita Hangat -  aksi pencurian tak melihat ruang dan waktu. tak cuma di daratan, di udara tersangka pun beraksi.

Dua warga negeri asing (WNA) asal Tiongkok kedapatan melakukan pencurian tas milik penumang yg ialah penduduk Batam di dalam pesawat Garuda GA154, jalur Jakarta-Batam pada Rabu (12/10).

Keduanya bernama Xiang Zhou dengan No. paspor E86961216 dan Zhengkun Zhang dengan No. paspor E68327123.

“Ada warga asing yg kedapatan membuka tas penumpang lain,” kata kepala Kantor Imigrasi Batam, Agus Widjaja dilansir Batam Pos (Fajar kelompok) Kamis (13/10).

Dari kabar didapatkan, kejadian ini terjadi disaat pesawat sedang dalam perjalanan dari Jakarta menuju Batam. ke-2 WNA ini membuka tas salah satu penumpang, dikala sekian banyak penumpang sedang terlelap.

Beruntung aksinya mampu dihentikan sesudah dipergoki oleh salah seorang pramugari yg kebetulan melintasi tempat tersebut. melihat tersangka mengacak-ngacak tas. lalu aku menanyakan apa itu tas milik bapak,” kata Pramugari Garuda Yovita.

Saat ditanyakan perihal itu, tersangka langsung gugup. Lantas mereka pilih masuk ke dalam toilet. dulu Yovi menanyai satu persatu ke penumpang, tas yg diutak-atik tersangka milik siapa.

“Lalu penumpang bernama Hendra mengakui tas tersebut miliknya,” ungkap Yovita.

Lantas pramugari ini mengamankan dua tersangka. diwaktu pesawat mendarat di Bandara Hang Nadim Batam, keduanya digiring kepada petugas Imigrasi.

Gila!! Kasarnya Wakil Bupati Maria Geong Tampar Supir Angkot

Gila!! Kasarnya Wakil Bupati Maria Geong Tampar Supir Angkot

http://www.beritahangat5.com/2016/10/gila-kasarnya-wakil-bupati-maria-geong.html

Berita Hangat - Fadiarma Jebarus (28), pengemudi angkutan kota (angkot) yg beroperasi di Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengutarakan wakil bupati Manggarai Barat Maria Geong dan ajudannya, Arianus Jehani (31) ke Kepolisian Resor setempat sebab diduga melakukan penganiayaan.

Kepala Kepolisian Resor Manggarai Barat, Ajun Komisaris besar Polisi Supiyanto kepada beritahangat5.com, Jumat (14/10/2016) malam, membenarkan pelaporan itu.

“Saat ini sedang kita dalami pemberitahuan itu. yg telah kita periksa ajudannya (Arianus Jehani), meskipun wali Bupatinya belum. untuk potret pemukulan aku belum bisa jawab, sebab dia belum diperiksa. kemungkinan dirinya jengkel bagi perilaku pengemudi angkot yg ngawur di jalanan,” kata Supiyanto.

Saat ini, lanjut Supiyanto, baru dua orang yg diperiksa, adalah pelapor (Fadiarma) dan ajudan wakil bupati.

Kejadian itu bermula diwaktu Fadiarma membawa mobil dan hendak menurunkan penumpang di pasar Wae Kesambi. pada saat yg sama, deputi adipati Maria Geong yg berdiri di tepi jalan raya kembali mengawasi sekitar pegawai negeri biasa (PNS) yg sedang melakukan kerja bakti di areal pasar itu.

Fadiarma selanjutnya memainkan gas mobil supaya orang No. dua di Kabupaten Manggarai Barat itu segera berpindah tempat karena akan dipaka parkir angkot.

Maria selanjutnya pindah, namun hampir tertabrak oleh angkot itu. Maria pun marah dan menyampaikan bahwa apa yg dilakukan Fadiarma itu teramat tak hormat dan kasar.

Fadiarma terus turun dari mobil untuk minta maaf kepada Maria Geong. Namun dirinya langsung ditampar oleh Maria Geong dan ajudannya. hasilnya, hidung korban mengeluarkan darah.

Korban kembali membuat surat polisi di Pos Pelayan Polres Manggarai Barat dengan nomer Polisi : LP / 147 / X / 2016 / NTT / Res Mabar, Tanggal 14 Oktober 2016.


Buset!!! Hakim Ketua Pengadilan Agama Di Padang Kedapatan Sedang Ngamar Dengan Pria Bersarung

Buset!!! Hakim Ketua Pengadilan Agama Di Padang Kedapatan Sedang Ngamar Dengan Pria Bersarung


Berita hangat - masyarakat padang Panjang Sumatera Barat digemparkan dengan berita ketua Pengadilan agama Padang Panjang Elvia Darwati (49), terkena razia.

Elvia kedapatan dgn seseorang cowok yg bukan merupakan suaminya di suatu hotel melati di Kota Bukittinggi.

Elvia dirazia oleh petugas Satpol PP. kepada jurnalis, kepala Satpol PP Kota Bukittinggi, Syafnir membenarkan faktor itu.

Syafnir mengutarakan Elvia diringkus di pada kamar lewat tengah malam dengan seseorang pria yg mengenakan sarung, tidak dengan pakaian. Sementara Elvia masih berpakaian lengkap.

Ketika dimintai identitas, keduanya mengaku tak mempunyai KTP.

Lanjut Syafnir mereka mengaku sebagai suami-istri namun kala ditanya surat nikah mereka tak dapat menunjukkan.

“Lalu kami melakukan cross-check, tanya beberapa faktor, apakah mereka benar menikah. waktu ditanya berapa orang jumlah anak, siapa saja saja nama-nama anak, nyata-nyatanya jawaban antara cowok dan wanita itu tidak sama, papar Syafnir.

Elvia juga kemudian mengaku yang merupakan hakim Pengadilan agama dan memberi tahu kartu identitas hakim yg dibawanya.

Meskipun demikian, menurut Syafnir, Elvia bersikukuh bahwa mereka sudah menikah secara agama.

Usai diproses lebih lima jam, keduanya dibebaskan sesudah pilih opsi membayar denda masing-masing Rp1 juta, daripada menyelesaikan kasus ini di pengadilan.

Hingga kabar ini diturunkan belum ada penegasan sah dari Elvia.