BeritaSeo: Abu Sayyaf

Kelompok Abu Sayyaf Perpanjang Batas Waktu pembayaran Uang Tebusan



kapal tunda Charles

Keluarga nakhoda kapal tunda Charles Ferry Arifin bersama 2 ABK Edi Sudiyono dan Muhammad mabrur bisa sedikit bernafas lega Jumat lalu para penyandera memperpanjang batas waktu pembayaran uang tebusan belum di ketahui identitasnya kelompok penyandera ini minta tebusan 100 juta peso atau sekitar 30 miliar rupiah
"sampai sekarang belum ada batas waktu yang di berikan lagi

M Sofyan Berhasil Meloloskan Diri Dari Abu Sayyaf, Pihak Keluarga Korban Sandera Ketar Ketir



Kabar lolosnya Sandera ABK bernama M Sofyan dari penyanderaan Pihak Abu Sayyaf telah di dengar pihak keluarga dari media akan tetapi pihak keluarga belum mendapat pemberitahuan resmi baik dari pemerintah maupun perusahaan meski belum mendapat kepastian dari pemerintah namun pihak keluarga telah memberi tahu kabar lolosnya M Sofyan kepada istri Sofyan yang berada di Takalar Sulawesi selatan
"

Batas Pemberian Uang Tebusan Habis, Kodam VI/Mulawarman masih Tunggu Perintah Dari Pusat



Hingga kini belum diketahui lagi nasib 11 orang ABK yang disandera oleh kelompok islam garis keras Abu Sayyaf di Filipina padahal tanggal 15 Agustus merupakan batas akhir permintaan uang tebusan oleh pihak Abu Sayyaf

Menanggapi Perihal Uang Tebusan 11 Orang ABK, Kodam VI/Mulawarman masih menunggu perintah pusat untuk membantu pembebasan para sandera

"Kami hanya bisa memberikan saran kepada

Tenggat Waktu Pembayaran Uang Tebusan Berakhir, Keluarga Korban Penyanderaan Mengaku Resah



Tenggat pembayaran uang tebusan berakhir keluarga ABK kapal tunda Charles semakin resah mereka di hantui ancaman kelompok penyandera Abu Sayyaf yang akan mengeksekusi sandera jika uang tebusan tidak di bayarkan

"Perasaan Kami saat ini campur aduk pak khawatir, cemas, sedih dan takut itu bercampur aduk deh itu semuanya dan bukan cuma di hari ini saja sih sejak pertama tahu suami saya keluarga

Menjadi Sapi Perah Kelompok Bersenjata Abu Sayyaf, Kemenlu Lakukan Koordinasi dengan Malaysia



Kementrian luar negeri terus berkoordinasi dengan pemerintahan Malaysia sebagai tindak lanjut penculikan seorang warga negara Indonesia (WNI) di perairan Sabah Malaysia 4 Agustus lalu oleh kelompok bersenjata WNI tersebut kemudian di bawa ke kawasan Philippines pemerintah Indonesia menyayangkan penculikan oleh kelompok bersenjata ini kembali terjadi padahal sebelumnya pemerintah Indonesia sudah

Total 10 WNI di sandera kelompok abu Sayyaf, TNI siap lakukan Operasi Militer



Jenderal Gatot Nurmantyo Menyatakan TNI siap Apabila diperintahkan melakukan Operasi Militer

Penyanderaan 3 Warga Negara Indonesia WNI di perairan lepas pantai Sabah Malaysia Sabtu waktu setempat menambah panjang deretan kasus penyanderaan WNI oleh kelompok teroris abu sayyaf, Kejadian yang terus berulang ini dinilai karena tidak efektifnya upaya pencegahan yang dilakukan pemerintah. Salah

Jusuf Kalla : Salah satu alasan WNI terus diculik adalah Pengusaha yang memberikan uang tebusan Kpd kelompok Abu Sayyaf



Wakil presiden Jusuf Kalla menuding sejumlah pengusaha melakukan upaya pembebasan sandera WNI dengan memberikan sejumlah uang tebusan kepada kelompok penyandera Abu Sayyaf. Wapres menegaskan bahwa pemerintah tidak ikut memfasilitasi usaha itu

Wakil Presiden Jusuf Kalla menyebutkan bahwa memang saat ini pemerintah sedang menimbang sejumlah opsi agar penyanderaan WNI tidak terus terusan berulang